PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pipa gas nasional Grissik Duri (GD) KP222 Dusun Nibul Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meledak, Jumat (2/1). Diduga, pipa di dalam tanah yang dikelola PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) ini mengalami kebocoran.
Kapolsek Kemuning Kompol M Simanungkalit SH MH mengatakan, hingga saat ini penyebab pasti insiden tersebut masih dalam proses penyelidikan dan belum dapat dipastikan secara resmi. ‘’Dugaan sementara, penyebab ledakan mengarah pada kebocoran pipa gas yang berada di dalam tanah,’’ ujarnya saat dikonfirmasi, kemarin.
Empat unit rumah warga dan lima unit sepeda motor dilaporkan hangus terbakar akibat hawa panas dari kobaran api yang mencapai ketinggian 15 meter tersebut. Selain itu, dua sopir truk juga dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Keduanya langsung dievakuasi dan dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Jalan lintas timur di Desa Batu Ampar juga sempat dilakukan penutupan akibat lokasi kebakaran yang
hanya berjarak ratusan meter dari jalan antar provinsi tersebut. Kapolsek Simanungkalit menegaskan, penutupan jalan dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya lanjutan dari kebakaran pipa gas tersebut.
“Jalan Lintas Timur kami tutup sementara. Kami juga menetapkan radius aman antara 500 meter hingga 1 kilometer dari lokasi pipa gas yang terbakar. Masyarakat dilarang mendekat ke area kejadian,” tegas Kapolsek Kemuning.
Akibat penutupan tersebut, arus lalu lintas di sekitar Desa Batu Ampar mengalami kemacetan cukup panjang. Aparat kepolisian bersama instansi terkait melakukan pengamanan lokasi serta pengaturan lalu lintas di sekitar area terdampak.
Kapolres Inhil, AKBP Farouk Oktora SIK mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pengamanan di sekitaran lokasi ledakan pipa gas. “Kami sudah di lapangan melakukan pengamanan dan melakukan pengaturan lalu lintas,” ujarnya.
Kapolres melanjutkan, dari koordinasi dengan petugas terkait untuk memutus jalur distribusi gas, api padam 3 jam setelah jalur ditutup. Hingga saat ini tim gabungan TNI, Polri, BPBD, Damkar dan lainnya masih berada di sekitar lokasi kejadian. Dari informasi api sudah mengecil.
Salah seorang warga setempat, Jadri mengaku ledakan terjadi secara tiba-tiba dan disertai dentuman keras yang membuat warga panik. “Awalnya terdengar dentuman keras, lalu api langsung membesar. Meski saat itu hujan deras, hawa panas terasa sampai ke permukiman warga,” ujarnya.
Ia mengatakan, api dengan cepat merambat ke rumah-rumah warga yang berada tidak jauh dari jalur pipa gas, termasuk sejumlah sepeda motor yang terparkir di sekitar lokasi.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil melalui Kabid Logistik dan Kedaruratan Ari Syuria menyebutkan, pihaknya bersama tim gabungan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan penanganan.
“Data sementara, ada empat rumah dan lima sepeda motor yang terbakar. Selain itu, dua sopir truk mengalami luka dan sudah dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan,” jelas Ari.
BPBD bersama aparat kepolisian dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) juga melakukan pengamanan lokasi serta mengimbau warga untuk menjauh dari titik kebakaran. Jalur distribusi gas nasional telah ditutup sementara oleh pihak perusahaan guna mencegah risiko yang lebih besar. “Api sudah mengecil, kendaraan juga sudah bisa melintasi jalan yang sempat ditutup sementara,” tuturnya.
Sebelumnya, BPBD Inhil juga telah melakukan koordinasi dengan Perusahaan Gas Nasional (PGN) untuk memutus jalur distribusi gas.”Kami sudah koordinasi dengan PGN untuk memutus distribusi gas, pipa gas ini dikelola perusahaan Gas Trans Indonesia (GTI) anak dari PGN,” jelas Ari.
PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) selaku pemilik pipa gas ini telah menerima laporan awal terkait adanya insiden kebocoran pipa gas di jalur pipa Grissik Duri (GD) KP222 di Desa Batu Ampar ini. Corporate Secretary TGI Emil Ismail menyampaikan, fokus utama saat ini adalah penanganan insiden secara cepat dan tepat, pengamanan lokasi, pekerja serta masyarakat dengan mengutamakan aspek HSSE.
TGI telah mematikan kompresor dan menutup seluruh section valve terdekat untuk menghentikan kebocoran, serta bekerja sama dengan pihak terkait termasuk tim Damkar setempat.
Proses investigasi oleh tim lapangan dan pihak terkait masih terus berlanjut untuk mengetahui penyebab kejadian. TGI juga melakukan monitoring tekanan gas kepada shipper dan buyer di Grissik-Duri (GD), dan berkoordinasi dengan tim pengamanan Objek Vital Polda Riau.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, dan berkomitmen untuk memastikan keselamatan seluruh pihak serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan sekitar. Informasi lebih lanjut akan segera kami sampaikan pada kesempatan pertama,” tutur Emil.
Bangun Posko Pengungsian
Pemerintah Kecamatan Kemuning bergerak cepat menyediakan posko pengungsian untuk warga sekitar. Pasalnya akibat kebakaran tersebut hawa panas masih terasa hingga jarak 1 kilometer. “Kami telah membuat posko, dan warga yang bermukim di daerah pipa gas juga kami imbau untuk mengungsi,” ujar Camat Kemuning, Raja Nurliatin.(*2/das)
Editor : Bayu Saputra