Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pipa Gas TGI Kembali Meledak

Raja Kasmedi • Sabtu, 10 Januari 2026 | 14:42 WIB

Bekas ledakan pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia di Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) ditutup terpal, Jumat (9/1/2026
Bekas ledakan pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia di Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) ditutup terpal, Jumat (9/1/2026

RENGAT (RIAUPOS.CO) - Pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) kembali meledak. Jika pekan lalu terjadi di Dusun Nibul Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), insiden yang sama terjadi di Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Jumat (9/1).

Warga setempat diheboh­kan oleh suara ledakan pipa gas yang melintas di daerah itu pukul 00.15 WIB. Bahkan, ledakan yang mengeluarkan suara mirip suara pesawat tempur itu membuat mencekam. Warga Desa Tani Makmur yang berada di sekitar lokasi kejadian terpaksa mengungsi ke desa tetangga.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun beberapa rumah warga mengalami rusak ringan akibat semburan tanah didorong gas. “Benar, pipa gas yang melintas di desa kami meledak malam tadi (Jumat dini hari, red),” ujar Kepala Desa Tani Makmur, Muhammad Sulistiono, Jumat (9/1).

Ia menjelaskan, awalnya terdengar suara mirip ledakan. Kemudian disusul suara mirip suara pesawat tempur. Warga yang sudah terlelap, langsung berhamburan ke luar rumah. Warga yang mengetahui suara tersebut bersumber dari pipa gas yang meledak menjadi panik karena takut susul api yang bisa mengancam keselamatan warga.

Pipa dengan kedalaman sekitar tiga meter itu terus mengeluarkan gas. Bahkan, tanah yang ada di sekitar pipa ikut menyembur hingga ke rumah warga karena jarak rumah dengan lokasi pipa yang meledak mencapai sekira 25 hingga 30 meter.

Atas kejadian itu, kepala desa langsung menghubungi pihak PT Transportasi Gas Indonesia (TGI). Beberapa menit kemudian, datang tiga personel PT TGI dan langsung melakukan olah tempat kejadian (TKP). Dari keterangan pihak PT TGI pada malam itu, pipa yang ada di Belilas Kecamatan Seberida dan Lirik Kecamatan Lirik langsung ditutup. “Usai ditutup, semburan gas masih berlangsung sekitar satu jam,” ucap Kades.

Warga yang sebelumnya sempat mengungsi kini sudah pulang ke rumah. Selain itu disebutnya, pihak PT TGI masih melakukan perbaikan dan warga tidak boleh mendekat di TKP. “Situasi sudah pulih dan warga sudah pulang ke rumah,” terangnya.

Lima Unit Rumah Warga Mengalami Rusak

Sedikitnya lima unit rumah warga terdampak ledak pipa gas ini. Bahkan, rumah satu unit rumah milik Ahmad Hojali (40) paling terdepan dekat dengan pipa gas yang meledak mengalami kerusahan cukup parah. Selain itu, ada juga rumah milik Supriyanto, Aan, Adi, dan Edi Tamsil terdampak.

Ahmad Hojali mengatakan, pada malam kejadian, ia bersama bersama istri dan anaknya belum tidur. “Sore hingga malam sempat turun hujan. Namun jelang kejadian (pipa meledak) masih ada gerimis,” jelasnya.

Sekira pukul 00.15 WIB sambungnya, tiba-tiba terdengar suara ledakan mirip suara petir diiringi dengan getaran. Anehnya, sebelum suara mirip petir itu tidak diawali atau tidak ada kilat dan berlangsung lama.

Tidak lama kemudian, tiba-tiba tanah bercampur pasir dan batu masuk ke dalam rumahnya dari bagian atas atau atap. “Saya langsung peluk istri dan anak. Kami ketakutan dan tidak mengetahui apa yang terjadi,” sebutnya.

Karena tanah bercampur pasir batu semakin banyak masuk ke dalam rumah, Ahmad Hojali mengajak istri dan anaknya ke rumah tetangga dengan jarak sekitar lima meter. Di luar rumah menjelang ke rumah tetangganya juga ada semburan tanah bercampur pasir.

Ketika rumah tetangganya Supriyanto digedor, juga mengalami hal yang masa. Sehingga mereka sepakat di tengah malam itu mengungsi ke tempat yang lebih aman sekitar 700 meter. Setelah mendapat informasi dari PT TGI, ia baru pulang ke rumah menjelang pagi. “Kami mengetahui pipa meledak setelah bersama-sama dengan warga lainnya saat menuju tempat pengungsian,” tambahnya.

