Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Karhutla di Riau Tembus 106,72 Hektare

Tim Redaksi • Selasa, 3 Februari 2026 | 13:22 WIB
Personel tim gabungan saat memadamkan api  yang membakar lahan di  Kampung Senepis Kecil, Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai, Sabtu (31/1/2026).
Personel tim gabungan saat memadamkan api yang membakar lahan di Kampung Senepis Kecil, Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai, Sabtu (31/1/2026).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau meluas. Per 1 Februari 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mencatat, karhutla yang tersebar di 10 kabupaten/kota sudah menembus 106,72 hektare (ha).

Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal mengatakan, 10 daerah tersebut adalah Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Kuantan Singingi (Kuansing), Kota Dumai, dan Pekanbaru. “Total luasan karhutla 106,72 Ha,” katanya, kemarin.

Karhutla di Bengkalis menjadi yang terluas yakni 22,51 hektare. Diikuti Dumai 10,50 hektare, Inhil 22 hektare, Pelalawan 21 hektare, Pekanbaru 8,51 hektare, Kampar 7,25 hektare, Kepulauan Meranti 6,70 hektare, Siak 5,55 hektare, Kuansing 1,50 hektare, dan Inhu 1,20 hektare.

“Dari rincian luasan tersebut, juga ditemukan 331 hotspot atau titik panas dengan jumlah fire spot atau titik api sebanyak 50,” ujarnya.

Namun demikian, saat ini karhutla yang terjadi di beberapa wilayah tersebut dilaporkan sudah berhasil ditangani oleh tim gabungan di lokasi. “Laporan dari masing-masing daerah karhutla di wilayah mereka sudah bisa ditangani. Sudah ada yang padam total dan ada juga yang masih proses pendinginan,” sebutnya. 

Dalam upaya penanganan karhutla, disebutkan M Edy saat ini sudah banyak unsur yang terlibat. Mulai dari BPBD kabupaten/kota, TNI-Polri, Manggala Agni, masyarakat peduli api, dan juga pihak-pihak perusahaan. “Karena Riau belum menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla, saat ini penanganan masih dilakukan oleh masing-masing daerah. Meskipun demikian, koordinasi tetap dilaksanakan agar pemadaman berjalan efektif,” ujarnya.

Dua Hektare Lahan Kembali Terbakar di Inhil

Karhutla kembali terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Kali ini, api melahap sekitar dua hektare lahan di Desa Simpang Jaya, Kecamatan Batang Tuaka, Senin (2/2). Api sempat sulit dikendalikan akibat angin kencang dan jauhnya sumber air.

Sebelumnya, karhutla juga terjadi di Desa Simpang Gaung dan Belanta Raya, Kecamatan Gaung dengan luas mencapai sekitar 10 hektare. Berkat kerja cepat tim gabungan, kebakaran di dua lokasi tersebut berhasil dipadamkan.

Kini, tim gabungan kembali berjibaku memadamkan api di Desa Simpang Jaya. Pemadaman dilakukan dengan peralatan lengkap guna mencegah meluasnya kebakaran.

“Ini hari kedua kami melakukan pemadaman di Desa Simpang Jaya. Perkiraan luas lahan yang terbakar sekitar dua hektare,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Inhil R Arliansyah melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Ari Syuria.

Menurut Ari, proses pemadaman dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi api menjalar ke area sekitar. Namun, petugas di lapangan menghadapi sejumlah kendala, terutama angin yang cukup kencang serta jarak sumber air yang relatif jauh dari lokasi kebakaran.

“Beberapa waktu terakhir wilayah kita belum diguyur hujan sama sekali. Kondisi ini membuat potensi karhutla di daerah lain juga cukup tinggi,” tukasnya.

Hingga saat ini, petugas masih melakukan pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul. Pihak BPBD juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, mengingat kondisi cuaca yang sangat rawan memicu kebakaran.

Delapan Titik Panas Terpantau di Minas

Delapan titik panas terpantau di wilayah Kecamatan Minas, Kabupaten Siak sejak, Rabu (28/1) sampai Ahad (1/2) petang. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Siak Novendra Kasmara mengatakan, telah menurunkan tim memantau titik panas agar tak berubah menjadi titik api.

Pasalnya, titik panas ini berpotensi menjadi titik api di tengah cuaca yang terik sejak beberapa waktu terakhir. “Kami mengajak semua pihak, terutama masyarakat untuk melaporkan jika melihat kebakaran lahan sehingga dapat cepat diatasi,” ujarnya.

Novendra menegaskan, lebih baik mencegah dari pada mengatasi untuk persoalan karhutla ini. Delapan titik panas itu berada di GS 2 Minas Jaya, Kompleks PT PHR, Minas Jaya, keduanya terjadi Ahad (1/2) lalu. Selanjutnya, Sabtu (31/1), di GS 3 PHR Minas Field, Jalan Pipa Lines Road, Minas Barat, dan Jalan Pekanbaru-Minas, Minas Jaya. 

Lalu Jumat (30/1), titik panas berada di Minas Barat, dan GS 5 Minas Barat. Lalu pada Rabu (28/1) titik panas di Jalan Pekanbaru-Minas, Kelurahan Minas Jaya. Selain di Minas, ada sejumlah desa di Kecamatan, Kandis, Sungai Apit dan beberapa lainnya rawan karhutla. “Mencegahnya tidak bisa dilakukan sendiri, semua pihak kami harapkan peduli,” sebutnya.

