Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Hanya 43 Persen Jalan di Riau Kondisi Baik, Kebut Perbaikan Jelang Libur Nataru

Redaksi • Sabtu, 13 Desember 2025 | 12:07 WIB

 

Petugas dari Badan Pengelolaan Jalan Nasional Wilayah Riau saat memperbaiki ruas jalan Lintas Timur di Kabupaten Pelalawan, Jumat (12/12/2025).
Petugas dari Badan Pengelolaan Jalan Nasional Wilayah Riau saat memperbaiki ruas jalan Lintas Timur di Kabupaten Pelalawan, Jumat (12/12/2025).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - SAAT ini total ruas jalan nasional di Provinsi Riau sepanjang 1.257,90 kilometer (km), hanya 43 persen dalam kondisi baik. Sisanya, masuk kategori sedang, rusak ringan, dan rusak berat. Perbaikan pun digesa utuk kenyamanan masyarakat yang akan melakukan perjalanan libur Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Riau Yohanis Tulak Todingrara mengatakan, untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas, saat ini pihaknya sedang melakukan perbaikan pada ruas-ruas jalan nasional yang ada dan ditargetkan tuntas sebelum 20 Desember 2025.

“Kami saat ini sedang terus melakukan perbaikan pada ruas-ruas jalan nasional di Riau. Seluruh perbaikan ditargetkan tuntas sebelum 20 Desember, sehingga setelah itu tidak ada lagi pengerjaan di badan jalan. Kecuali ada kejadian insedentil,” ujarnya.

Dijelaskannya, dari 1.258,90 Km jalan nasional di Riau, yang dalam kondisi baik hanya sepanjang 545,51 km atau 43,37 persen. Sisanya, 623,55 km atau 49,57 persen dalam kondisi sedang, sepanjang 86,06 km atau 6,84 persen dalam kondisi rusak ringan, dan rusak berat sepanjang 3,80 km atau 0,22 persen.


“Kemudian di Riau juga terdapat 364 unit jembatan yang menjadi kewenangan BPJN. Dari jumlah tersebut, ada 11 unit jembatan yang mengalami rusak ringan, 320 jembatan yang mengalami rusak sedang dan 33 unit jembatan rusak parah,” paparnya.

Selain itu, BPJN juga telah memetakan lokasi daerah yang rawan terjadi bencana. Seperti daerah jalan yang rawan banjir yakni di ruas Jalan Siak Sri Indrapura-Mengkapan Buton pada Km 147. Kemudian juga di ruas jalan Simpang Lago-Sorek I pada Km 73.

“Kemudian ada ruas jalan yang rawan longsor yakni pada ruas Jalan Rantau Berangin-batas Sumatera Barat. Kemudian juga pada ruas Jalan Duri-Kandis-Simpang Palas Siak II Pekanbaru. Selanjutnya Jalan Teluk Kuantan-batas Sumatera Barat,” sebutnya.

BPJN Riau juga akan mendirikan 12 posko Nataru yang disebar di beberapa titik jalan nasional. Posko ini dijadikan pusat informasi bagi masyarakat terkait kondisi jalan yang akan dilalui. Kemudian juga bisa dijadikan lokasi untuk beristirahat. “Posko ini akan didirikan hingga 4 Januari 2026 mendatang,” sebutnya.

Kuansing Singingi (Kuansing), pemerintah kabupaten setempat menyiapkan enam unit alat berat di Gudang Alkal Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Langkah ini sebagai bentuk kesiapsiagaan terhadap penanganan bencana alam, seperti longsor.

Bupati Kuansing Suhardiman Amby mengatakan enam unit alat berat itu bisa dimobilisasi kapan saja dan setiap saat bila dibutuhkan, baik dalam penanganan jalan longsor atau lainnya. “Saya minta PUPR siaga, termasuk operator alat,” ujarnya.

Selain itu, Bupati Suhardiman Amby mengimbau kepada masyarakatnya selalu berhati-hati dan waspada termasuk dalam berkendara. Apalagi, kondisi ruas jalan kabupaten, ruas jalan provinsi dan ruas jalan nasional yang masuk dalam wilayahnya belum semuanya baik.

