Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Api Masih Menyala di Bengkalis dan Inhil

Tim Redaksi • Rabu, 4 Februari 2026 | 12:21 WIB
Petugas gabungan berjibaku memadamkan api yang membakar lahan di Desa Simpang Jaya, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir, Selasa (3/2/2026).
Petugas gabungan berjibaku memadamkan api yang membakar lahan di Desa Simpang Jaya, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir, Selasa (3/2/2026).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus meluas di Riau. Di Kabupaten Bengkalis dan Indragiri Hilir (Inhil), api masih menyala dan tim gabungan terus berupaya melakukan pemadaman, Selasa (3/2). Di Bengkalis, karhutla meluas mencapai 21 hektare dan baru separo yang berhasil dipadamkan.

Ini disebabkan kondisi angin kencang serta lahan yang terbakar merupakan lahan gambut. Bahkan dari lima kecamatan, di Desa Sukarjo Mesim Kecamatan Rupat api sulit dipadamkan. Di Kecamatan Bandar Laksamana juga demikian, karhutla mencapai 10 hektare.

Begitu juga di Pulau Bengkalis yakni Kecamatan Bantan dan Bengkalis masih terdapat titik api.

“Api masih belum bisa dipadamkan,’’ ujar Kepala Pelaksan (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis Salman Alfarisi melalui Manajer Pusdalops, Erzansyah, Selasa (3/2).

‘’Yang masih menyala apinya di Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana. Terdapat dua titik api yang masih menyala dan sampai sore ini (kemarin, red) petugas masih berupaya memadamkan api,’’ tambahnya.

Sedangkan di Kecamatan Rupat ada 6 haktare lebih lahan terbakar. “Kondisi saat ini petugas masih berupaya melakukan pendinginan. Kondisi air yang sulit didapat serta tiupan angin  kencang, membuat asap karhutla membumbung tinggi,” jelasnya.

Di Kecamatan Bandar Laksamana, sejak kejadian, Ahad (1/2) di Jalan Majapahit RT.03/RW.02 Dusun Sejati Desa Sepahat, yang terbakar merupakan lahan semak belukar dan perkebunan sawit seluas 10 hektare dan baru mampu dipadamkan sekitar 2,5 ha. Sementara di Jalan  H Ilyas Desa Air Putih Kecamatan Bengkalis. luas kebakaran mencapai 5 ha dan yang berhasil dipadamkan mencapai 0,5 ha.

“Kami mengharapkan agar masyarakat ikut peduli dengan kondisi cuaca saat ini dengan cara tidak membakar lahan untuk membuka perkebunan maupun pertanian. Karena kalau sudah terbakar seperti saat ini, api sangat sulit dipadamkan,” harap Erzansyah.

Di Kabupaten Inhil, api menyala di lahan gambut di Desa Simpang Jaya, Kecamatan Batang Tuaka. Hingga kemarin masih terus diupayakan pemadamannya oleh TRC BPBD Inhil, TNI, Polri, Manggala Agni, serta perangkat desa.

Karhutla yang membakar lahan semak dan gambut tersebut dilaporkan warga sejak tiga hari lalu. Beratnya medan menjadi tantangan utama petugas memadamkan api. Lokasi kebakaran berada di kawasan gambut yang sulit dijangkau kendaraan.

Kondisi lahan yang kering, keterbatasan sumber air, serta angin yang berubah-ubah mempercepat perambatan api, termasuk di bawah permukaan tanah. Peralatan manual digunakan untuk membuka akses menuju titik api sekaligus membuat sekat bakar agar kebakaran tidak meluas. Sumber air diperoleh dari parit dan kanal di sekitar lokasi kebakaran.

Kalaksa BPBD Inhil, R Arliansyah melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Ari Syuria mengatakan kebakaran di lahan gambut membutuhkan penanganan ekstra karena api tidak hanya membakar di permukaan. “Api merambat hingga ke bawah lapisan gambut. Kondisi ini membuat proses pemadaman harus dilakukan berulang kali dan membutuhkan waktu lama,” ujarnya, Selasa (3/2).

Menurutnya, hingga saat ini tim gabungan masih bersiaga di lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan secara intensif, mengingat potensi kebakaran ulang masih cukup tinggi, terutama di tengah kondisi cuaca panas. “Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan segera melaporkan jika menemukan titik api di lingkungan sekitar,” tuturnya.

