Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pertumbuhan Awan Hujan Tinggi, Level Air Sungai di Riau Masih di Batas Aman

Tim Redaksi • Rabu, 7 Januari 2026 | 11:53 WIB
Tim gabungan TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah melakukan patroli memantau kondisi Sungai Kampar, Kabupaten Kampar, Selasa (6/1/2026).
Tim gabungan TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah melakukan patroli memantau kondisi Sungai Kampar, Kabupaten Kampar, Selasa (6/1/2026).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Wilayah Riau masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dalam beberapa hari ke depan. Pasalnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menemukan ada­nya pertumbuhan awan hujan di atas wilayah Bumi Lancang Kuning.

Forecaster on duty BMKG Pekanbaru Sanya Gautami menjelaskan, berdasarkan pantauan ada pola shearline atau belokan angin dan konvergensi yang terjadi di atas wilayah Riau, memicu pertumbuhan awan hujan yang masih tinggi sehingga menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Riau dalam sepekan terakhir.

Hujan dengan intensitas sedang sehingga lebat selama sepekan terakhir terjadi hampir di sebagian besar wilayah Riau seperti di Kabupaten Kampar, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Rokan Hilir, Dumai, dan Pekanbaru. Wilayah yang tercatat mengalami hujan dengan intensitas lebat yaitu dengan curah hujan 50 hingga 100 mm per hari terjadi di wilayah Indragiri Hulu, Rokan Hilir, dan Pekanbaru.

“BMKG Pekanbaru terus mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi. Karena saat ini Riau masih dalam musim penghujan sehingga berpotensi meningkatkan cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang,” tegasnya.

Imbau Warga Waspadai Potensi Banjir Bandang dan Longsor
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir bandang, luapan sungai, dan tanah longsor seiring masih tingginya intensitas hujan di wilayah Riau dan Sumatera Barat (Sumbar).

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita menjelaskan, cuaca di Kampar saat ini masih tergolong ekstrem dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.

“Yang kita khawatirkan bukan hanya luapan air, tetapi juga kemungkinan terjadinya banjir bandang. Apalagi intensitas hujan di Sumatera Barat masih tinggi sehingga dampaknya bisa berimbas ke wilayah hilir, termasuk Kabupaten Kampar,” ujarnya.

Adi Candra mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Kampar dan anak sungainya, agar selalu waspada. Ia juga meminta para kepala desa untuk aktif memantau kondisi lingkungan masing-masing dan berkoordinasi dengan camat serta forkopimcam sesuai instruksi Bupati Kampar.

Selain itu, Adi Candra menekankan pentingnya peran orang tua untuk mengawasi anak-anak agar tidak bermain di tepi sungai. Masyarakat juga diimbau menghindari aktivitas di tempat terbuka, dan wisata air.

“Terkait potensi longsor, wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Kecamatan XIII Koto Kampar dan daerah perbatasan KampariSumatera Barat,” jelasnya.

Adi Candra mengimbau mahasiswa dan kelompok masyarakat yang kerap melakukan kegiatan lapangan atau outdoor untuk sementara menunda aktivitas tersebut. Jika diperlukan, masyarakat diminta berkoordinasi dan melaporkan kegiatan ke BPBD.

Adi Candra mengimbau petani keramba dan masyarakat yang beraktivitas di sungai untuk terus memantau kondisi air dan memperkuat ikatan keramba, mengingat debit dan arus sungai dapat meningkat sewaktu-waktu. Saat ini, pintu pelimpahan Waduk PLTA Koto Panjang masih dibuka dengan ketinggian dua kali 50 sentimeter (cm).

“Walaupun dampaknya belum terlalu signifikan, namun kombinasi luapan air dan hujan dapat meningkatkan debit serta arus sungai. Para pelaku aktivitas sungai, termasuk penambang pasir tradisional agar lebih berhati-hati dan memperhatikan tanda-tanda alam seperti perubahan warna air menjadi keruh atau munculnya material hanyut,’’ ujarnya.