Untuk jalan yang berstatus provinsi, pemkab telah berkoordinasi dengan Pemprov Riau. “Alhamdulillah, ruas jalan provinsi yang di Kuansing sudah ada yang diperbaiki walau belum maksimal,” ujarnya. Begitu juga dengan jalan nasional yang melintasi Kuansing, seperti Telukkuantan-Pekanbaru, Telukkuantan-Perbatasan Sumatera Barat di Kiliran Jao.

Beberapa titik jalan nasional di Kabupaten Kuansing juga rawan longsor. Yakni ruas jalan lintas di kawasan Bukit Betabuh Kecamatan Kuantan Mudik. Tahun 2024 lalu, juga terjadi longsor hingga hampir menyebabkan akses jalan putus menuju Sumatera melewati Kuansing. Titik kedua berada di kawasan jalan lintas nasional di kawasan Bukit Cokiak, Kelurahan Muara Lembu Kecamatan Singingi.

Polres Kuansing mengingatkan agar para pengendara selalu waspada dan berhati-hati dalam berkendara di jalan raya. Apalagi di tengah perubahan cuaca sekarang ini yang menyebabkan jalan licin dan berpotensi terjadinya longsor dadakan.

Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat melalui Kasatlantas AKP A Ramadhan mengatakan, dari segi kondisi, ruas jalan lintas yang melewati Kabupaten Kuansing, baik arah Telukkuantan-Pekanbaru, Telukkuantan-Rengat, dan Telukkuantan-Sumatera Barat sudah jauh lebih baik. ‘’Tetapi beberapa titik, masih ada sedikit jalan yang berlubang dan perlu diwaspadai pengendara,’’ ujarnya.

Di Kampar, pemkab setempat melalui Dinas PUPR serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana longsor. Fokus kesiapsiagaan diarahkan pada jalur utama penghubung Riau dengan Sumatera Barat (Sumbar), yang dikenal sebagai salah satu kawasan paling rawan longsor di wilayah tersebut.

Plt Kepala Dinas PUPR Kampar Afrudin Amga menegaskan, telah mengerahkan alat berat untuk siaga penuh di titik-titik rawan. “Untuk menghadapi Nataru, kita tetap siaga. Alat berat stand by di lokasi-lokasi rawan longsor. Kami terus berkoordinasi dengan pihak BPJN untuk penanganan di jalan nasional. Sementara di ruas jalan kabupaten yang kondisinya belum ideal, peningkatan kualitas akan menjadi prioritas,” ujar Amga.

Di sisi lain, BPBD Kampar turut meningkatkan sistem peringatan dini dengan menyoroti beberapa titik kritis di jalur Riau-Sumbar, terutama pada kawasan Kecamatan Kuok hingga perbatasan Sumbar. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB, Adi Candra Lukita, meminta masyarakat harus ekstrawaspada saat melintasi wilayah yang dikategorikan sebagai “zona merah” longsor.

“Zona merah longsor berada di sekitar kilometer 76 sampai kilometer 85 jalur nasional Riau-Sumbar. Ini harus menjadi perhatian serius bagi masyarakat yang melintas, terutama pada malam hari atau saat hujan turun deras,” jelas Adi Candra.

Adi Candra menambahkan, rawan longsor juga di Km 87 Desa Pulau Gadang, Km 97 97 dan Km 106/107 Desa Tanjung Alai, serta Km 109 Kecamatan XIII Koto Kampar. Petugas gabungan dari BPBD, PUPR, kepolisian, dan relawan akan ditempatkan di beberapa pos pemantauan guna mempercepat respons apabila terjadi pergerakan tanah atau material longsor.

Di Pelalawan, Dinas PUPR menyebutkan dampak perubahan cuaca telah menyebabkan 60 persen infrastruktur jalan di Negeri Amanah ini mengalami kerusakan, baik rusak ringan, sedang, maupun berat. Anggaran lebih besar untuk perbaikan infrastruktur jalan yang telah menjadi program skala prioritas pun diperlukan.

Kepala Dinas PUPR Pelalawan Irham Nisbar ST didampingi Kabid Bina Marga Malanton Lumban Gaol, Ahad (7/13) mengatakan, jalan yang menjadi kewenangan Pemkab Pelalawan mencapai 1.238,218 km. ‘’Sekitar 60 persen dalam kondisi rusak. Baik itu rusak berat maupun rusak ringan,’’ ujarnya.

