Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Ketua DPRD Riau Dukung Upaya Pengamanan Objek Vital Nasional

Afiat Ananda • Rabu, 3 Desember 2025 | 10:32 WIB


Ketua DPRD Riau Kaderismanto (tengah) berfoto bersama Panglima Kodam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, dan Forkopimda Riau, perwakilan Polda Riau, serta unsur pimpinan Pemerintah Provinsi Riau usai apel di Kompleks PHR Rumbai, Senin (1
Ketua DPRD Riau Kaderismanto (tengah) berfoto bersama Panglima Kodam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, dan Forkopimda Riau, perwakilan Polda Riau, serta unsur pimpinan Pemerintah Provinsi Riau usai apel di Kompleks PHR Rumbai, Senin (1

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Upaya pengamanan objek vital nasional di sektor energi kembali mendapat perhatian serius. Ketua DPRD Provinsi Riau Kaderismanto hadir langsung dalam Apel Kesiapsiagaan Pengamanan Instalasi Strategis PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kompleks PHR Rumbai, Senin (1/12).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan penuh dalam menjaga stabilitas keamanan objek vital nasional (Obvitnas), terutama di sektor energi yang menjadi salah satu tulang punggung ketahanan negara.

Apel besar ini dipimpin oleh Panglima Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dan turut dihadiri unsur Forkopimda Riau, perwakilan Polda Riau, serta unsur pimpinan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Kolaborasi lintas institusi ini menjadi bukti nyata bahwa pengamanan instalasi migas bukan hanya isu teknis, melainkan agenda strategis untuk menjaga keberlanjutan ekonomi nasional.

General Manager PHR Wilayah Kerja (WK) Rokan Andre Wijanarko dalam sambutannya menegaskan, keamanan merupakan salah satu pilar utama bagi kelancaran operasi bisnis migas. Terutama di wilayah kerja Rokan yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu penyumbang terbesar produksi minyak nasional.“Sinergi TNI dan Polri memberikan jaminan keamanan dan kelancaran operasi kami untuk mengejar target produksi energi nasional,” ujar Andre.

Ia menekankan bahwa keberhasilan operasi migas di Rokan tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan sumber daya manusia, tetapi juga oleh stabilitas situasi keamanan yang bebas dari potensi ancaman.

Sebagai operator WK Rokan, PHR saat ini menjalankan ribuan titik sumur aktif, jaringan pipa, fasilitas produksi, serta instalasi strategis lain yang memerlukan perlindungan ketat terhadap berbagai potensi gangguan, mulai dari ancaman kriminal, sabotase, hingga risiko sosial dan bencana. Karena itu, kehadiran aparat keamanan dalam pola pengamanan yang terkoordinasi menjadi sangat vital.

Dalam apel kesiapsiagaan tersebut, Kodam XIX/Tuanku Tambusai menurunkan 380 personel gabungan dari berbagai satuan tempur, satuan bantuan tempur, dan satuan polisi militer. Unsur kekuatan itu berasal dari, Batalyon Arhanud 13/PBY, Kikav 6/RBT, Pomdam, Denmadam, 1 SST Samapta Polda Riau, Satpol PP, BPBD Riau dan Damkar. 

Kehadiran alutsista ini menunjukkan bahwa pengamanan terhadap instalasi strategis PHR telah naik ke level prioritas yang berorientasi pada pencegahan ancaman berskala tinggi. Dengan demikian, semua unsur keamanan dapat bergerak cepat apabila terdeteksi potensi ancaman terhadap fasilitas produksi migas yang sensitif.

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dalam amanatnya menegaskan, keberlangsungan energi nasional tidak boleh terganggu oleh bentuk ancaman apa pun. PHR sebagai salah satu simpul penting produksi minyak nasional harus dijaga dengan pola pengamanan yang profesional, modern, dan berstandar kerawanan tinggi.

“Keberhasilan pengamanan bukan hanya diukur dari tidak adanya gangguan, tetapi dari kemampuan mencegah ancaman,” tegasnya. Ia menambahkan, pengamanan instalasi strategis bukan hanya urusan sektor energi atau aparat keamanan, melainkan bagian dari ekosistem pertahanan negara yang harus dijaga secara bersama-sama.

Menurutnya, fasilitas energi Indonesia harus diperlakukan sebagai “aset strategis bangsa”, bukan sekadar infrastruktur industri. “Keamanan Pertamina adalah keamanan rakyat, bagian dari kedaulatan yang wajib dijaga,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa sektor energi memiliki kedudukan strategis dalam konteks pertahanan dan keamanan nasional. Bila produksi migas terganggu, tidak hanya ekonomi daerah yang terdampak, namun juga ketahanan energi nasional secara keseluruhan.

Ketua DPRD Riau, Kaderismanto menyampaikan dukungannya terhadap langkah Kodam XIX/Tuanku Tambusai dan PHR dalam memperkuat pengamanan instalasi vital. Menurutnya, pengamanan sektor energi merupakan kepentingan seluruh masyarakat Riau, sekaligus kontribusi bagi stabilitas nasional.

“Kami di DPRD berkomitmen mendukung penguatan pengamanan objek vital nasional di Riau sesuai kewenangan pemerintah daerah,” ujarnya dalam kesempatan terpisah. Ia menilai sinergi lintas lembaga penting untuk memastikan kelancaran produksi migas yang secara ekonomi memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat dan daerah.

Kaderismanto juga menegaskan bahwa DPRD Riau akan terus mendorong percepatan kebijakan, regulasi, maupun dukungan anggaran yang diperlukan jika menyangkut keamanan dan keberlangsungan investasi energi di Riau.(adv/nda)

Editor : Arif Oktafian
#PHR #dprd riau #pengamanan #objek vital nasional