Elevasi Waduk PLTA di Atas Batas Normal
Elevasi Waduk PLTA Koto Panjang masih berada di atas batas normal, Selasa (6/1). Hingga pukul 19.00 WIB, elevasi waduk tercatat 80,42 meter di atas permukaan laut (mdpl). Untuk itu, dua pintu pelimpahan (spillway gate) waduk tetap dibuka setinggi 50 cm.

Manajer PLTA Koto Panjang Dhani Irwansyah menjelaskan, pada pukul 19.00 WIB debit air yang keluar melalui turbin mencapai 339,27 meter kubik per detik (m³/s). Sementara itu, outflow melalui spillway tercatat sebesar 137,60 m³/s. Adapun debit air masuk (inflow) ke waduk berada di angka 169,30 m³/s sehingga outflow mencapai 476,87 m³/s.

Terpisah, Kepala Pusdalops PB BPBD Kampar Adi Candra Lukita menambahkan, kondisi Sungai Subayang, Sungai Kampar, dan Sungai Tapung masih bersifat fluktuatif dan sangat bergantung pada intensitas curah hujan. “Hingga saat ini, kondisi Sungai Subayang, Sungai Kampar, dan Sungai Tapung masih fluktuatif tergantung intensitas hujan. Belum ada laporan dari camat terkait banjir di wilayah masing-masing,” ujar Adi Candra.

Di Pelalawan Naik 10 Cm
Indikator level ketinggian permukaan air aliran sungai Kampar di Kabupaten Pelalawan terus meningkat drastis sejak beberapa hari terakhir. Bahkan, berdasarkan pengukuran level air di Ponton Kecamatan Langgam, Selasa (6/1), debit air Sungai Kampar sudah berada pada angka 2,32 meter, mengalami kenaikan sekitar 10 cm dari sehari sebelumnya setinggi 2,22 meter.

“Ya, setiap harinya terjadi kenaikan tinggi permukaan air Sungai Kampar dampak dari dibukanya pintu pelimpahan air waduk PLTA Koto Panjang. Saat ini kondisi debit air sungai Kampar sudah berada pada angka 2,32 meter,” terang Kalaksa BPBD Pelalawan Zulfan kepada Riau Pos, Selasa (6/1).

Peningkatan debit air Sungai Kampar di Pelalawan ini juga dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi di wilayah bagian hulu sungai maupun di Pelalawan yang merupakan bagian hilir Sungai Kampar. “Perkiraan kita, dalam dua hari ke depan, elevasi Sungai Kampar di Pelalawan ini akan mengalami penurunan. Pasalnya, curah hujan mulai sedikit turun,” ujarnya.

Meski ketinggian permukaan air Sungai Kampar mengalami peningkatan, namun pihaknya memastikan daerah di sepanjang bantaran sungai  di Pelalawan masih aman dari banjir. Pasalnya, sejauh ini belum ada genangan air yang terpantau akibat luapan sungai mulai dari Kecamatan Langgam, Pangkalankerinci, hingga ke Pelalawan.

“Alhamdulillah, kita pastikan kondisi Pelalawan masih aman dari bencana banjir. Banjir mulai terasa jika debit sungai mencapai 3 meter. Untuk itu, kita berharap intensitas curah hujan dapat terus menurun sehingga debit air Sungai Kampar di Pelalawan tidak terus meningkat dan meluap sehingga akan menyebabkan banjir,” tuturnya.

Ditambahkan Zulfan bahwa, hingga saat ini, terdata ada lima lokasi yang paling rawan terjadi banjir di sepanjang bantaran Sungai Kampar. Yakni Dusun Muaro Sako Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam, Desa Rahtau Baru dan Kuala Terusan Kecamatan Pangkalankerinci. Kemudian di Kelurahan Pelalawan, Kecamatan Pelalawan.

“Terakhir di Jalan Lintas Timur Kilometer 83 Desa Kemang. Di mana jarak dengan air sungai masih cukup jauh. Jadi, sejauh ini, belum ada luapan air yang menyebabkan terjadinya banjir,” tuturnya.

