Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Satuan Pendidikan Dilarang Study Tour, Disdik Riau Terbitkan Surat Edaran

Dofi Iskandar • Rabu, 10 Desember 2025 | 09:35 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 100.3.4/DISDIK/2025/37 berisi larangan bagi seluruh satuan pendidikan untuk melakukan kegiatan bepergian ke luar kota. Ini sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu serta potensi bencana alam.

Disdik Riau menegaskan, seluruh kegiatan perjalanan, baik yang bersifat kegiatan sekolah seperti karya wisata, study tour, hingga kunjungan industri maupun bentuk kegiatan luar kota lainnya dihentikan sementara hingga batas waktu yang akan ditentukan kemudian.

Bagi satuan pendidikan yang telah merencanakan agenda keluar kota, Disdik meminta agar kegiatan tersebut dijadwalkan ulang atau dialihkan menjadi aktivitas lain yang lebih aman. Kepala Disdik Riau Erisman Yahya menjelaskan, kebijakan ini diambil untuk meningkatkan keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. 

Ia juga meminta seluruh kepala satuan pendidikan untuk memperketat pengawasan serta memperkuat koordinasi terkait keselamatan siswa, terutama dalam menghadapi potensi bencana yang mungkin terjadi akibat cuaca ekstrem.

Selain itu, pihak sekolah diminta memastikan komunikasi yang intens dengan orang tua dan instansi terkait jika terjadi keadaan darurat. “Surat edaran ini adalah upaya pencegahan, mitigasi, dan pengendalian risiko bencana yang dapat mengancam keselamatan warga sekolah,” ujar Erisman Yahya, Selasa (9/12).

Dengan diterbitkannya surat edaran tersebut, Disdik Riau berharap seluruh sekolah dapat meningkatkan kewaspadaan serta mengambil langkah proaktif dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan lingkungan belajar.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru juga meminta masyarakat untuk selalu waspada terhadap dinamika cuaca. Kepala Stasiun Meteorologi SSK II Pekanbaru Irwansyah Nasution mengatakan, saat ini Provinsi Riau telah memasuki periode musim hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang diperkirakan terjadi hampir setiap hari.

Puncak musim hujan di wilayah Riau diperkirakan berlanjut hingga Januari 2026. “Memungkinkan puncak musim hujan di Provinsi Riau berlangsung pada pekan ketiga dan keempat yang merupakan periode libur panjang natal dan tahun baru. Namun mungkin di Februari sudah berkurang untuk musim hujan ini,” katanya. ‘’Pola hujan saat ini masih dalam kondisi normal dan tidak dipengaruhi bibit siklon,” tambahnya.

Dijelaskan Irwansyah, sebelumnya keberadaan bibit siklon sempat menyebabkan pola hujan tidak menentu sehingga curah hujan di Riau pada November dan awal Desember justru berkurang.

Meski dinyatakan normal, Irwansyah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di daerah-daerah yang berpotensi terdampak. “Untuk diwaspadai juga, karena kita sudah masuk musim hujan dan puncak musim hujan,” katanya.

Ia menekankan kewaspadaan khusus bagi kabupaten-kabupaten di pinggiran sungai atau daerah yang mengalami hujan terus-menerus. Masyarakat di dekat dataran tinggi juga diminta siaga. “Bila ada sudah hujan terus menerus 2 hari, 3 hari, itu perlu diwaspadai karena takutnya terjadi longsor. Kejenuhan tanah akan mengakibatkan longsor di dataran tinggi,” tegasnya 

Sementara itu, Koordinator Bidang Prakiraan dan Informasi BMKG Pekanbaru, Bibin Sulianto menambahkan Riau relatif aman dari hujan ekstrem dan angin kencang, meski posisinya berdekatan dengan pusat Siklon Tropis (TC) Senyar beberapa waktu lalu.

Ini terjadi lantaran topografi di Riau yang berdekatan dengan Pegunungan Bukit Barisan yang berperan sebagai natural barrier bagi wilayah Riau. Bibin mengatakan, hasil visualisasi penampang melintang atmosfer yang dianalisis BMKG memperlihatkan bagaimana Bukit Barisan bekerja layaknya tembok pelindung. 

“Visualisasi penampang melintang atmosfer membuktikan bahwa topografi Bukit Barisan bertindak sebagai ‘tembok pelindung’ bagi wilayah Riau,” katanya. ‘’Proses ini ditandai dengan munculnya vektor angin vertikal intens dan zona updraft berwarna merah dalam visualisasi atmosfer. Hal ini menyebabkan curah hujan terkonsentrasi di sisi barat pegunungan,” ujarnya.

Namun berbeda halnya setelah massa udara melintasi puncak pegunungan. Saat memasuki wilayah Riau yang merupakan dataran rendah di sisi timur, massa udara tersebut justru mengalami gerak turun (subsidence) yang terlihat sebagai zona berwarna biru dalam grafik dinamika atmosfer.

“Proses ini menciptakan Rain Shadow Effect atau Efek Bayangan Hujan, sehingga meskipun Riau secara geografis dekat dengan pusat siklon, wilayah ini menerima dampak curah hujan dan angin yang jauh lebih minim dibandingkan wilayah di sisi barat Bukit Barisan,” tegasnya.(dof/ayi)

 

 

Editor : Rindra Yasin
#study tour #disdik riau #dilarang #surat edaran