PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Menjelang penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah, Rooftop Hotel Sonaview, Kota Dumai akan menjadi saksi penting proses rukyatul hilal di Provinsi Riau.
Dari ketinggian gedung tersebut, para ahli falak akan menanti senja, sembari mengamati ufuk barat untuk memastikan hadir atau tidaknya hilal penanda bulan suci.
Lokasi ini ditetapkan sebagai titik pemantauan resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dan menjadi satu dari 96 titik rukyatul hilal yang digelar serentak di seluruh Indonesia.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau melalui Kepala Bidang Urusan Agama Islam, Muhammad Fakhri, mengungkapkan bahwa pemilihan Rooftop Hotel Sonaview bukan tanpa pertimbangan.
Aspek teknis menjadi faktor utama, mulai dari kemudahan akses hingga ketinggian lokasi yang memenuhi standar pemantauan.
“Posisinya cukup strategis. Arah pandangan ke matahari terbenam relatif terbuka dan minim gangguan, sehingga mendukung proses rukyatul hilal,” ujar Fakhri, Jumat (6/2/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan perhitungan hisab, ijtimak atau konjungsi menjelang Ramadan 1447 H terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 19.01 WIB. Namun saat matahari terbenam, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia masih berada di bawah ufuk.
“Ketinggian hilal berkisar antara minus 2 derajat 24 menit 42 detik hingga minus 0 derajat 58 menit 47 detik, dengan sudut elongasi antara 0 derajat 56 menit 23 detik sampai 1 derajat 53 menit 36 detik,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, lanjut Fakhri, secara teoritis hilal belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan, termasuk kriteria MABIMS, sehingga peluang hilal untuk terlihat sangat kecil.
Meski demikian, hasil rukyatul hilal tetap menjadi bagian penting dalam proses penentuan awal Ramadan. Seluruh laporan pemantauan dari berbagai daerah, termasuk dari Riau, akan dibahas secara nasional dalam Sidang Isbat.
Sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1447 H dijadwalkan berlangsung pada hari yang sama di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jalan MH Thamrin No 6, Jakarta.
Forum ini akan dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari perwakilan DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), BMKG, BIG, BRIN, hingga para pakar falak dan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam.
“Hasil hisab dan rukyat akan dibahas bersama secara terpusat. Keputusan akhirnya akan diumumkan secara resmi agar menjadi pedoman bersama umat Islam di Indonesia,” tutupnya. (ilo)
Editor : M. Erizal