Total 752,244 yang rusak, dengan rincian rusak berat sepanjang 7,349 km dan rusak ringan 745,297 km. “Untuk memperbaiki semua jalan yang rusak, anggarannya pasti sangat besar. Tapi karena kami terkendala keterbatasan anggaran, maka secara bertahap kami lakukan atau sesuai dengan kesanggupan keuangan daerah,” terangnya.

Namun ada 40 persen atau seluas 485,974 km, jalan kabupaten masuk kondisi mantap. Rinciannya yakni baik seluas 373,829 km dan sedang seluas 112,145 km. “Alhamdulillah, jalan dalam kondisi mantap ini telah berdampak dengan semakin membaik serta meluasnya akses antarkecamatan dan antardesa sehingga berkurang daerah yang terisolir,” paparnya.

Dikatakan Irham, kondisi terkini jalur lintas utama yang digunakan masyarakat saat libur Nataru, cukup banyak mengalami kerusakan. Namun demikian, saat ini tengah dalam perbaikan BPJN. “Sejumlah titik jalan rusak masih dalam tahap perbaikan. Khususnya Jalan Lintas Timur Km 83-85,” sebutnya.

Pihaknya akan melakukan perbaikan jalan rusak dalam kota. Salah satunya melakukan tambal sulam serta aspal dingin. “Kalau untuk peningkatan tak ada, cuma fungsional saja atau perbaikan jalan rusak ringan atau sedang saja. Sedangkan untuk rusak berat kita tak ada anggaran. Dan diusulkan dananya ke pemprov serta pusat,’’ ujarnya.

Ditambahkan Irham, untuk antisipasi terhadap titik banjir dan longsor, pihaknya fokus di Km 83-85. Rambu peringatan, khususnya di lokasi rawan truk terguling segera disaiapkan. Meski demikian, sejauh ini tidak ada progres proyek-proyek yang sedang berjalan dan pengaruhnya pada lalu lintas.

Di Rokan Hilir (Rohil), panjang ruas jalan yang merupakan kewenangan Kabupaten Rohil mencapai 1.961,526 km. Jika dilihat dari jenis permukaan jalan, sepanjang 413,53 km jalan dengan permukaan aspal, permukaan kerikil sepanjang 615,846 km, permukaan tanah sepanjang 115,608 km, dan permukaan lainnya sepanjang 60,589 km.

Dilihat dari kondisi jalan, persentase jalan dengan kondisi rusak berat sebesar 69,59 persen atau lebih kurang 1.365 km, rusak sebesar 5,41 persen atau lebih kurang 106 meter lebih, yang baik 14,66 persen atau lebih kurang 287,6 km, dan dengan kondisi sedang sebesar 10,35 persen atau lebih kurang sepanjang 204,0 km.

Kepala Dinas PUPR Rohil Khoirul Fahmi ST melalui Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Abdul Halim mengatakan, pada tahun ini terdapat alokasi anggaran lebih dari Rp50 miliar untuk pembangunan maupun peningkatan jalan dan jembatan. “Proyek tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2025 sesuai kontrak kerja yang telah disepakati,” katanya.

Kepala PUPR Rohil Khoriul Fahmi ST menerangkan terdapat berbagai pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan pada saat ini, seperti pembangunan akses jalan lintas di wilayah Kecamatan Kubu, selanjutnya di Lintas Mengala dan di Pujud.

Selain itu akses infrastruktur di wilayah pesisir seperti di Kecamatan Pasir Limau Kapas juga menjadi perhatian. Khoirul menuturkan telah turun langsung ke Panipahan guna memastikan perbaikan infrastruktur berjalan dengan baik sebagaimana yang diharapkan. “Bahkan yang terdapat kerusakan untuk tanggap cepat dilakukan perbaikan secara swakelola,” katanya.

