Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Mentan: Indonesia Akan Jadi Superpower Pangan, Dari Target Empat Tahun, Swasembada Pangan Tercapai dalam Setahun

Yusnir. • Senin, 12 Januari 2026 | 07:40 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran foto bersama pimpinan Jawa Pos Group usai pertemuan di kawasan Kalibata, Jakarta, Ahad (11/1/2026).
Menteri Pertanian Andi Amran foto bersama pimpinan Jawa Pos Group usai pertemuan di kawasan Kalibata, Jakarta, Ahad (11/1/2026).


JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Indonesia mencatat tonggak sejarah baru di sektor pertanian nasional. Target swasembada pangan yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat tahun, justru berhasil diwujudkan hanya dalam tempo satu tahun yakni sepanjang 2025.

Keberhasilan tersebut diumumkan Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan kerja di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1) lalu. Capaian ini ditopang lonjakan produksi beras nasional yang menembus 34,71 juta ton pada 2025, meningkat 4,09 juta ton atau 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Produksi yang melonjak signifikan itu menghasilkan surplus beras sebesar 3,52 juta ton. Dengan kondisi tersebut, Indonesia tercatat tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang 2025. Bahkan, Organisasi Pangan Dunia (FAO) memprediksi angka produksi tersebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, swasembada pangan 2025 bukan hasil kebetulan, melainkan buah dari transformasi menyeluruh di internal Kementerian Pertanian.

“Kita kerja 24 jam dan tidak ada waktu tidur. Kita usaha dan maksimalkan. Caranya adalah yakinkan semua. Ikuti irama dan mutlak bertransformasi dari semua sektor,” kata Amran saat diskusi dengan pimpinan Jawa Pos Group di kediamannya di kawasan Kalibata, Jakarta, Ahad (11/1).

Amran memaparkan lima langkah strategis yang menjadi kunci percepatan swasembada pangan. Langkah pertama adalah deregulasi besar-besaran dengan memangkas aturan yang dinilai menghambat. Kementan mencabut 291 Peraturan Menteri Pertanian dan menyederhanakan 15 peraturan menjadi satu kebijakan terpadu.

“Sebanyak 15 Permentan disederhanakan menjadi satu aturan, serta ratusan keputusan menteri disesuaikan untuk mempercepat investasi dan hilirisasi melalui pembentukan taskforce khusus,” ujarnya.

Langkah kedua dilakukan melalui penataan internal dengan penerapan sistem meritokrasi ketat. Dalam proses ini, Kementan melakukan mutasi, demosi, hingga pemecatan terhadap 192 pejabat yang dinilai tidak berkinerja atau bermasalah. “Saya mau orang yang ingin berubah, kalau usaha awalnya cuma satu, kita tambah sampai lima supaya target melompat tinggi,” tegas Amran.

Langkah ketiga adalah memperketat pengawasan eksternal dengan menggandeng Satgas Pangan Polri guna memberantas praktik mafia pangan. Sepanjang 2024 hingga 2025, sebanyak 92 kasus berhasil ditindak dengan 76 tersangka. Selain itu, izin 2.229 pengecer dan distributor pupuk dicabut karena terbukti melakukan pelanggaran.

Langkah keempat dilakukan melalui efisiensi anggaran. Kementan memangkas belanja perjalanan dinas, seminar, serta rapat di hotel. Sepanjang 2025, efisiensi anggaran tercatat mencapai Rp3,8 triliun.

Dana tersebut dialihkan langsung untuk kebutuhan petani, seperti pengadaan benih unggul, pompa air, dan alat mesin pertanian (alsintan). Kebijakan ini berkontribusi pada peningkatan nilai produksi beras yang ditaksir mencapai Rp17,89 triliun.

Langkah kelima adalah transformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern berbasis mekanisasi. Pemanfaatan teknologi pertanian disebut mampu menekan biaya produksi hingga 50 persen dan meningkatkan hasil panen sampai 100 persen.

Selama dua tahun terakhir, sebanyak 167.906 unit alsintan telah disalurkan ke berbagai daerah. Perluasan lahan sawah baru juga terus dilakukan, termasuk di Merauke dan Kalimantan Tengah yang kini mulai panen.

Keberhasilan tersebut berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2025 mencapai 123,26, tertinggi dalam 33 tahun terakhir. Sementara stok beras Bulog per 31 Desember 2025 tercatat sebesar 3,25 juta ton, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.

Ke depan, Kementerian Pertanian tidak hanya memfokuskan diri pada ketahanan pangan, tetapi juga mendukung kemandirian energi nasional. “Ke depan, Kementan tidak hanya fokus pada pangan, tetapi juga mendukung kemandirian energi melalui program biodiesel B50,” ujar Amran.