Untuk itu harapnya, kepada pihak TGI hendaknya dapat mengkaji ulang atas pipa yang ada sehingga kejadian yang sama tidak terulang kembali. Terkait rumahnya yang rusak, ia berharap ada perhatian dari perusahaan. “Kami juga berharap, ada rencana relokasi ke tempat yang lebih aman tetapi itu tidak memaksa,” harap Ahmad Hojali.

Sekda Inhu Tinjau Lokasi

Sekretaris Daerah (Sekda) Inhu Zulfahmi Adrian bersama pihak kepolisian serta sejumlah pejabat dil ingkungan Pemkab Inhu meninjau bekas ledakan pipa gas ini untuk memastikan pipa gas yang mengalami bocor dapat diatasi. Diketahui, TKP berada sekitar 13 kilometer dari Kantor Bupati Kabupaten Inhu di Jalan Lintas Timur Kelurahan Pematang Reba.

Di sela-sela peninjauan itu Zulfahmi Adrian mengatakan, pihaknya bersama pihak kepolisian dan pihak perusahaan turun ke lapangan untuk memastikan penanganan pipa gas mengalami bocor. “Alhamdulillah, dari hasil peninjauan, kondisi pipa gas yang mengalami bocor sudah dapat diatasi pihak perusahaan,” ujarnya.

Disebutkan Zulfahmi, pemkab dan pihak kepolisian memastikan betul-betul pipa yang bocor tidak lagi berdampak kepada masyarakat dan pihak perusahaan sudah menyampaikan komitmen melakukan perbaikan dan mengupayakan sesuatu yang terdampak akan ditangani. Pemkab pun memberikan apresiasi pihak perusahaan yang telah melakukan penanganan.

Lebih jauh disampaikannya, kepada masyarakat diimbau agar tidak salah mendapatkan informasi. Namun informasi tentang pipa bocor harus dari perusahaan atau pihak desa. Sehingga kejadian pipa gas yang bocor tidak menjadi momok bagi masyarakat. “Semoga masyarakat tidak resah dan perusahaan dapat menangani pipa gas yang bocor dengan baik,” harapnya.

Usia Pipa Gas Sudah 30 Tahun

Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Agustiar Ahalik meminta PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) mengkaji dan meninjau ulang keberadaan pipa gas yang ada.

Karena usia pipa gas yang melintas sejumlah provinsi dan kabupaten hingga kota sudah mencapai 30 tahun. “Dua kejadian pipa gas meledak dalam satu bulan ini, tentunya harus menjadi pelajaran bagi pihak perusahaan,” ujar Agustiar Ahalik, Jumat (9/1).

Menurutnya, belum lagi hilang dari ingatan pipa gas di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meledak. Kini, kejadian yang sama juga terjadi di Desa Tani Makmur Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Inhu.
Kejadian-kejadian itu tidak tertutup kemungkinan kembali terjadi. Karena salah satu faktor penyebab utama, diperkirakan oleh faktor pipa gas yang sudah dimakan usia. Pipa gas itu sambungnya, melintasi jalan nasional, jalan provinsi, kabupaten hingga jalan desa.

Bahkan, jalur pipa gas itu melintasi permukiman warga. “Areal yang dibebaskan untuk jalur pipa gas itu diperkirakan hanya 20 meter. Sementara di jalur pipa gas juga terdapat pemukiman warga,” ucap Agustiar Ahalik yang juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD Inhu.

Untuk sudah selayaknya pihak perusahaan mengkaji ulang keberadaan pipa gas tersebut. “Kebocoran pipa gas itu diawali dari ukuran kecil dan terus membesar. Sementara keberadaan pipa gas bocor tidak diketahui lantaran berada di dalam tanah,” bebernya.

PT TGI Fokus Perbaikan dan Keamanan Warga

Public Relations (PR) PT TGI Firman ketika dikonfirmasi mengatakan pacakejadian pihaknya lebih fokus pada perbaikan dan keamanan warga sekitar. “Kami berkomitmen terus melakukan perbaikan dan memberikan keamanan kepada warga,” ujar Firman, Jumat (9/1).

Selain itu, pihak TGI juga melakukan proses investigasi terkait penyebab terjadinya kebocoran pada pipa serta berkordinasi dengan pihak terkait. “Bisa saja penyebab pipa bocor akibat pergeseran tanah. Namun belum dapat disimpulkan,” ucapnya.

Ketika ditanya berapa lama proses perbaikan. Firman belum dapat memprediksi berapa lama proses perbaikan pipa tersebut. “Tim masih perlu identifikasi dan alat-alat berat belum datang semua. Untuk informasi selanjutnya akan diinfokan lebih lanjut,” terangnya.(kas)

 

Editor : Bayu Saputra
#pipa gas #tgi #inhu