Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Libur Nataru, Lalu Lintas Jalintim, Terminal Pekanbaru dan Pelabuhan Mulai Padat

Tim Redaksi • Selasa, 23 Desember 2025 | 10:15 WIB

Petugas mengawasi aktivitas calon penumpang kapal di Trestel Dermaga Pelabuhan Tanjung Harapan, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (22/12/2025).
Petugas mengawasi aktivitas calon penumpang kapal di Trestel Dermaga Pelabuhan Tanjung Harapan, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (22/12/2025).


PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Memasuki masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), arus lalu lintas di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kabupaten Pelalawan mulai meningkat. Jalur yang menghubungkan Riau ke Provinsi Jambi ini ramai dilalui kendaraan angkutan umum seperti bus, mobil pribadi, dan kendaraan roda dua.

“Berdasarkan pantauan dari beberapa Pos Pengamanan Jalur Mudik Operasi Lilin 2025 yang tersebar di tiga titik Jalan Lintas Timur Pelalawan, menunjukkan adanya peningkatan sekitar 5 persen jumlah kendaraan yang melintas, khususnya dari arah Inhu menuju Pekanbaru,’’ ujar Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara SIK melalui Kasatlantas AKP Tatit Rizkyan Hanafi SIK, Senin (22/12).

“Sebaliknya dari arah Pekanbaru menuju wilayah Inhu mengalami peningkatan sekitar 3 persen dari hari biasa. Namun demikian, hingga saat ini kondisi arus lalu lintas masih berjalan lancar tanpa adanya kemacetan. Pasalnya, kita telah mengerahkan ratusan personel gabungan untuk memantau dan mengawasi titik rawan kecelakaan lalu lintas dan rawan banjir atau longsor,” tambahnya.

Untuk memberikan rasa aman dari berbagai aktivitas kriminalitas dalam perayaan Nataru tersebut, Polres Pelalawan telah menyiagakan personel gabungan. Untuk pengamanan operasi ini, Polres Pelalawan menerjunkan sebanyak 114 personel yang dibantu oleh 20 personel instansi lintas sektoral seperti TNI, Dinas Kesehatan, Dishub, Damkar, PMI, dan Senkom.

Diungkapkan mantan Kapolsek Pangkalankerinci ini, ada empat titik yang perlu diwaspadai karena masuk dalam peta rawan kecelakaan lalu lintas serta rawan langgar. Yakni Jalan Lintas Timur Km 45-50 Desa Kiyap Jaya Kecamatan Bandar Seikijang, Km 113 Desa Dundangan 

Kecamatan Pangkalan Kuras, Km 121 tepatnya di SPBU Nilam Sari, Desa Pesaguan Kecamatan Bandar Petalangan, dan Km 144 Desa Ukui Dua Kecamatan Ukui.

“Untuk antisipasi titik jalan yang kerap menimbulkan kecelakaan ini, kita telah memasang spanduk imbauan dan peringatan dititik rawan sepanjang Jalintim tersebut. Diharapkan dengan adanya imbauan ini, para pengguna jalan yang akan mudik dapat mengendarai kendaraan lebih hati-hati lagi agar dapat terhindar dari lakalantas,” paparnya.

Sedangkan untuk titik rawan banjir dan longsor, berada di titik lokasi banjir pada awal tahun 2024 lalu. Yakni di Km 83-84 Desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Polda Riau bersama BPJN telah menyiapkan posko darurat di atas jembatan dan menyiagakan petugas pemandu jalan apabila terjadi genangan.

Alat berat untuk evakuasi juga disiagakan jika ada kendaraan yang keluar jalur atau terjebak banjir. “Tapi sejauh ini kondisinya masih aman atau tidak ada banjir. Karena posisi debit air Sungai Kampar masih berada dalam posisi rendah sehingga tidak meluap kebadan jalan,’’ jelasnya.

“Bagi masyarakat yang memerlukan informasi jalan serta kondisi perjalanan arus mudik nantinya secara terperinci, dipersilakan untuk mengunjungi pos pangamanan (pospam) dan pos pelayanan (posyan) yang telah didirikan di sepanjang Jalan Lintas Timur Pelalawan,” tambahnya.

“Adapun pospam dan posyan tersebut yakni empat pospam yang berada di Jalan Lintas Timur. Yakni Pos Pam Simpang Beringin Bandar Sungai Kijang, Pospam Km 55 dan Pospam di depan SPBU Nilam Sari Ukui. Serta posyan depan Ramayana Pangkalankerinci. Diharapkan pos pelayanan ini dapat bermanfaat bagi pengguna jalan libur Nataru,” tuturnya.

Aktivitas Terminal BRPS Meningkat 18 Persen
Aktivitas di Terminal AKAP Payung Sekaki atau Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru meningkat. Dalam dua hari terakhir, peningkatan jumlah penumpang terasa signifikan. Baik rute Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Antarkota Antarprovinsi (AKAP), terutama tujuan Pulau Jawa dan Sumatera Utara.

