Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

12 Kabupaten dan Kota di Riau Siaga Darurat Bencana

Soleh Saputra • Rabu, 17 Desember 2025 | 09:21 WIB
Gumpalan awan hitam menyelimuti langit wilayah Kota Pekanbaru, Jumat (10/5/2024).
Gumpalan awan hitam menyelimuti langit wilayah Kota Pekanbaru, Jumat (10/5/2024).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Semua kabupaten dan kota di Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Langkah ini sebagai antisipasi menghadapi cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Kebakaran (BPBD Damkar) Riau telah menerima surat penetapan status siaga darurat bencana hidrometeorologi dari 11 kabupaten dan kota. Satu kabupaten lagi, Indragiri Hulu juga sudah melakukan penetapan, namun surat keputusannya belum diterima.

Kepala BPBD DamkarRiau M Edy Afrizal mengatakan, penetapan status tersebut sebagai bentuk kesiapsiagaan dini karena saat ini Riau sudah memasuki musim hujan. 

“Saat ini sudah 11 daerah di Riau yang sudah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Ke-11 daerah itu yakni Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Siak, Rokan Hilir (Rohil), Indragiri Hilir (Inhil), Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi (Kuansing), Kampar, Bengkalis, Pelalawan, Kota Pekanbaru dan Kota Dumai. Sementara Inhu SK-nya belum masuk,” katanya.

Bagi daerah yang belum menetapkan status sebagai darurat bencana hidrometeorologi tersebut, pihaknya mendorong agar dapat menerapkan status serupa. Pasalnya dengan penetapan status jika terjadi bencana maka dapat dilakukan penanganan dengan cepat.

“Kami mendorong agar daerah yang belum menetapkan, segera menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi, agar ketika terjadi bencana dapat segera dilakukan tindakan,” sebutnya.

Sementara itu, saat ini dilaporkan terjadi banjir di dua desa di Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) akibat tingginya intensitas hujan di wilayah itu beberapa hari terakhir. Akibat peristiwa itu setidaknya terdapat 243 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir akibat meluapnya air sungai. Ratusan KK tersebut terdiri dari 188 KK di Desa Lubuk Besar, dan 55 KK di Desa Limau Manis.

Mendapat laporan itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto langsung memerintah Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadaman Kebakaran (BPBD Damkar) Riau berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dissos) Riau untuk mengirim bantuan ke masyarakat terdampak banjir.

“Tadi sudah kami perintahkan BPBD dan Dinas Sosial turun, dan mengirim bantuan untuk masyarakat kita yang terdampak banjir di Kecamatan Kemuning, Inhil,” ucap Plt Gubri.

Plt Gubri mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir. Sebab saat ini wilayah Riau tengah menghadapi musim hujan.

“Masyarakat kita imbau untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di sepanjang sungai waspada terhadap kemungkinan meluapnya air sungai. Kemudian segera laporkan jika ada potensi bahaya banjir di daerahnya,” imbuhnya.

Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal langsung gerak cepat untuk mengirim bantuan kepada masyarakat dua desa di Kemuning yang terdampak banjir.

“Banjir di Kemuning mulai surat. Namun arahan pimpinan Pak Plt Gubernur kita diminta untuk gerak cepat mengirim bantuan logistik ke korban banjir di Desa Lubuk Besar dan Limau Manis, Kecamatan Kemuning. Sekarang sedang kita siapkan dan segera diberangkatkan,” kata Edy Afrizal.

Adapun bantuan logistik dari BPBD Damkar Riau yang akan disalurkan di antaranya, Gula 50 Kg, minyak goreng 60 liter, mie instant 50 kadus, sarden 96 kaleng, pampers 50 pack, kain sarung 20 lembar, selimut 50 lembar, matras 25 lembar, terpal 20 lembar.

Kemudian bantuan dari Dissos Riau meliputi makanan anak 56 paket, tenda keluarga 4 unit, kasur 65 lembar, tenda gulung 40 lembar, selimut 50 lembar, family kit 70 paket, kids ware 16 paket, peralatan dapur keluarga 25 paket, beras belida 2.000 Kg, mie instan 200 kadus, gula pasir 200 Kg, dan minyak goreng 200 liter.

Inhu Sudah Menetapkan
Pihak Pemkab Inhu mengatakan telah menetapkan secara resmi status keadaan darurat bencana Hidrometeorologi pada Kamis (11/12). Penetapan status itu melalui rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Inhu, Zulfahmi Adrian AP MSI.

Sebelum penetapan status, dilakukan diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh Sekdakab Inhu. Bahkan, pihak Polres Inhu menyarankan perlunya simulasi penanganan bencana. “Penetapan status keadaan darurat bencana Hidrometeorologi sebagai upaya untuk memudahkan penanagan dan pengendalian hingga evakuasi,” ujar Sekdakab Inhu, Zulfahmi Adrian AP MSI.(ose)

Laporan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru

Editor : Arif Oktafian
#siaga #riau #darurat bencana