PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Mengikuti banyak saran ulama, dimana sebaiknya bermaaf-maafan itu dilakukan sebelum ibadah puasa Ramadan, ini pula yang diamalkan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Berlangsung Senin (27/1/2026), Kejati Riau menggelar kegiatan Halal Bihalal dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan.
Seluruh jaksa dan para pegawai, termasuk Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Sutikno, turut hadir langsung di Masjid Al- Mizan Kejati Riai untuk saling bermaaf-maafan. Sutikno menyampaikan, halal bihalal ini diselenggarakan sebagai sarana saling memaafkan dengan penuh keikhlasan. Sehingga seluruh insan adhyaksa nantinya dapat menjalankan ibadah puasa di bulan suci ramadhan dengan lebih khusyuk dan tenang.
''Mari kita menyongsong Ramadan dengan hati yang bersih serta tekad yang baru untuk meningkatkan kualitas ibadah serta pengabdian kepada masyarakat,'' ujarnya dihadapan jajaran.
Pada kegiatan itu panitia halal bihalal menghadirkan Ustadz Syafrinaldi untuk mengisi tausyiah. Ia juga mengulas kembali hikmah peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Syafrinaldi menjelaskan, perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa sejauh kurang lebih 1.462 kilometer dalam satu malam. Nabi dalam perjalannya bertemua para nabi dan rasul di tujuh lapisan langit dan membawa pulang ibadah salah bagi umatnya.
Keteladan nabi dan ibadah yang diajarkannya, termasuk berpuasa pada bulan Ramadan harus ditaati setiap umat. Syafrinaldi memuji Kejati Riau yang dalam hal ini telah menunjukkan antusiasme dan rasa gembira dengan menggelar Halal Bihalal menyambut Ramadan lebih awal.
Turut hadir pada kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Riau Edi Handojo dan juga para asisten di lingkungan Kejati Riau.
Pada kegiatan ini seluruh pimpinan, jaksa dan para pegawai berbaur penuh kehangatan. Kegiatan diakhiri dengan makan bersama seluruh keluarga besar Kejati Riau.
Hendrawan Kariman (Pekanbaru)
Editor : Edwar Yaman