PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Berada tepat di bibir Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran internasional terpadat dunia, Kota Dumai bukan sekadar kota pelabuhan. Wilayah ini menjadi gerbang strategis keluar-masuknya orang dan barang lintas negara, sekaligus titik rawan berbagai kejahatan transnasional.
Kondisi inilah yang menarik perhatian Komisi XIII DPR RI untuk turun langsung meninjau kinerja keimigrasian di kota minyak tersebut pada Kamis (5/2/2026). Kunjungan ini bertujuan melihat secara langsung tata kelola dan kinerja keimigrasian, khususnya di wilayah pesisir dan pelabuhan internasional yang menjadi pintu utama arus lalu lintas manusia dan barang ke wilayah Indonesia.
Pada kesempatan itu Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Riau Agung Prianto, didampingi para pejabat utama dan para Kepala UPT Keimigrasian se-Riau, memaparkan peran strategis dan capaian kinerja Imigrasi Riau di hadapan anggota Komisi XIII DPR RI.
Pemaparan tersebut menitikberatkan pada optimalisasi pelayanan publik, penguatan tata kelola, serta kontribusi nyata keimigrasian terhadap penerimaan negara.
Agung Prianto memaparkan, capaian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sepanjang tahun 2025, Imigrasi Riau mencatat realisasi PNBP sebesar Rp 112,6 miliar. Itu jauh melewati target yang hanya Rp61,8 miliar atau 182 persen dari target semula.
Selain capaian kinerja, Agung juga membeberkan tantangan serius yang dihadapi di wilayah pesisir Riau. Hal ini soal titik-titik rawan yang kerap digunakan sebagai jalur ilegal menuju Malaysia dan berpotensi menjadi lintasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).
''Kami terus memperkuat koordinasi lintas instansi agar pengawasan berjalan efektif. Pendekatan yang kami lakukan adalah pencegahan, penegakan hukum yang terukur, serta pelayanan yang transparan dan akuntabel,'' sebut Agung.
Pada kesempatan yang sama Anggota DPR RI Mafirion yang memimpin Tim Komisi XIII menilai Dumai sebagai salah satu etalase penting wajah negara di jalur internasional. Sehingga penguatan fungsi keimigrasian di wilayah ini memiliki nilai strategis bagi kepentingan nasional.
Mafirion memberikan apresiasi atas capain kinerja Imigrasi Riau, khususnya Imigrasi Dumai. ''Kami menilai Imigrasi Riau, khususnya Dumaiz mampu menjawab kompleksitas tantangan wilayah perbatasan ini,'' ujarnya.
Kunjungan kerja spesifik Komisi XIII DPR RI ini, sebut Mafirion,menjadi bagian dari pengawasan terhadap Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai mitra kerja. Pihaknya ingin menegaskan kembali pentingnya peran keimigrasian dalam menjaga kedaulatan negara di kawasan perbatasan dan jalur internasional.
Sementara itu Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai Ruhiyat M Tolib mengatakan, pihaknya telah mengambil berbagai langkah konkret untuk menjawab tantangan wilayah perbatasan.
''Kami terus berupaya melakukan optimalisasi pengawasan lalu lintas orang di pelabuhan internasional. Tentunya seiring peningkatan kualitas layanan keimigrasian, serta penguatan sinergi lintas sektor bersama TNI, Polri, Bea Cukai, BP3MI dan juga instansi terkait lainnya,'' sebut Ruhiyat.(end)
Editor : Edwar Yaman