Petani di Dumai Diringkus Polisi

Polres Dumai berhasil mengamankan seorang petani berinisial JR (65) warga Ujung Tanjung, Rokan Hilir yang diduga sengaja membakar lahan seluas satu hektare di Kampung Senepis Kecil, Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sungai Sembilan, Sabtu (31/1) siang.

Kapolres Dumai AKBP Angga Febrian Herlambang mengatakan, aktivitas pelaku terdeteksi melalui aplikasi Deteksi Lahan Terbakar (DLK) yang memantau titik panas di wilayah tersebut.

“Tim gabungan Satreskrim Polres Dumi bersama Polsek Sungai Sembilan langsung bergerak setelah mendapat sinyal titik api dari aplikasi DLK sekitar pukul 08.30 WIB. Setelah empat jam perjalanan, kami menemukan titik api yang masih menyala,” ujar Kapolres Dumai, Senin (2/2).

Di lokasi, petugas menemukan pelaku yang langsung mengaku telah membakar lahan menggunakan mancis biru. “Kami langsung mengamankan pelaku dan turut menyita barang bukti berupa satu mancis, dua parang, serta dua batang kayu bekas yang habis terbakar,” jelas Kapolres.

Kapolres menambahkan bahwa pelaku diduga melanggar dimaksud dalam Pasal 50 ayat (2) huruf b jo Pasal 78 ayat (4) Undang-Undang RI No. 06 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang Perubahan atas Undang-Undang No.41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, atau Pasal 17 Ayat (2) huruf b jo Pasal 92 Ayat (1) huruf b Undang-Undang RI No. 06 Tahun 2023 yang juga mengubah Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasaan Perusakan Hutan.

Pihak kepolisian telah mengumpulkan keterangan dari dua saksi, yakni Heru Gunawan dari Tanjung Kapal dan Eko Susilo dari Aek Korsik. Kapolres Dumai menegaskan, pembakaran lahan selain melanggar hukum juga dapat menyebabkan kebakaran hutan meluas, merusak ekosistem, dan menurunkan kualitas udara.

“Kami mengingatkan masya­rakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Gunakan metode ramah lingkungan dan urus izin resmi sesuai prosedur,” tegasnya.

Polres Dumai akan terus melakukan pengawasan melalui teknologi dan patroli lapangan serta mengimbau masyarakat diminta melaporkan titik api atau aktivitas pembakaran mencurigakan ke pihak berwenang.

Sepekan ke Depan Riau Masih Berpotensi Hujan 


Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Senin (2/2) masih menemukan adanya potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang selama sepekan ke depan. Forester on Duty BMKG Pekanbaru Sanya Gautami mengatakan, berdasarkan analisis dan jaringan pengamatan curah hujan, BMKG mencatat masih terjadi penurunan kejadian dan curah hujan di hampir seluruh wilayah Provinsi Riau.

Namun, curah hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mulai terjadi di pertengahan hingga akhir pekan wilayah yang tercatat mengalami hujan dengan intensitas sedang yaitu 20 hingga 50 mm per hari terjadi di wilayah Kabupaten Rokan Hulu.

Sementara itu, dalam satu pekan ke depan kondisi cuaca di wilayah Provinsi Riau pada awal pekan ini diperkirakan akan cenderung cerah hingga cerah berawan. Karena peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan akan kembali terjadi pada pertengahan hingga akhir pekan.

Berdasarkan kondisi atmosfer secara global maupun sinopsis yang dapat mempengaruhi cuaca di wilayah Riau ditinjau dari radiasi balik bumi ke atmosfer diperkirakan nilai radiasi balik bumi di wilayah Riau akan bernilai positif di awal pekan. Kondisi ini merupakan tanda sedikitnya tutupan awan yang mengindikasikan rendahnya potensi pembentukan awan hujan di wilayah Riau.

Diperkirakan pada pertengahan hingga akhir pekan kondisi radiasi balik bumi akan bernilai negatif kemudian indeks sensor di minor 3,4 yaitu minus 0,79. Kondisi ini berpengaruh terhadap peningkatan pola konsumtif di wilayah Indonesia namun belum berpengaruh besar untuk wilayah Riau.

Selanjutnya IOD bernilai 0.45 kondisi ini tidak berpotensi meningkatkan aktivitas konveksi di wilayah Riau. Kemudian untuk pola angin diperkirakan masih akan terbentuk daerah belokan angin atau shareline dan juga pertemuan angin atau konsekuensi di wilayah Provinsi Riau khususnya wilayah Riau bagian tengah Barat dan Selatan. Kondisi ini dapat mendukung proses pembentukan awan hujan.

“Secara umum kondisi cuaca cerah berawan masih berpotensi terjadi di awal pekan. Untuk itu jangan lupa gunakan payung jaket dan tabir surya guna melindungi kulit dari paparan sinar matahari imunitas. Namun di akhir pekan masyarakat diminta untuk selalu waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang,” tegasnya.(sol/*2/mng/bay/ayi/das)

Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru

Editor : Arif Oktafian
#inhil #dumai #karhutla #riau #minas