Pada siang hari sekitar pukul 14.00 WIB, bus-bus tujuan Bandung dan Jakarta mulai berangkat satu per satu. Sementara itu, menjelang petang hingga malam, giliran bus tujuan Medan, Pematang Siantar, dan sejumlah daerah di Sumatera Utara yang dipadati penumpang. “Keberangkatan paling ramai terjadi pada sore sampai malam hari. Hampir semua armada ke Sumatera Utara sudah terisi penuh,” ujar Kepala Terminal BRPS Pekanbaru, Bambang Armanto, Senin (22/12).

Data terminal mencatat, pada arus Nataru tanggal 21 Desember 2025, jumlah penumpang AKDP mencapai 2.580 orang. Angka tersebut dilayani oleh 304 armada bus dengan kapasitas lebih dari 10 ribu kursi. Untuk AKAP, jumlah penumpang mencapai 384 orang, meningkat sekitar 18 persen dibanding hari normal.

Meski sebagian besar rute ramai, ada pula jalur yang masih terhenti. Bus tujuan Sibolga belum beroperasi akibat dampak banjir di wilayah tersebut. Kendati demikian, semangat para pemudik tak surut. Perjalanan mudik nataru tahun ini juga diwarnai sejumlah tantangan. Keterlambatan kedatangan bus dari Aceh dan Sumatera Utara kerap terjadi akibat antrean panjang pengisian bahan bakar minyak (BBM). “Bahkan, bus yang seharusnya tiba pagi hari baru sampai siang atau sore,” katanya.

Hal serupa dialami bus dari Pulau Jawa. Gelombang tinggi di jalur penyeberangan serta antrean BBM di wilayah Palembang membuat waktu tempuh menjadi lebih panjang. Meski demikian, Bambang memastikan hingga saat ini belum ditemukan kenaikan tarif tiket, khususnya untuk kelas ekonomi yang telah diatur pemerintah melalui batas atas dan bawah. Sementara tarif kelas eksekutif diserahkan kepada masing-masing perusahaan otobus.

Terminal BRPS juga bersiap menghadapi gelombang balik. Puncak arus kedatangan penumpang ke Pekanbaru diperkirakan terjadi pada 3 hingga 4 Januari 2026, seiring berakhirnya masa libur nataru. Bambang mengimbau penumpang tidak membawa barang berlebihan.

Sementara pengemudi diminta tetap mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga kondisi kendaraan. “Tujuan mudik adalah berkumpul dengan keluarga. Karena itu, keselamatan harus menjadi yang utama agar semua bisa sampai dengan selamat,” ujar Bambang.

KSOP Siagakan 46 Unit Armada
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Selatpanjang memperketat kesiapsiagaan. Dari ramp check armada hingga pendirian posko terpadu, seluruh langkah disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan arus penumpang yang diprediksi naik lima persen dibanding hari normal.

Kepala KSOP Kelas IV Selatpanjang, Derita Adi Prasetyo mengatakan, persiapan telah dilakukan sejak jauh hari. Seperti menggelar rapat koordinasi pada 11 Desember 2025 lalu. Rapat itu kata dia membahas kesiapan arus mudik dan balik, baik domestik maupun internasional di Pelabuhan Tanjung Harapan, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Pelabuhan Tanjung Harapan menjadi pintu utama pergerakan penumpang. Karena itu, seluruh potensi kerawanan harus diantisipasi sejak awal,” ujar Derita. KSOP Selatpanjang juga telah melakukan ramp check secara maraton terhadap seluruh kapal penumpang yang beroperasi di wilayah kerjanya.

Pemeriksaan dipimpin langsung oleh Derita bersama Marine Inspector dan jajaran petugas KSOP, dengan melibatkan nakhoda serta anak buah kapal (ABK) dari masing-masing armada. Ramp check dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengecekan kondisi fisik kapal, sistem navigasi, mesin, hingga kelengkapan alat keselamatan seperti jaket pelampung dan peralatan darurat.

Tak hanya aspek teknis, kecakapan awak kapal dalam menghadapi situasi darurat juga menjadi fokus utama pemeriksaan. “Hasil ramp check menunjukkan seluruh kapal yang diperiksa memenuhi standar keselamatan dan dinyatakan layak laut. Armada ini siap melayani masyarakat selama masa angkutan Nataru,” tegas Derita.

Derita menyebutkan, selama periode 18 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026, KSOP Selatpanjang memprediksi kenaikan jumlah penumpang sekitar 5 persen dibanding hari normal. “Meski kenaikannya tidak ekstrem, kami tetap mengantisipasi lonjakan dengan kesiapan maksimal. Keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya. (amn/dof/wir/das)

Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru

Editor : Arif Oktafian
#arus lalulintas #riau #lubur Nataru #jalintim