Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

UIR- Ponpes Ibnu Jarir Hadirkan Integrasi PBA Tradisional dan Modern

Herianto Baserah • Senin, 12 Januari 2026 | 18:13 WIB
Suasana pengembangan kurikulum Bahasa Arab di Pondok Pesantren Ibnu Jarir Bangkinang Kota oleh tim pengabdian Prodi PBA UIR, belum lama ini.
Suasana pengembangan kurikulum Bahasa Arab di Pondok Pesantren Ibnu Jarir Bangkinang Kota oleh tim pengabdian Prodi PBA UIR, belum lama ini.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sebuah terobosan pendidikan berbasis nilai dan inovasi kembali dihadirkan oleh Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Islam Riau (UIR). Kali ini, pengabdian masyarakat berfokus pada pengembangan kurikulum Bahasa Arab murni melalui pendekatan ‘’Integrasi Peran Pendidikan Bahasa Arab

Tradisional dengan Metode Pengajaran Modern’’ di Pondok Pesantren (Ponpes) Ibnu Jarir, Bangkinang Kota, belum lama ini.

Harmoni Turats dan Teknologi di Ruang Kelas Pesantren

Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun model kurikulum Bahasa Arab murni yang tetap berpijak pada akar tradisi pesantren, namun dirancang dengan metodologi pengajaran mutakhir yang mampu menghidupkan kelas dan merangsang daya nalar santri.

‘’’Kami ingin melahirkan santri yang tidak hanya fasih membaca teks klasik, tetapi juga mampu memahami konteks dan mengomunikasikan Bahasa Arab secara hidup dan aplikatif,’’ ujar Ustadz Akzam, dosen sekaligus koordinator tim pengabdian dari PBA UIR.

Santri Lebih Aktif, Guru Lebih Adaptif

Salah satu kekuatan program ini terletak pada perubahan pendekatan pembelajaran dari teacher-centered menjadi student-centered learning. Para santri tidak lagi hanya menerima materi secara satu arah, tetapi dilibatkan secara aktif dalam dialog berbahasa Arab, simulasi kehidupan, dan proyek berbasis masalah. ‘’Dengan pendekatan baru ini, kami melihat gairah belajar santri meningkat. Mereka lebih percaya diri berbahasa Arab dan mulai mencintai turats karena diajarkan secara kontekstual,” ungkap salah satu guru pengampu Ustadz Ahmad Sulhan LC.

Model kurikulum yang dikembangkan berpegang pada prinsip: ‘’Asalah wa Mu'āṣarah’’ orisinalitas dan kemodernan. Artinya, kitab-kitab rujukan tradisional tetap menjadi inti materi, namun cara penyajiannya disesuaikan dengan gaya belajar generasi milenial.

Tim PBA UIR juga memperkenalkan penggunaan media digital sederhana yang tidak bertentangan dengan kultur pesantren, seperti audio-visual konten, aplikasi kosa kata interaktif, dan platform evaluasi daring, yang tetap berbasis nilai-nilai keislaman dan adab ilmiah. Integrasi pendidikan Bahasa Arab klasik dan modern bukan hanya wacana, tapi kini menjadi kenyataan hidup di Pondok Pesantren Ibnu Jarir Bangkinang Kota. UIR dan pesantren lokal bersinergi membentuk generasi baru yang kokoh dalam akidah, fasih dalam bahasa, dan tangguh dalam peradaban.(nto/c)

 

Editor : Edwar Yaman
#media digital #uir