Jalan Lintas Sontang-Duri Perlu Solusi Permanen
Setiap memasuki musim penghujan, ruas jalan provinsi di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menjadi langganan bencana banjir, terutama jalan lintas Desa Sontang Kecamatan Bonai Darussalam menuju batas Duri Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis.

Bencana banjir dari luapan air Sungai Rokan dan air Sungai Hitam yang setiap tahun terjadi di Kecamatan Bonai Darussalam itu sudah berlangsung belasan tahun. Namun, hingga saat ini belum terlihat solusi permanen yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau maupun Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) untuk mengatasi masalah ini.

Banjir yang merendam ruas jalan provinsi di Dusun I Desa Sontang telah berlangsung selama sepekan menjelang akhir tahun 2025 hingga Selasa (6/1). Aktivitas masyarakat terganggu dari Desa Sontang menuju batas Duri maupun arah sebaliknya. Sejumlah titik sangat rendah dan hampir sejajar dengan permukaan air Sungai Rokan yang ada.

Beruntung banjir, belum memasuki permukiman rumah penduduk yang berada dekat dengan daerah aliran Sungai Rokan. Ada lima desa di Kecamatan Bonai Darussalam menjadi langganan banjir yakni Desa Sontang, Desa Teluk Sono, Desa Bonai, Desa Kasang Padang dan Desa Kasang Mungkal.

Seorang tokoh masyarakat Bonai Darussalam Rusman saat dikonfirmasi Riau Pos, Selasa (6/1) menyebutkan, banjir yang merendam sejumlah titik ruas jalan provinsi Sontang batas Duri sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Ekonomi masyarakat bisa lumpuh jika ketinggian air Aungai Rokan semakin naik dan merendam rumah penduduk dengan dataran rendah.

‘’Saat ini banjir kiriman dari Sontang sudah merendam sejumlah ruas jalan dan perkarangan rumah penduduk di Desa Bonai. Warga betul-betul sangat menderita dengan musibah banjir tahun ini. Meski sudah biasa menghadapi banjir, tapi dampaknya terganggu aktivitas masyarakat,’’ sebutnya.

Sebab, lanjutnya, kondisi banjir yang terjadi di Kecamatan Bonai Darussalam berbeda dengan kecamatan lain yang ada di Rohul. ‘’Kalau di Bonai Darussalam banjir lama surutnya, mau berbulan-bulan air baru kering jika cuaca panas. Jika masih tinggi curah hujan yang terjadi, bayangkan saja berapa lama masyarakat menderita dengan musibah alam ini,’’ sebutnya.

Disinggung penyebab lambatnya banjir surut di Kecamatan Bonai Darussalam, ia mengaatakan selain badan jalan dataran rendah yang berdekatan dengan aliran sungai, tidak adanya gorong-gorong atau box culver untuk air mengalir ke seberang jalan juga jadi penyebab. ‘’Salah satu penyebab banjir ini, adanya perusahaan perkebunan yang membuat tanggul sehingga genangan air tidak lancar dan terhambat,’’ tegasnya.

Rusman mengharapkan Pemprov Riau dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul untuk dapat mencarikan solusi dalam mengatasi bencana banjir di Kecamatan Bonai Darussalam yang setiap tahun menjadi ancaman bagi masyarakat.

Sekcam Bonai Darussalam Suratman SAP saat dikonfirmasi Riau Pos, Selasa (6/1) menyebutkan, banjir di jalan provinsi Sontang batas Duri masih terjadi, bahkan air mulai bergeser menuju Desa Bonai. ‘’Dari empat titik ruas jalan provinsi di Dusun 1 Desa Sontang yang terendam banjir, sebagian sudah berangsur surut terutama di titik pertama lewat Kantor Camat Bonai Darussalam. Saat ini banjir bergeser ke Desa Bonai,’’ ujarnya.

Sementara itu, Plt Kadis PUPR Rohul H Zulfiki ST melalui Kabid Bina Marga Rasqi Rades ST saat dikonfirmasi, Selasa (6/1) menyebutkan, untuk mengatasi banjir tahunan di jalan provinsi Sontang batas Duri, pemerintah daerah setiap tahun mengusulkan peninggian badan jalan dan pembangunan box culvert di sejumlah titik jalan provinsi yang kini terendam.

