Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pendaftar TKA SD/SMP Capai 8,8 Juta Peserta

Tim Redaksi • Kamis, 5 Februari 2026 | 15:57 WIB
Photo
Photo

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Dua pekan sejak pendaftaran dibuka, antusiasme peserta Tes Kemampuan Akademik (TKA) dari jenjang SD/MI/sederajat dan SMP/MTs/sederajat terus melonjak. Hingga Rabu (4/2), tercatat 8.847.501 murid telah mendaftar sebagai peserta.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Toni Toharudin menyebut, angka tersebut mencerminkan partisipasi aktif satuan pendidikan dalam mendukung pelaksanaan evaluasi pembelajaran secara nasional.

Angka ini pun diyakini terus bertambah mengingat pendaftaran masih dibuka hingga 28 Februari 2026. Diakui Toni, tahun ini mekanisme pendaf­taran dilakukan dengan pendekatan yang sedikit berbeda. Seluruh murid akan terlebih dahulu didaftarkan oleh satuan pendidikan melalui sistem pendataan, lalu setelahnya setiap murid diberikan ruang untuk menyatakan, pilihannya masing-masing, apakah akan mengikuti TKA atau tidak.

“Mekanisme ini dirancang untuk memastikan seluruh murid tercatat dalam sistem, sekaligus memberikan keleluasaan dalam pengambilan keputusan tanpa mengurangi akurasi data dan tujuan pemetaan kemampuan belajar,” paparnya, kemarin (4/2).

Toni juga kembali menyinggung soal peran TKA dalam Sistem Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2026/2027. Dia menegaskan, peran TKA sudah sangat jelas disampaikan dalam Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah Nomor 0301/C/HK.04.01/2026. Namun, ditegaskan kembali bahwa TKA bukan penentu kelulusan, melainkan bentuk evaluasi atas capaian akademik siswa.

Sementara itu, dalam TKA SMA/SMK dan sederajat pada tahun lalu diketahui bahwa para murid di jenjang ini memiliki kekuatan pada aspek literasi dan karakter sosial. Namun, di sisi lain, capaian numerasi, pengolahan data, dan kemampuan evaluatif yang menjadi fondasi penguatan STEM masih kurang.

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Rahmawati menyampaikan, berdasarkan data nasional yang dihimpun dari 3.466.018 peserta didik di 43.461 sekolah, murid telah menunjukkan kemampuan yang baik dalam pemahaman tekstual, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia serta mata pelajaran pilihan seperti PPKn, Antropologi, dan Geografi.

Sayangnya, capaian ini cukup kontras dengan hasil Matematika. Dari lebih dari 3,4 juta peserta, nilai rata-rata nasional Matematika hanya mencapai 36,10.(mia/ttg/jpg)

 

Editor : Arif Oktafian
#tka #pendaftar #smp #sd