Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Distribusi MBG Tetap Jalan saat Libur Sekolah, Penerima Ibu Hamil, Menyusui dan Balita

Redaksi • Senin, 22 Desember 2025 | 09:42 WIB
Murid  menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 99 Pekanbaru, Senin  (6/10/2025). Sejumlah sekolah di Pekanbaru sudah mulai menikmati program MBG dari pemerintah.
Murid menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 99 Pekanbaru, Senin (6/10/2025). Sejumlah sekolah di Pekanbaru sudah mulai menikmati program MBG dari pemerintah.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan saat libur sekolah. Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan seluruh sasaran penerima manfaat tetap mendapatkan MBG. Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati mengatakan, distribusi MBG tetap berjalan meski sekolah memasuki masa libur semester.

Kelompok rentan ibu hamil (bumil), ibu menyusui, dan anak balita (Kelompok 3B) tetap mendapatkan MBG enam hari dalam sepekan. Sementara, siswa dan santri memperoleh paket MBG dengan mekanisme yang disesuaikan dengan kondisi libur sekolah. ”Ini komitmen kami menjaga keberlanjutan pemenuhan gizi,” ujarnya.

Selama libur sekolah, BGN menerapkan sistem paket kombinasi. Setiap penerima memperoleh satu menu siap santap yang dimasak oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta dua paket MBG kemasan untuk dibawa pulang. Paket kemasan berisi roti, telur, susu, dan buah yang disusun sesuai prinsip gizi seimbang dan Angka Kecukupan Gizi (AKG).

Selain itu, BGN menerapkan sistem dua totebag berbeda warna dalam pendistribusian paket MBG. Setiap SPPG wajib menyediakan dua tas jinjing, biru dan merah. Itu digunakan secara bergiliran. Mekanisme ini bertujuan memperkuat ketertiban, transparansi, serta mencegah potensi pengambilan ganda atau distribusi yang tidak sesuai data.

”Dengan dua totebag berbeda war­na, petugas dapat langsung mengetahui paket mana yang sudah diterima dan mana yang akan ditukar berikutnya,” kata Hida.

Dari sisi anggaran, alokasi MBG tetap sebesar Rp15.000 per penerima manfaat. Dana itu dibagi dalam tiga komponen, yakni biaya bahan baku sesuai harga riil, biaya operasional minimum di luar honor relawan, serta biaya sewa yang dihitung berdasarkan rata-rata jumlah porsi saat operasional normal.

BGN juga mengatur bahwa paket MBG kemasan hanya dirancang untuk ketahanan maksimal dua hari. Ketentuan ini bertujuan menjaga keamanan pangan dan mencegah risiko konsumsi makanan yang melewati batas aman. Isi paket dipilih dari bahan pangan yang tahan suhu ruang namun tetap bergizi.

Selain itu, distribusi MBG selama libur sekolah bersifat fleksibel. SPPG diperbolehkan membagikan paket MBG kemasan sehari sebelum libur jika diperlukan, terutama untuk mengantisipasi perubahan kalender pendidikan di daerah.(lyn/aph/jpg)

Editor : Arif Oktafian
#ibu hamil #libur sekolah #balita #Mbg