Di Kabupaten Kepulauan Meranti, karhutla sudah bisa dikendalikan. Beberapa lokasi dilaporkan dalam tahap pendinginan. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kepulauan Meranti, Ardath, mengungkapkan penanganan terpanjang saat ini berada di Desa Tenggayun Raya, Kecamatan Rangsang Pesisir, yang telah berlangsung sejak 29 Januari 2026.

Luas lahan terdampak di lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare. “Untuk di Tenggayun Raya, api sudah tidak menyala dan masih masuk tahap pendinginan. Personel tetap disiagakan karena potensi munculnya bara api masih ada,” ujar Ardath, Selasa (3/2).

Selain itu, karhutla juga terpantau di Renak Dungun Pulau, Kecamatan Merbau, dengan luas lahan terdampak sekitar 1 hektare. Titik api di lokasi tersebut berhasil dipadamkan Selasa (3/2). Di wilayah Tanjung Samak, Kecamatan Rangsang, api yang membakar semak belukar seluas sekitar 1 hektare juga telah berhasil dipadamkan.

“Untuk Pulau Merbau dan Kecamatan Rangsang, api sudah padam hari ini (kemarin, red). Namun pengawasan tetap kami lakukan untuk memastikan tidak ada titik panas tersisa,” tegasnya. “Angin sangat berpengaruh. Api bisa hidup kembali sewaktu-waktu. Karena itu, petugas sudah dua malam berjaga di lokasi rawan,” tambahnya.

Dalam penanganan karhutla tersebut, BPBD Kepulauan Meranti mengerahkan tim gabungan. “Kami tidak hanya memadamkan api, tetapi memastikan lokasi benar-benar aman. Fokus kami sekarang adalah mencegah kebakaran susulan,” kata Ardath.

Di Rokan Hiilir, karhutla sempat muncul di wilayah Kecamatan Tanah Putih, Selasa (3/2). Personel gabungan dari sejumlah instansi terkait turun langsung ke lapangan guna karhutla tersebut sekaligus melakukan pemadaman. Hasilnya, api sukses dipadamkan.

Kepala BPBD Rohil Syafnurizal SE menyebutkan untuk kondisi lahan yang terbakar itu berupa lahan gambut, sebagian semak belukar. “Selain itu juga sudah ditanami kelapa sawit sebagian, dengan luasan lahan terbakar lebih kurang dua hektare,” kata Syafnurizal.

Menurutnya lokasi kebakaran tersebut persisnya di Dusun Sejati yang berada di wilayah Kepenghuluan Rantau Bais Kecamatan Tanah Putih. Untuk melakukan pemadaman terangnya petugas gabungan mesti menempuh waktu yang cukup lama, ke lokasi kebakaran lahan tersebut. “Pemadaman cukup sulit tapi akhirnya api berhasil dipadamkan dan dapat dilakukan pendinginan,” kata Syafnurizal.

Bertambah 16 Ha

Dalam dua hari karhutla bertambah sekitar 16 hektare lebih. Per 1 Februari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mencatat terjadi karhutla seluas 106,72 hektare. Tapi, per Selasa (3/2), karhutla meluas menjadi 122,72 hektare.

Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal menjelaskan, karhutla sudah ada 10 kabupaten/kota di Riau. Luasnya juga meningkat menjadi 122,72 hektare per Selasa (3/2). “Hingga saat ini sudah 10 daerah di Riau yang ditemukan terjadi karhutla. Total luasan karhutla 122,72 hektare,” katanya.

Bengkalis masih menjadi yang tertinggi yakni 37,51 hektare, Inhil 22 hektare, Pelalawan 21 hektare, Dumai 10,50 hektare, Pekanbaru 8,51 hektare, Kepulauan Meranti 7,70 hektare, Kampar 7,25 hektare, Siak 5,55 Ha, Kuantan Singingi 1,50 hektare, dan Inhu 1,20 hektare. “Dari rincian luasan tersebut, juga ditemukan 378 hotspot atau titik panas dengan jumlah fire spot atau titik api sebanyak 53,” ujarnya.

Namun, Edy menyebutkan karhutla di Riau tinggal tersisa di tiga daerah dan tinggal proses pendinginan. “Karhutla di Riau saat ini hanya tinggal proses pendinginan saja, yakni di Inhil, Bengkalis dan Pelalawan. Sedangkan untuk wilayah lainnya sudah dilaporkan padam,” sebutnya.

Data dari BPBD Damkar) Riau berbeda dengan fakta di lapangan.(sol/wir/fad/*2/ksm)

Editor : Arif Oktafian
#inhil #api #karhutla #bengkalis