Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

19 PMI Kembali Dideportasi dari Malaysia, Satu Meninggal di Dumai, 1 Mengidap HIV

Soleh Saputra • Senin, 5 Januari 2026 | 10:56 WIB
Para PMI tiba di Pelabuhan Dumai usai dideportasi dari Malaysia, Sabtu (3/1/2026).
Para PMI tiba di Pelabuhan Dumai usai dideportasi dari Malaysia, Sabtu (3/1/2026).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Badan Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau, kembali memfasilitasi pemulangan 19 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia melalui Pelabuhan Dumai, Sabtu (3/1/2026). Satu diantara PMI tersebut meninggal dunia beberapa saat setelah tiba di Dumai.

Kepala BP3MI Riau Fanny Wahyu Kurniawan mengatakan, para PMI tersebut tiba sekitar pukul 16.20 WIB menggunakan Kapal Indomal Regal. Para PMI kemudian menjalani pemeriksaan dokumen keimigrasian, pemeriksaan kesehatan, serta pendataan oleh BP3MI Riau dan P4MI Kota Dumai.

"Mereka kemudian dibawa ke Rumah Ramah PMI di P4MI Dumai untuk mendapatkan layanan pendampingan, pelindungan, serta pembekalan terkait bahaya bekerja ke luar negeri secara nonprosedural," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, saat menunggu proses pemulangan salah satu PMI bernama Muhanip Bin Radi, meninggal dunia. Almarhum tercatat sebagai warga Desa Sikur, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

"Almarhum merupakan satu dari 19 PMI bermasalah yang dideportasi dari Depot Tahanan Imigrasi (DTI) Kemayan, Pahang, Malaysia," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, Muhanip juga sempat terpantau mengalami penurunan kondisi kesehatan sesaat setelah tiba di Dumai. "Berdasarkan laporan petugas, korban tiba-tiba kehilangan kesadaran usai mandi dan duduk bersama rekan-rekannya," jelas Fanny.

Korban sempat diberikan pertolongan pertama oleh petugas dan rekan sesama PMI, kemudian segera dievakuasi ke RS Awal Bros Dumai untuk penanganan medis darurat. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan medis, pihak rumah sakit menyatakan Muhanip telah meninggal dunia, Sabtu sekitar pukul 20.20 WIB. 

"Jenazah korban dipindahkan ke RSUD Dumai dan ditempatkan di ruang pendingin sambil menunggu proses pemulangan ke daerah asal," ujarnya.

BP3MI Riau telah berkoordinasi dengan BP3MI NTB untuk penelusuran alamat keluarga almarhum serta memastikan proses pemulangan jenazah berjalan lancar. 

"Seluruh biaya pemulangan jenazah ditanggung negara melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI/BP2MI), termasuk penyediaan ambulans hingga pengiriman ke Lombok Timur," kata Fanny.

Sementara itu, dalam proses pemeriksaan kesehatan terhadap 19 PMI deportasi tersebut, petugas Balai Kekarantinaan Kesehatan Pelabuhan Dumai juga menemukan satu PMI berinisial RJB, asal Sumatera Utara, terdeteksi mengidap penyakit HIV.

"Yang bersangkutan dalam kondisi stabil dan telah mendapatkan penanganan awal sesuai prosedur. Selanjutnya tetap difasilitasi untuk dipulangkan ke daerah asal," jelas Fanny.

Editor : Rinaldi
#P4MI Dumai #bp3mi riau #pekerja migran Indonesia (PMI)