BANGKINANG (RIAUPOS.CO) - Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Kampar dan daerah hulu Waduk PLTA Koto Panjang menyebabkan elevasi waduk mengalami kenaikan. Pada Ahad (11/1) pukul 19.00 WIB, elevasi waduk tercatat berada di level 81,60 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Seiring kenaikan tersebut, dua pintu pelimpahan (spillway gate) PLTA Koto Panjang masih dibuka dengan ketinggian masing-masing 50 sentimeter (cm). Manager PLTA Koto Panjang Dhani Irwansyah menjelaskan, tingginya curah hujan menjadi faktor utama meningkatnya elevasi waduk.
’’Pada pukul 19.00 WIB, data operasional waduk menunjukkan outflow turbin sebesar 341,68 meter kubik per detik (m³/s), outflow spillway 2x50 sentimeter sebesar 146,28 meter kubik per detik, dengan inflow waduk mencapai 487,96 meter kubik per detik. Total outflow tercatat sebesar 487,96 meter kubik per detik,’’ jelasnya.
Sebelumnya, pada pukul 13.00 WIB, elevasi waduk juga berada di level 81,60 mdpl dengan outflow turbin 282,89 meter kubik per detik, outflow spillway 146,28 meter kubik per detik, serta inflow waduk sebesar 429,17 meter kubik per detik. Total outflow pada waktu tersebut tercatat 429,17 meter kubik per detik.
Pada pukul 07.00 WIB, elevasi waduk berada di angka 81,59 mdpl. Outflow turbin tercatat 344,12 meter kubik per detik, outflow spillway 146,28 meter kubik per detik, dan inflow waduk mencapai 490,40 meter kubik per detik. Total outflow saat itu sebesar 490,40 meter kubik per detik.
Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops Penanggulangan Bencana Adi Candra Lukita menyampaikan, meskipun intensitas hujan cukup tinggi, kondisi Sungai Subayang, Sungai Kampar, dan Sungai Tapung saat ini masih terpantau aman.
“Kami tetap mengimbau masyarakat untuk waspada karena masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Kampar,” ujar Adi Candra.
Di Kabupaten Pelalawan, indikator level ketinggian permukaan air aliran Sungai terus menunjukkan penurunan yang cukup menggembirakan. Berdasarkan penghitungan alat pengukur level debit permukaan air Sungai Kampar di jembatan penyeberangan ponton Kecamatan Langgam, ketinggian level air Sungai Kampar terpantau berada di angka 2,43 meter.
Elevasi air mengalami penurunan sekitar 2 cm dari sehari sebelumnya setinggi 2,45 meter. “Alhamdulillah, ketinggian debit Sungai Kampar kembali turun 2 sentimeter hari ini (Ahad, red). Perkiraan kami, dalam dua hari ke depan kembali mengalami penurunan. Pasalnya, curah hujan mulai sedikit turun,” terang Kalaksa BPBD Pelalawan, Zulfan, kemarin.
Namun banjir masih menggenangi badan jalan di tiga kecamatan. Yakni Desa Rantau Baru Kecamatan Pangkalankerinci, Dusun Muara Sako Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam, dan Kelurahan Pelalawan Kecamatan Pelalawan. Banjir terparah, sambung Zulfan, berada di Desa Rantau Baru. Pasalnya, akses yang menghubungkan Jalan Koridor PT RAPP ke areal perkampungan desa terendam dengan tinggi permukaan air mencapai 40 cm.
Alhasil, akses jalan darat warga setempat sepanjang sekitar 6 kilometer (km) terputus total dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan bermotor sejak Kamis (8/1) lalu. Kondisi ini telah menyebabkan masyarakat setempat menjadi terisolir. Namun demikian, sejauh ini tidak ada rumah warga yang terendam, karena mayoritas warga telah membangun rumah panggung dengan ketinggian mencapai 3 meter dari permukaan air sungai Kampar.
Dijelaskankan Zulfan, selain Desa Rantau Baru, banjir juga mulai menggenangi akses jalan dari simpang Langgam ke Dusun Muaro Sako Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam. Namun ketinggiannya sekitar 10 sampai 15 cm dan masih bisa dilalui kendaraan masyarakat.
Sementara itu, kondisi di Kelurahan Pelalawan, air masih naik turun akibat pasang. Namun demikian, sejauh ini belum mengganggu aktivitas masyarakat dan permukiman. “Sedangkan daerah lain yang rawan terdampak banjir masih aman dan belum terendam. Termasuk Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kilometer 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras masih bebas dari banjir,” ujarnya.
Mantan Sekteraris Dinas Perikanan Pelalawan ini menambahkan, berdasarkan data pemantauan Status Indicator Level Air Ferry Langgam, Ahad (11/1) pukul 19.00 WIB, ketinggian muka air tercatat berada di angka 2,43 meter. ‘’Tercatat terjadi penurunan elevasi air sekitar 2 sentimeter dibandingkan pagi hari sebelumnya, seiring masuknya periode pasang naik air laut,’’ jelasnya.
Meski demikian, pihaknya memastikan bahwa operasional ponton penyeberangan di Feri Langgam masih dalam kondisi aman dan kondusif, dengan status indikator level air dinyatakan normal. “Aktivitas penyeberangan berjalan normal. Untuk itu, kita berharap air segera surut, sehingga akvitas masyarakat di daerah aliran Sungai Kampar-Pelalawan dapat kembali normal,’’ ujarnya.
