TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Sepuluh warga mengalami luka bakar akibat ledakan jalur pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Jumat (2/1). Selain itu, empat unit rumah dilaporkan rusak berat, tiga rumah rusak ringan, serta satu gudang alat berat mengalami kerusakan ringan. Tujuh unit mobil holing turut terdampak, satu unit rusak berat dan enam unit rusak ringan, serta delapan sepeda motor dilaporkan rusak berat.
Bahkan dua kebun warga seluas kurang lebih empat hektare juga ikut terdampak. Kebun tersebut masing-masing milik Suwardi seluas sekitar tiga hektare dan milik Ucok sekitar satu hektare. Saat ini 17 jiwa dari 5 kepala keluarga (KK) yang terdampak melakukan pengungsian secara mandiri.
Kepala BPBD Inhil, R Arliansah, Sabtu (3/1) mengatakan, pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan PT TGI untuk memastikan pemutusan distribusi gas guna mencegah terjadinya ledakan susulan. Tim gabungan juga disiagakan di lokasi kejadian dan area sekitar dinyatakan steril dari aktivitas masyarakat.
“Sekitar pukul 05.00 WIB, api telah berhasil dipadamkan. Kondisi saat ini sudah kondusif dan arus lalu lintas Riau-Jambi telah kembali dibuka, meski demikan, koordinasi dengan pihak terkait masih dilakukan,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora SIK mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan olah TKP terkait meledaknya pipa gas milik negara tersebut.
“Untuk mengetahui penyebab kebakaran, kita masih melakukan olah TKP,” tegas Kapolres.
Selain itu, untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali, Pemerintah Daerah, TNI dan Polri membangun posko pantau di lokasi kejadian. Posko ini berfungsi untuk pengawasan, pengendalian situasi serta pengaturan arus lalu lintas apabila diperlukan.
Kapolres menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara intensif hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman dan terkendali sepenuhnya.
“Personel kepolisian disiagakan selama 24 jam dan tidak akan ditarik sebelum situasi dinyatakan aman,” ujar Kapolres.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik, mengingat aliran gas telah berhasil ditutup. Petugas saat ini memastikan tidak ada lagi sisa gas di dalam pipa yang berpotensi membahayakan masyarakat sekitar.
Sebagai langkah antisipasi, tiga unit mobil pemadam kebakaran tetap disiagakan di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, personel Satlantas dan Satsamapta didukung TNI serta BPBD terus bersiaga penuh guna memastikan keamanan masyarakat dan kelancaran arus lalu lintas di kawasan kebocoran gas tersebut.(*2)
Editor : Bayu Saputra