Pada tahun 2023, Pemprov Riau telah meninggikan badan jalan ruas provinsi di Desa Sontang. Ia berharap tahun ini ada lanjutan program kegiatan tersebut serta pembangunan box culvert di titik jalan yang banjir. “Pemerintah daerah akan mengusulkan ke Dinas PUPR-PKPP (Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Kawasan Pemukiman Pertanahan )Riau dan Balai Wilayah Sungai Sumatera III Riau untuk melakukan normalisasi aliran Sungai Rokan di Kecamatan Bonai Darussalam,’’ ujarnya.

Selain itu, lanjut Rades, dalam mengurangi dapak bencana banjir tersebut, perlunya dilakukan pembersihan parit gajah dan pembukaan kanal yang yang selama ini menghambat kelancaran penyebaran aliran luapan air Sungai Rokan di Kecamatan Bonai Darussalam itu.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui PUPR-PKPP telah melakukan peninjauan ruas jalan provinsi di Desa Sontang. ‘’ “Kami sudah melakukan peninjauan pada ruas jalan Sontang menuju Duri. Dari hasil peninjauan itu memang perlu ditangani segera,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR PKPP Riau Thomas Larfo Dimeira.

Penanganan jalan tersebut akan dilakukan dengan cara penimbunan dan pemasangan box culvert. Namun demikian, pihaknya akan mempelajari detail penanganan terlebih dahulu agar lebih maksimal. “Yang jelas ada beberapa titik yang tergenang pada saat kami survei. Perlu pakai box culvert. In sya Allah akan segera dikerjakan,” sebutnya. 

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal mengatakan, pihaknya terus menghimpun informasi kondisi sungai-sungai yang ada di Riau.

‘’Saat ini dilaporkan untuk kondisi Sungai Indragiri di Kuantan Singingi masih normal.  Namun untuk kondisi Sungai Indragiri di Kabupaten Indragiri Hulu kondisi sudah siaga karena mulai ada kenaikan muka air sungai,” katanya. 

Sementara itu, untuk kondisi sungai di Kampar Kiri hingga saat ini masih berstatus awas. Namun pihaknya belum mendapatkan laporan adanya dampak dari kenaikan muka air sungai tersebut atau ada daerah yang terdampak banjir.

“Untuk di Kampar Kiri statusnya masih awas, terutama di daerah Gunung Sahilan. Sedangkan sungai Kampar kondisinya masih normal, kenaikan muka air justru di daerah Pelalawan,” sebutnya. 

Sementara itu, untuk kondisi banjir di Kabupaten Siak dan Bengkalis. Disebutkan Edy hingga saat ini masih terjadi. Apalagi didaerah tersebut merupakan daerah cekungan sehingga airnya akan lambat surut. “Banjir di Siak dan Bengkalis masih fluktuatif,” ujarnya.

Pemko Pekanbaru Dirikan Tenda Pengungsian
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mendirikan tenda pengungsian bagi warga yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Siak di Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai.

Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar menyampaikan, hingga Selasa (6/1) tercatat sebanyak 17 Kepala Keluarga (KK) telah mengungsi ke tenda penampungan yang disiapkan pemerintah.

“Awalnya 8 KK yang mengungsi. Kemudian bertambah menjadi 14 KK, lalu ditambah satu tenda dari Dinas Sosial yang menampung 3 KK. Total sekarang 17 KK,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemko Pekanbaru memastikan seluruh kebutuhan dasar dan pelayanan darurat bagi warga terdampak banjir dapat terpenuhi. Kebutuhan harian pengungsi akan disuplai melalui dapur umum yang telah disiapkan. “Kebutuhan warga akan kita penuhi. Untuk makan sehari-hari kita bantu melalui dapur umum,” katanya.(ayi/kom/amn/epp/ali/sol)

Editor : Arif Oktafian
#Batas Aman #level #riau #air sungai #awan hujan