PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - INTENSITAS hujan yang meningkat mengakibatkan debit air beberapa sungai besar di Riau meningkat. Di Kabupaten Rokan Hulu, Sungai Rokan meluap dan menggenangi badan jalan provinsi. Di Kabupaten Kampar, debit Sungai Kampar dan Sungai Subayang juga naik. Bahkan, Sungai Subayang naik ke Status Awas.
Luapan Sungai Rokan menyebabkan banjir yang merendam empat titik jalan provinsi di Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam mengalami peningkatan, Ahad (4/1) sore. Ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari satu meter di sejumlah titik.
Banjir juga diakibatkan tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Rokan IV Koto Ujungbatu dan Kunto Darussalam. Aliran air dari wilayah tersebut mengarah ke Desa Sontang. Selain itu, genangan juga diperparah limpahan air aliran Sungai Hitam di Kecamatan Bonai Darussalam.
Pantauan Riau Pos di Dusun I Desa Sontang, ketinggian air di ruas jalan provinsi Sontang-Duri mencapai 30 sentimeter (cm) hingga lebih dari satu meter. Meski demikian, masih terlihat sejumlah pengendara roda empat nekat menerobos banjir dengan mengambil jalur kiri, di mana kedalaman air mencapai setinggi lutut orang dewasa.
Meski belum merendam rumah warga, banjir dilaporkan telah menggenangi sejumlah fasilitas umum, seperti Surau Suluk dan Tempat Pemakaman Umum (TPU). Sebagian warga yang terbiasa menghadapi banjir tampak memanfaatkan genangan air dengan membawa anak-anak mandi di jalan, bahkan mencuci kendaraan roda dua dan roda empat.
Sekretaris Camat (Sekcam) Bonai Darussalam Suratman, turun langsung ke lapangan meninjau kondisi banjir di titik pertama ruas jalan dari arah Sontang menuju Duri, bersama perangkat desa. Peninjauan dilakukan untuk memastikan ketinggian air serta pengaturan arus lalu lintas, mengingat kendaraan roda empat masih dilarang melintasi genangan tersebut.
Sekaligus mengimbau warga Kecamatan Bonai Darussalam untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya bencana banjir. ‘’Di ruas jalan dari Sontang ke Duri terdapat sekitar empat titik banjir. Titik pertama sepanjang kurang lebih 100 meter di perbatasan Desa Sontang dan Kasang Padang,” ujarnya saat dikonfirmasi Riau Pos, Ahad (4/1).
Ia mengimbau para pengguna jalan Sontang-Duri maupun arah sebaliknya, untuk sementara mencari jalur alternatif guna menghindari terjebak banjir. Namun, bagi warga yang terpaksa melintas karena kepentingan mendesak, diminta untuk terus memperbarui informasi melalui Pemerintah Kecamatan Bonai Darussalam maupun Pemerintah Desa Sontang.
Selain itu, Suratman juga mengingatkan warga Desa Sontang dan masyarakat yang bermukim di bantaran Sungai Rokan agar tetap waspada, mengingat curah hujan masih tinggi dan debit air sungai terus meningkat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bersiap menghadapi kemungkinan terburuk. Dokumen-dokumen penting seperti ijazah, akta kelahiran, dan dokumen kependudukan lainnya agar diamankan lebih dulu, serta menyiapkan tempat pengungsian yang aman bila diperlukan,” katanya.
Ditambahkanya, bagi masyarakat yang memerlukan bantuan evakuasi ketika terjadi banjir, agar melaporkan ke pemerintah desa atau kecamatan Bonai Darussalam maupun ke BPBD Rohul. Sehingga pemerintah dapat merespon dengan cepat kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan, agar tidak terjadi sesuatu yang tak di inginkan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mendapatkan laporan bahwa debit air kondisi Sungai Subayang di Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar mulai mengalami kenaikan. Akibat kondisi tersebut, saat ini Sungai Subayang berstatus awas.
Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal mengatakan, atas status tersebut pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat. “Status sungai itu tingkatannya ada normal, siaga, awas, dan bahaya. Kalau untuk Sungai Subayang saat ini sudah awas statusnya,” ujarnya saat dikonfirmasi Riau Pos, Ahad (4/1).
Dengan kondisi tersebut, BPBD Damkar Riau meminta pemerintah setempat melalui BPBD untuk memberikan informasi kepada masyarakat yang berada di sekitar aliran sungai tersebut dapat meningkatkan kewaspadaan. “Kami minta masyarakat untuk dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir akibat luapan Sungai Subayang tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, terkait Sungai Kampar, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan adanya banjir yang disebabkan meluapnya sungai tersebut. “Kalau untuk Sungai Kampar belum ada laporan terjadi banjir. Justru di Pelalawan di daerah Pangkalankerinci yang dilaporkan air sungainya mulai tampak ada kenaikan,” ujarnya.
Sebagai antisipasi, pihaknya juga sudah memberikan bantuan berupa bahan pokok sebagai cadangan. Sehingga jika sewaktu-waktu diperlukan, dapat langsung didistribusikan kepada masyarakat. “Kami sudah kirimkan bantuan ke Kampar sebagai cadangan, memang belum didistribusikan ke masyarakat karena masih sebagai stok,” paparnya.
Bupati Pelalawan H Zukri bersama Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara SIK dan Dandim 0313/KPR Letkol CZi Satriady Prabowo SIP MSi, turun langsung melakukan patroli memantau debit air di Sungai Kampar di Kecamatan Pangkalankerinci, Ahad (4/1).