Kiriman dari Ujungbatu
Volume air Sungai Rokan di Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu kembali naik, Ahad (11/1) siang. Tak hanya merendam sejumlah lahan perkebunan sawit, bahkan kondisi banjir yang hampir dua pekan merendam ruas jalan provinsi Sontang batas Duri ketinggian air bertambah di Dusun 1 Desa Sontang.
Luapan air Sungai Rokan di Desa Sontang itu berasal dari kiriman banjir yang terjadi di sejumlah desa dan kelurahan Kecamatan Ujungbatu, Jumat (9/1) lalu. Salah seorang warga Desa Sontang Jasman melaporkan kondisi debit air Sungai Rokan sejak Kamis (8/1) normal. Namun dengan tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Ujungbatu pada malamnya, Jumat (9/1) pagi air Sungai Rokan di Kecamatan Ujung Batu meluap.
‘’Informasi yang kita terima, Ahad (11/1) siang, Sungai Rokan di Kecamatan Ujungbatu sudah mulai normal. Petangnya, luapan air Sungai Rokan bertambah naik di Desa Sontang. Ditambah lagi cuaca disini mendung,’’ ujar Jasman.
Diakuinya luapan air sungai Rokan di Desa Sontang telah merendam sejumlah lahan perkebunan sawit milik warga setinggi sepinggang orang dewasa yang berada dekat di bantaran sungai. ‘’Melihat kondisi air Sungai Rokan di Desa Sontang semakin bertambah, dipastikan banjir yang sehari sebelumnya sudah berangsur surut merendam ruas jalan provinsi Sontang-Duri ikut bertambah,’’ katanya.
Jasman mengimbau kepada masyarakat Desa Sontang agar selalu waspada terhadap potensi bencana banjir. ‘’Kalau melihat curah hujan yang terjadi di awal tahun ini, jalan provinsi Sontang batas Duri yang kini masih terendam mau bisa berlangsung sebulan tak surut-surut. Karena titik badan jalan provinsi yang kini terendam di Dusun 1 Desa Sontang itu kondisinya rendah seperti kuali, hampir sama tingginya dengan permukaan air Sungai Rokan,’’ jelasnya.
Sementara itu, Sekcam Bonai Darussalam Suratman, Ahad (11/1) mengatakan, bertambahnya air Sungai Rokan di Desa Sontang ini berasal dari luapan Sungai Rokan di Kecamatan Ujungbatu pada Jumat (9/1) lalu. ‘’Jika curah hujan tinggi, jelas air Sungai Rokan di Ujungbatu bertambah. Setelah dua hari surut, alirannya sampai ke Desa Sontang,’’ sebutnya.
Suratman menyebutkan, untuk arus lalu lintas pada ruas jalan provinsi Sontang-Duri hanya bisa dilalui mobil dengan bak tinggi. ‘’Genangan banjir di ruas jalan provinsi di Dusun 1 Desa Sontang terlihat dalam karena sopir lewat jalur tengah yang diketahui cukup dalam. Kalau ambil jalur tepi, dikhawatirkan bisa terbalik. Untuk mobil pribadi disarankan untuk tidak melintas. Carilah jalur alternatif,’’ pesannya.
Warga Dua Kecamatan Perlu Bantuan Sembako
Ratusan warga yang rumahnya terdampak dari luapan air Sungai Rokan Kiri dan Sungai Tapung saat ini memerlukan bantuan logistik. Pasalnya, saat terjadi bencana banjir, Jumat (9/1) pagi hingga malam, aktivitas warga lumpuh, seluruh barang dan peralatan rumah tangga dan air sumur telah tercemar luapan air sungai.
Seorang ibu rumah tangga di Desa Ujungbatu Timur Kecamatan Ujungbatu Vina (40) kepada Riau Pos, Ahad (11/1) menyebutkan, dirinya tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa berjualan ke pasar. ‘’Dua hari pascabanjir, kami disibukkan membersihkan lumpur yang masuk ke dalam rumah. Saat ini seperti ini, kami sangat memerlukan bantuan sembako dan air bersih dari Pemerintah Kabupaten Rohul,’’ ujarnya.
Berdasarkan data, jumlah rumah terendam banjir di Kecamatan Ujungbatu yakni Desa Ujungbatu Timur 79 KK, Kelurahan Ujungbatu 15 KK dan 30 kios di Pasar Baru, Desa Ngaso dua rumah. Selanjut Desa Tandun 125 KK. Plt Kepala Dinas Sosial P3A Rohul April Liyadi SE MSi saat dikonfirmasi menjelaskan, pemerintah daerah siap menyalurkan bantuan logistik berupa paket sembako seperti beras, gula dan minyak goreng.
Menurutnya, sesuai regulasi yang ada, untuk penyaluran bantuan sembako kepada warga yang terdampak banjir baru bisa dilaksanakan Dinsos P3A Rohul, setelah banjir surut. Bantuan yang disalurkan itu, lanjutnya harus ada dasar hukum bagi Dinsos P3A Rohul untuk menyalurkannya yakni setelah adanya surat permohonan bantuan yang disampaikan dari pemerintah desa dan kelurahan setempat.
‘’Kita imbau kepada pemerintah desa dan kelurahan di Kabupaten Rohul agar menyampaikan surat permohonan bantuan ke Dinsos P3A Rohul dengan dilengkapi data kepala keluarga yang rumahnya terendam banjir. Atas dasar itu, Pemkab Rohul bisa menyalurkan bantuan sembako yang diperlukan warga,’’ ujar April yang juga menjabat Sekretaris Dinsos P3A Rohul.(kom/amn/epp)