PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Harga cabai merah di beberapa pasar tradisional di Riau terpantau sudah mulai mengalami penurunan, Rabu (3/12). Di Pekanbaru, cabai merah dijual dengan harga Rp80 ribu hingga Rp110 ribu per kilogram (kg). Sebelumnya, harga cabai merah mencapai Rp120 ribu per kg.
Berdasarkan pantauan dari Riau Pos di Pasar Pagi Jalan HR Soebrantas Pekanbaru, cabai merah terlihat banyak dan tidak langka. Untuk cabai merah mudik atau yang berasal dari Bukittinggi itu dibanderol dengan harga Rp80-110 ribu per kg, tergantung dari kondisi cabainya. Cabai dari Medan dijual antara Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kg.
Meski turun, harganya tergolong tinggi. Ini imbas dari terganggunya akses pasokan dari daerah penghasil yang sedang terkena bencana longsor dan banjir yakni Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Padahal sebelumnya, cabai merah dijual Rp50 ribu hingga Rp70 ribu per kg untuk yang berasal dari Bukittinggi dan Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per kg untuk cabai dari Medan.
“Kalau lagi musim hujan begini, barang sedikit terus juga mahal. Khawatir nggak laku, akhirnya saya ambil dari pemasok yang biasanya 20 kilogram hingga 25 kilogram per hari jadi dikurangi sekitar 10 kilogram. Untungnya sudah langganan dengan agen makanya barang seperti cabai dan komoditas lainnya tetap ada terus,” uajar Afit, salah satu pedagang di pasar ini, kemarin.
Hal ini didukung oleh pernyataan dari pedagang lain yakni Sardius. Menurutnya, puncak kenaikan harga cabai terjadi pada Jumat (28/11) dan Sabtu (29/11) lalu yakni mencapai Rp120 per kg. “Sekarang harga tergolong sangat tinggi. Padahal biasanya cabai bukit Rp70 ribu per kg sudah paling mahal. Jumat dan Sabtu lalu malah mencapai Rp120 per kilogram,” ujarnya.
Sementara itu, untuk harga sayur mayur seperti bawang, tomat, timun, wortel dan sayur lainnya yang berasal dari pemasok yang sama dapat dikatakan cukup normal dan hanya naik sekitar Rp2.000-Rp.3.000 per kg. Kenaikan harga cabai ini cukup meresahkan di kalangan pembeli terutama untuk para pedagang makanan yang sehari-hari membutuhkan cabai dalam jumlah besar untuk mengolah makanan.
Hal ini diungkapkan seorang pembeli cabai sekaligus pedagang makanan bernama Jasnimar. “Harga cabai mahal. Kemarin saya dapat di harga Rp100 ribu per kilogram, tapi itu sore saya dengar kabar dari teman yang lain pagi Rp120 ribu per kilogram. Sementara kami nggak bisa naikkan harga makanan yang dijual, kalau dinaikkan nanti pelanggan lari,” keluhnya.
Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau juga sudah mendatangkan cabai merah dari Kabupaten Sleman sebanyak 1 ton dan masih dalam pengiriman sebanyak 1 ton lagi. “Untuk menjaga stok cabai merah, kami sudah datangkan cabai merah dari Sleman sebanyak 1 ton. Cabai tersebut didistribusikan ke pasar-pasar tradisional,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Riau M Taufiq OH.
Taufiq menjelaskan, bahwa cabai tersebut akan dijual dengan harga Rp58 ribu per kg. Hal ini juga sebagai upaya dari pemerintah untuk membantu masyarakat ditengah naiknya harga cabai merah di pasaran saat ini. “Kami usahakan harga jualnya selalu di bawah Rp60 ribu per kilogram,” ujarnya.
Meskipun saat ini harga cabai merah di Pekanbaru sedikit mengalami penurunan, namun masyarakat lebih memilih berburu cabai merah kualitas rendah yang harganya jauh lebih murah yaitu Rp60 per kg. Hal ini terpantau di Pasar Kodim Jalan Teratai Pekanbaru.
Warga memilih membeli cabai merah kualitas rendah lantaran harganya yang jauh lebih murah sehingga dapat menyisihkan uang belanja untuk membeli kebutuhan harian lainnya. Seorang pembeli Mariyah mengaku terpaksa membeli cabai merah dengan kualitas yang jauh lebih rendah lantaran semua harga kebutuhan pokok sudah mengalami kenaikan.
Menurutnya, walaupun harga cabai turun, namun tidak diikuti dengan harga kebutuhan pokok lainnya seperti ikan laut yang kini juga ikut mengalami kenaikan dari sebelumnya hanya Rp35 ribu per kg, sekarang hampir Rp50 ribu per kg.
“Tak apalah beli cabai yang jelek, masih bisa dipilih biar tidak dapat yang terlalu jelek. Lagi pula kalau beli yang bagus uang belanja nggak cukup untuk membeli kebutuhan harian lainnya. Sekarang saja harga ikan laut sudah naik. Belum lagi telur, kalau tidak disiasati seperti ini nggak akan bisa makan enak kami. Saya berharap semoga harga kebutuhan pokok di Pekanbaru bisa kembali normal,” ucapnya.
Di sisi lain salah seorang pedagang di Pasar Kodim Simarmata mengaku saat ini harga kebutuhan pokok khususnya cabai merah sudah mulai mengalami penurunan. Meskipun tidak terlalu signifikan, pasokan cabai merah yang datang dari Jawa sudah membantu pasokan di Pekanbaru menjadi lancar.
“Sudah mulai baik distribusinya karena cabe yang datang saat ini berasal dari Jawa dan akomodasinya harus menggunakan pesawat makanya harganya masih sekitar Rp90 ribu sampai Rp100 ribu per kilogram. Lumayan terbantu dengan adanya pasokan cabai ini,’’ ujarnya.
‘’Tapi tetap saja masyarakat memilih cabai merah Bukittinggi yang rasanya memang pas di lidah masyarakat Kota Pekanbaru, walaupun harganya masih cukup tinggi. Makanya banyak warga yang membeli cabai yang kualitasnya sudah menurun, namun rasanya tetap sama,” ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho memastikan tidak tinggal diam dengan kondisi harga kebutuhan pokok di Pekanbaru yang kembali mengalami lonjakan sehingga dikeluhkan masyarakat. “Kita operasi pasar dan beri bantuan, baik ke pedagang maupun mengendalikan pasar induknya serta ke masyarakat,” ujarnya.
Agung menyebutkan, sudah meminta dinas terkait untuk melakukan operasi pasar. Dinas bisa menggelar pasar murah dengan menyediakan bahan pokok dan menjual di bawah harga pasar.
Di Kuantan Singingi (Kuansing), harga cabai merah jauh mengalami penurunan. Kadis Kopdagrin Kuansing Masnur didampingi staf Bidang Perdagangan Herlinawati mengatakan, harga cabai merah rata-rata sudah Rp90 ribu per kg, jauh turun dari harga hari sebelumnya Rp120 ribu hingga Rp150 ribu perk kg.
“Hasil pantauan kami hari ini (kemarin, red), harga cabai merah sudah turun Rp90 ribu per kilogram,” kata Masnur. Penurunan ini dipengaruhi masuknya pasokan cabai dari Alahan Panjang Sumatera Barat, Lampung dan Jambi. Lalu rawit merah juga turun menjadi Rp90 ribu per kg. Rawit hijau Rp70 ribu per kg.(sol/ayi/dac)
Editor : Bayu Saputra