Selain mendorong hilirisasi produk pertanian unggulan seperti kopi, kakao, kelapa, dan sawit, pemerintah juga menyiapkan transformasi pangan menjadi energi. Sebanyak 5,3 juta ton minyak sawit akan diolah menjadi bahan bakar solar melalui penerapan biodiesel B50.

“Pada waktu yang sama, kita lakukan hilirisasi produk yang diminati di tingkat dunia, seperti kopi, kakao, kelapa, sawit, dan lain-lain. Sebanyak 5,3 juta ton minyak sawit akan diolah menjadi solar,” ujarnya.

Setelah implementasi B40 tahun lalu, penerapan B50 diharapkan mampu menekan impor solar secara signifikan sekaligus mendorong kenaikan harga crude palm oil (CPO).

“Kebijakan ini membuat harga CPO pasti akan naik, dengan demikian, petani akan sejahtera, sekaligus kita bisa memiliki energi terbarukan atau green energy. Ini sangat baik untuk Indonesia,” jelasnya.

Amran optimistis sektor pertanian akan menjadi motor penggerak kekuatan nasional ke depan. Menurutnya, jika pertanian tumbuh dan dikelola secara modern serta berkelanjutan, maka dampaknya akan menggerakkan seluruh sektor ekonomi lainnya.

“Kalau pertanian bergerak, Indonesia akan super power kita. Semuanya bergerak dari segala sektor,” jelasnya. Amran juga menekankan pentingnya peran media dalam menopang keberhasilan sektor pertanian dan agenda besar kemandirian nasional.

Menurutnya, media memiliki posisi strategis untuk mengedukasi publik, mengawal kebijakan, sekaligus membangun optimisme nasional terhadap potensi bangsa.

“Jadi peran media adalah salah satu penopang dan harus memberikan kontribusi nyata dalam mencapai semua ini. Karena kita ini kaya dengan segala sumber daya yang negara lain di dunia ini tidak punya,” inginnya.

“Ayo kita kawal bersama. Kita jangan ego dengan generasi yang akan melanjutkan perjuangan ini. Swasembada panahan sudah kit capai dan hilirisasi sudah kita mulai,” tambahnya.

Dialog dengan Direksi dan Pemred Jawa Pos Group
Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan pertemuan atau dialog dengan masing-masing pemimpin redaksi di bawah naungan media online, radio, dan televisi PT Jawapos Jaringan Media Nusantara Group ini untuk mempererat hubungan positif dengan perusahaan media.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Andi menjelaskan cara kerja yang dilakukan oleh jurnalis. Menurutnya, pekerjaan jurnalis terdapat kesulitan dalam tetap mempertahankan idealismenya di samping tetap bekerja seperti biasanya.

Bahkan, Mentan Andi memberikan pesan kepada para peserta yang hadir setidaknya meluangkan waktu untuk melakukan diskusi terkait negara setiap seminggu sekali. “Saya sangat suka, paling satu minggu sekali luangkan diskusi di negara ini,’’ ujarnya.

‘’Negara ini tahu mungkin yang melakukan perubahan besar-besaran Pak Prabowo. Mafia menyerang kita, mudah beritakan, itu yang saya bilang yang bisa mengubah daya pikir kita, kita doakan sepuluh tahun,” tambahnya.

Sementara itu, kegiatan ini pun diawali oleh pemaparan dari Direktur Bidang Bisnis Jawa Pos Dyah Shianti Dewi mengenai jaringan, kondisi bisnis, kondisi platform online, koran, dan televisi dari Jawa Pos Group di seluruh Indonesia.

Adapun pertemuan dilanjutkan dengan sambutan dari Mentan Andi yang diawali dengan membahas pekerjaan jurnalis, memberikan wejangan kepada jurnalis, hingga menceritakan masa kecilnya dulu semasa kuliah dan kerja. Selanjutnya, para peserta yang memiliki pertanyaan ataupun pernyataan diberikan kesempatan untuk menyampaikan langsung kepada Mentan Andi.

Pertemuan ini berlangsung hangat dan tak begitu tegang. Seringkali disertakan dengan celotehan canda dari Mentan Andi yang disambut gelak tawa para peserta. Pertemuan pun diakhiri dengan pemotongan tumpeng antara pihak Kementerian Pertanian (Kementan) dengan PT Jawapos Jaringan Media Nusantara Group.(yus)

Editor : Arif Oktafian
#jawapos group #mentan #Andi Amran #swasembada pangan