Di Bengkalis, Bupati Bengkalis Kasmarni juga akan memastikan semuanya siap siaga. “Kami mengharapkan Nataru di Wilayah Kabupaten Bengkalis harus kondusif dan berjalan lancar tanpa hambatan,” katanya. “Kekhawatiran kita akan lonjakan memang akan terjadi. Namun, melalui persiapan matang dan kerja sama lintas sektor, tentu itu dapat diminimalisir,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Dishub Bengkalis Ardiansyah, berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Ardiansyah menyebutkan sedang membenahi sistem pelayaran di Pulau Bengkalis, termasuk pengetatan aturan muatan truk dan disiplin antrean kendaraan.

“Kami memastikan tidak ada kendaraan yang masuk tanpa mengikuti jalur antrean. Siapapun pemilik mobilnya, tetap wajib antre. Ini untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama,” tegasnya.

Kapolres Bengkalis AKBP Budi Setiawan melalui Kasatlantas AKP Vino Lestari juga mengatakan, sudah menyiapkan langkah antisipasi, khususnya terkait jalur rawan kecelakaan lalu lintas, jalur rawan longsor, dan banjir.

“Tentu semua sudah dipetakan karena kegiatan ini berlangsung setiap tahun. Melalui hasil evaluasi tahun lalu, maka perbedaanya juga tidak terlalu jauh. Makanya kesiapan personel di lapangan yang akan menjadi fokus kita di lapangan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, ada lima area yang tinggi rawan kecelakaan atau juga disebut black spot di Kecamatan Bathin Solapan dan Pinggir. Ini karena kondisi jalan berlubang, berpasir, jalan tidak rata, tak ada rambu-rambu pemberitahuan adanya tikungan berhenti serta perlunya penerangan jalan.

“Lima area tersebut di antaranya, jalan Lintas Duri-Dumai Km 5 Kulim, jalan Lintas Duri-Dumai Km 8 Kulim, jalan Lintas Duri-Dumai Km 18 Simpang Puncak Kecamatan Bathin Solapan, Jalan Lintas Duri-Pekanbaru Km 112, dan Jalan Lintas Duri-Pekanbaru Km 124 Kecamatan Pinggir,” jelasnya.

Di Rokan Hulu (Rohul), pemkab bersama forkopimda berupaya memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat yang bepergian liburan dan mudik dalam rangka Nataru. ‘’Kami telah rapat untuk memberikan rasa nyaman, aman bagi masyarakat yang libur dan mudik melintasi wilayah Rohul menuju perbatasan Sumatera Utara,’’ ujar Bupati Rohul Anton ST MM, Sabtu (6/12).

Bupati Anton mengetakan sudah instruksikan Dinas PUPR untuk memastikan kesiapan infrastruktur jalan dan jembatan yang akan dilalui masyarakat saat Nataru. ‘’Sejumlah titik rawan longsor, banjir, dan jalan amblas telah dipetakan. Alat berat disiagakan di titik-titik strategis,’’ sebutnya

Menurutnya, untuk akses jalan provinsi dan kabupaten yang menjadi jalur alternatif pemudik, kondisinya fungsional dapat dilalui oleh pemudik. Pemkab Rohul dan Dinas PUPR-PKPP Riau telah melakukan pemeliharaan dan perbaikan titik ruas jalan yang rusak. Seperti Simpang Rantau Berangin-Kabun-Tandun-Ujungbatu-Pasirpengaraian hingga batas Sumut.

Sementara ruas jalan Ujungbatu-Rokan IV Koto-batas Sumbar mengalami rusak ringan, namun masih bisa dilintasi oleh kendaraan bermotor. ‘’Menjelang Nataru, akses jalan provinsi dan jalan kabupaten yang dilintasi pemudik telah diperbaiki dan fungsional. Kalaupun ada beberapa titik jalan yang berlubang, masih bisa dilewati oleh kendaraan bermotor,’’ ujar mantan Kadis PUPR Rohul itu.

Dijelaskannya, sejumlah kecamatan di Rohul yang rawan longsor dan banjir telah dipetakan. Titik rawan berncana ruas jalan provinsi Rokan IV Koto Batas Sumbar dan Ruas jalan Sontang-Batas Duri.

Sementara itu, Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra, Sabtu (6/12) menyatakan siap mengamankan perayaan Nataru di wilayah hukum Kabupaten Rohul. Jalur mudik di ruas jalan provinsi dipantau secara intensif, terutama khususnya di titik-titik rawan kemacetan.

