Masyarakat Riau, terutama penderita sakit jantung lemah dan bocor tak perlu lagi berobat ke luar negeri. Pasalnya, tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad (AA) baru saja berhasil melakukan operasi bypass jantung dan penggantian katup jantung pasien bernama Didit Anggara. Operasi yang menelan biaya hingga ratusan juta ini ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - DOKTER spesialis bedah thorak kardio vaskuler RSUD Arifin Achmad dr Hariadi Hatta Sp B TKV mengatakan, pasien yang ditangani tersebut sebelumnya terindikasi jantungnya lemah dan juga katupnya bocor. Karena itu, ketika datang ke RSUD Arifin Achmad kondisinya sudah lemah.
“Kondisi pasien itu jantungnya lemah dan katupnya bocor. Jantung itu dikatakan lemah kalau kemampuan memompakan darah di bawah 40 persen, pasien ini hanya 32 persen. Kemudian yang kedua katup jantung sudah bocor parah, sehingga darah tidak terpompa keseluruh tubuh yang membuat menjadi sesak nafas,” katanya.
Karena kondisi pasien yang sudah cukup parah, kemudian tim dokter memutuskan untuk melakukan tindakan operasi bypass dan penggantian katup jantung. Operasi bypass dilakukan untuk melakukan penyambungan pembuluh darah baru sehingga pasien tidak merasakan sesak nafas lagi.
“Setelah melakukan operasi bypass, baru kami lakukan penggantian katup jantung. Katup jantung mekanis yang digunakan juga diimpor langsung dari Amerika, sehingga kualitasnya juga sama dengan yang ada di sana,” sebutnya.
Setelah dilakukan operasi bypass dan penggantian katup tersebut, kemampuan memompa darah jantung pasien yang sebelumnya hanya 32 persen saat ini sudah meningkat menjadi 58 persen atau sama dengan jantung normal pada umumnya. “Sekarang jantung pasien sudah normal, dan bisa bekerja lagi. Karena selama sakit ini, pasien tidak bisa bekerja,” ujarnya.
Dijelaskan dr Hariadi, penyakit yang dialami pasien ini sebenarnya cukup banyak ditemukan di Riau. Karena banyak faktor penyebab penyakit jantung koroner, mulai dari kebiasaan merokok, diabetes, kolesterol tinggi dan faktor keturunan. “Kenapa merokok bisa menyebabkan penyakit jantung, karena asap dari rokok itu mengandung oksidan yang merusak dinding pembuluh darah dan menyebabkan penyumbatan,” jelasnya.
Meskipun banyak ditemukan kasus penyakit jantung di Riau. Namun untuk penanganannya masih terbatas karena pihaknya belum memiliki ruangan khusus untuk penanganan jantung. “Jadi untuk penanganan operasi jantung di Riau saat ini masih terbatas. Padahal banyak pasien yang bisa diselamatkan jika dilakukan operasi jantung,” paparnya.
Dijelaskan dr Hariadi, jika RSUD sudah memiliki ruang jantung sendiri. Maka pihaknya bisa melakukan operasi jantung setiap hari karena untuk ruangan operasi saat ini pihak harus bergantian dengan pasien lain. Termasuk penggunaan ruangan ICU. “Selama ini ruangan operasi kami bergantian dengan pasien lain. Kalau sudah ada ruangan sendiri, kami bisa melakukan operasi jantung setiap hari. Harapannya seperti itu,” ujarnya.
Untuk peralatan pendukung kegiatan operasi jantung, disebutkan dr Hariadi saat ini di RSUD Arifin Achmad sudah cukup lengkap. Bahkan standar peralatan yang dimiliki juga sama dengan rumah sakit yang ada di luar negeri. “Kalau untuk peralatan sudah canggih semua. Sama dengan yang ada di luar negeri,” sebutnya.
Didit Anggara (42), pasien yang baru menjalani operasi bypass dan penggantian katup jantung ini mengaku merasa lega. Pasalnya ia tidak lagi merasakan sesak nafas dan dalam waktu dekat bisa bekerja kembali. “Lega rasanya sekarang. Sudah tidak sesak nafas lagi dan mulai bisa beraktivitas normal seperti berjalan dan ke kamar mandi sendiri. Sebelumnya untuk berjalan sedikit saja sudah sesak sekali nafasnya,” ujarnya.
Didit juga mengakui, saat bekerja ia kerap terpapar debu dan juga merupakan perokok aktif. Bahkan dalam satu hari, ia menghabiskan hingga tiga bungkus rokok. “Saya sebelumnya perokok aktif, sehari bisa habis tiga bungkus. Setelah ini saya tidak akan merokok lagi,” sebutnya.(Sol)
Editor : Rindra Yasin