Ketiganya turun menyusuri Sungai Kampar dengan mengunakan speed boat karet yang dikawal speed boat Satpolairud Polres Pelalawan. Sedangkan patroli itu dilakukan guna mengecek debit air Sungai Kampar yang mulai naik, setelah curah hujan kian tinggi dan pintu PLTA Koto Panjang telah dibuka.
Bupati Pelalawan Zukri mengatakan kegiatan ini merupakan langkah dalam mengantisipasi potensi bencana banjir dan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk selalu waspada. “Ini terus dilakukan pemantauan terhadap kondisi ketinggian debit air sehingga kita dapat mengambil langkah strategis untuk mencegah potensi bencana banjir di wilayah Kabupaten Pelalawan,” terangnya.
Kapolres AKBP John Louis mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan Pemkab, TNI dan Polri dalam menghadapi dinamika cuaca ekstrem dan mengantisipasi potensi banjir, serta memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. “Kami siap mendukung upaya Pemkab Pelalawan dalam mengantisipasi potensi bencana banjir dan memastikan keselamatan masyarakat,” paparnya.
Dijelaskannya, hingga saat ini, warga yang tinggal di sekitaran aliran sungai belum ada terdampak akibat kenaikan debit air dan juga belum ada yang mengungsi. Namun demikian, Pemkab Pelalawan dan forkopimda akan terus memantau situasi dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah potensi bencana banjir.
“Ya, memang saat peninjauan, kondisi air terbilang tinggi di Sungai Kampar, karena dampak pasang surut air laut dan pembukaan pintu air PLTA Koto Panjang. Namun, situasinya masih dalam keadaan aman terkendali. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti arahan dari petugas terkait dan waspada terhadap perubahan cuaca yang ekstrem,’’ ujarnya.
“Ketinggian debit air Sungai Kampar di wilayah Kabupaten Pelalawan yang mulai naik ini diperkirakan mencapai kurang lebih 30 sampai 50 sentimeter. Dengan kenaikan debit air tersebut masih dalam kategori aman,” tambanya.
Di tempat terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pelalawan Zulfan SPi MSi menambahkan, kondisi level air Sungai Kampar di ponton Langgam menunjukkan dalam kondisi aman. Yakni di angka 2.08 meter. Kondisi tersebut mengalami kenaikan elevasi air 26 sentimeter dari hari sebelumnya. Sedangkan kondisi air pasang laut masuk periode pasang naik.
‘’Untuk operasional ponton aman dan kondusif. Sedangkan status indikator level air Ponton Langgam masuk dalam kategori normal. Namun, kita imbau agar masyarakat harus tetap waspada serta dapat mengurangi aktivitas di aliran Sungai Kampar,” tuturnya.
PLTA Masih Dibuka 50 Cm
Dua pintu pelimpahan (spillway gate) Waduk PLTA Koto Panjang masih dibuka masing-masing setinggi 50 sentimeter (cm) hingga Ahad (4/1). Kebijakan ini diambil menyusul masih tingginya intensitas hujan di wilayah hulu waduk yang menyebabkan debit air masuk tetap tinggi.
Manajer PLTA Koto Panjang Dhani Irwansayah menjelaskan, berdasarkan pemantauan Ahad (4/1) pukul 07.00 WIB, elevasi waduk berada pada angka 80,72 meter di atas permukaan laut (mdpl). “Outflow turbin tercatat sebesar 211,91 meter kubik per detik (m³/s), sementara outflow spillway dengan dua pintu terbuka masing-masing 50 sentimeter mencapai 140,66 meter kubik per detik. Inflow waduk tercatat 352,57 meter kubik per detik, sehingga total outflow juga sebesar 352,57 meter kubik per detik,” jelasnya.
Selanjutnya, pada pemantauan pukul 13.00 WIB di hari yang sama, elevasi waduk masih berada di posisi 80,72 mdpl. Namun terjadi peningkatan debit air masuk ke waduk. “Outflow turbin meningkat menjadi 230,14 meter kubik per detik, outflow spillway tetap 140,66 meter kubik per detik. Inflow waduk tercatat 370,80 meter kubik per detik, dengan total outflow sebesar 370,80 meter kubik per detik,” tambahnya.
Banjir Rob di Inhil
Banjir rob kembali merendam sejumlah ruas jalan di wilayah Tembilahan dan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Ahad, (4/1) petang. Genangan air akibat pasangnya air laut tersebut mengganggu aktivitas warga, terutama pengguna jalan.
Di kawasan Simpang Tiga Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)-Subrantas, genangan air terpantau setinggi sekitar 30 cm. Sementara di wilayah Parit 13, ketinggian air mencapai sekitar 40 sentimeter dan menutup sebagian badan jalan.
Genangan terparah terjadi di Parit 6, Kecamatan Tembilahan Hulu. Di lokasi ini, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 45 sentimeter, sehingga pengendara diminta lebih berhati-hati saat melintas.
Kalaksa BPBD Inhil R Arliansyah melalui Kabid Logistik dan Kedaruratan Ari Syuria mengatakan banjir rob diperkirakan mencapai puncaknya, Senin (5/1) hari ini. Ia menambahkan, potensi genangan akibat pasang air laut masih diprediksi akan terjadi hingga 8 Januari 2026. (sol/amn/kom/*2/epp/das)
Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru
Editor : Arif Oktafian