Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dorong Daya Beli, Gelontorkan Stimulus Berlapis

Redaksi • Sabtu, 27 Desember 2025 | 15:42 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso (kanan) dan Menteri UMKM Maman Abdurrahman meninjau sejumlah toko di Pondok Indah Mall 1, Jakarta
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso (kanan) dan Menteri UMKM Maman Abdurrahman meninjau sejumlah toko di Pondok Indah Mall 1, Jakarta

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pemerintah tancap gas menjaga denyut ekonomi nasional menjelang tutup tahun 2025 hingga awal 2026. Dari diskon tiket transportasi massal, bantuan sosial, hingga relaksasi kredit usaha rakyat (KUR), sederet stimulus digulirkan untuk menopang daya beli masyarakat sekaligus memastikan roda ekonomi tetap berputar di tengah momentum libur akhir tahun.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, paket kebijakan tersebut dirancang untuk mendorong konsumsi domestik dan aktivitas ekonomi, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat. Salah satunya melalui diskon tiket

kereta api hingga 30 persen. Hingga 26 Desember, jumlah penumpang mencapai 1.093.231 orang dengan serapan anggaran 83,36 persen, melampaui target awal sebesar 70 persen.

“Untuk sektor penyeberangan, ASDP juga memberikan diskon 19 persen. Realisasinya sudah mencapai 89.982 unit kendaraan dan 235.556 penumpang, atau sekitar 18 persen dari target,” ujar Airlangga di sela meninjau sejumlah toko di Pondok Indah Mall 1, Jakarta Selatan, Jumat (26/12).

Di sisi perlindungan sosial, pemerintah memperkuat bantalan ekonomi masyarakat melalui bantuan langsung tunai. BLT Kesejahteraan disalurkan kepada 29.912.362 keluarga penerima manfaat, menyesuaikan data sensus ekonomi nasional terbaru. Penyalurannya ditargetkan rampung paling lambat 29 Desember 2025.

Perhatian khusus juga diberikan kepada wilayah terdampak bencana, terutama di Sumatera. Pemerintah menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp8 juta per keluarga korban banjir dan longsor. Bantuan tersebut terdiri atas Rp3 juta untuk pengisian rumah dan Rp5 juta untuk pemulihan ekonomi. Selain itu, keluarga korban meninggal dunia menerima santunan Rp15 juta, sementara korban luka berat memperoleh Rp5 juta.

Sementara itu, untuk menopang pemulihan UMKM, pemerintah menerapkan relaksasi KUR pascabencana di Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat. Seluruh debitur KUR di wilayah tersebut dimoratorium dari kewajiban pembayaran bunga dan cicilan, disertai pemantauan percepatan pemulihan usaha.

“Untuk KUR baru, kami tetapkan skema bunga khusus. Tahun 2026 bunganya 0 persen, naik menjadi 3 persen pada 2027, dan kembali ke 6 persen pada 2028,” ujar Airlangga.(mim/dio/das)

Editor : Bayu Saputra
#Airlangg Hartarto #Menko Pereknomian #perekonomian