“Kesiapan adalah kunci untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam merayakan Nataru. Dengan adanya pos pelayanan dan pengamanan terpadu, kita dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang pergi liburan dan mudik,” tegasnya,

Di Pekanbaru, Polresta Pekanbaru mulai melakukan pemetaan terhadap potensi kerawanan lalu lintas serta kesiapan pengamanan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat. Kasatlantas Polresta Pekanbaru, AKP Satrio Wicaksana menyampaikan sejumlah titik rawan kemacetan, lokasi bencana, hingga rencana penempatan pos pengamanan.


Dijelaskannya, beberapa ruas jalan diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan, terutama pada puncak arus mudik dan balik. Titik-titik tersebut meliputi Jalan Garuda Sakti, traffic light Tabek Gadang, u-turn Sola, Tugu Songket, serta Jalan Tuanku Tambusai pada kawasan Mal Living World hingga Mal SKA.

Selain itu, Jalan Diponegoro juga masuk dalam zona waspada padat kendaraan. Lebih lanjut dijelaskannya, polisi juga mengidentifikasi sejumlah ruas yang berpotensi mengalami banjir maupun gangguan struktur jalan. Di antaranya Jalan Sudirman Ujung dan Jalan Yos Sudarso yang sering tergenang pada musim hujan, terutama saat intensitas cuaca ekstrem meningkat.

AKP Satrio mengatakan, sejumlah ruas juga diidentifikasi sebagai titik rawan kecelakaan, termasuk Jalan Yos Sudarso Km 17-22, Jalan Garuda Sakti Km 2-3, dan Jalan SM Amin. Meski demikian, tidak ditemukan laporan signifikan terkait jalan rusak yang berpotensi menghambat laju kendaraan pada periode Nataru tahun ini.

AKP Satrio Wicaksana juga menegaskan, pihaknya telah melakukan imbauan rutin kepada masyarakat melalui personel unit Kamsel Satlantas Polresta Pekanbaru di Terminal AKAP, Pelabuhan Sungai Duku, serta berbagai ruas jalan. ‘’Selalu berkendara dengan aman, nyaman, dan tertib serta patuhi rambu lalu lintas dan batas kecepatan,” katanya.

Perketat Pengawasan Keselamatan Armada

 

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Selatpanjang, Kepulauan Meranti mulai memperketat pengawasan keselamatan pelayaran menjelang libur Nataru. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh armada angkutan laut yang beroperasi di wilayah Kepulauan Meranti berada dalam kondisi laik laut dan aman bagi penumpang.

Kepala KSOP Kelas IV Selatpanjang, Capt Derita Adi Prasetyo mengatakan, Pelabuhan Tanjung Harapan menjadi pintu utama kunjungan domestik dan mancanegara. Untuk itu dalam nenjaga aspek keselamatan menjadi penting, ramp check pun dilakukan terhadap seluruh kapal, termasuk armada penumpang reguler dan kapal cepat.

“Menjelang Nataru, mobilitas masyarakat meningkat cukup signifikan. Karena itu, kami memastikan tidak ada kapal yang berlayar sebelum benar-benar dinyatakan laik laut. Seluruh komponen keselamatan, mesin, dokumen kapal, hingga alat keselamatan wajib kami periksa,” tegas Derita.

Ramp check dilakukan menyeluruh, mulai dari pengecekan life jacket, alat pemadam kebakaran, radio komunikasi, pompa air, instalasi listrik, hingga keabsahan izin dan sertifikat kapal. Selain itu, petugas KSOP juga memastikan kru kapal memahami prosedur keadaan darurat dan standar keselamatan penumpang.

KSOP Selatpanjang juga meningkatkan patroli dan pengawasan di pelabuhan utama seperti Pelabuhan Tanjung Harapan dan sejumlah pelabuhan rakyat. Penumpang juga diimbau mematuhi aturan, termasuk tidak memaksakan diri naik kapal yang sudah penuh. ‘’Pengawasan akan terus kami lakukan selama masa Nataru,” tuturnya.(sol/dac/kom/amn/fad/ksm/epp/dof/wir/das)

Editor : Bayu Saputra
#Lintas Sumbar-Riau #jalan rusak #jalan riau #nataru