PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (Unri) berupaya mematahkan stigma lama bahwa dunia bisnis dan kewirausahaan hanya identik dengan lulusan ekonomi atau bisnis.
Melalui agenda bertajuk 'Ngopi Bareng Suhu Wan: Dari FISIP, ke Dunia Cuan,' FISIP Unri menegaskan bahwa alumni ilmu sosial juga memiliki peluang yang sama besar untuk eksis, tumbuh, dan sukses di jalur wirausaha.
Kegiatan tersebut digelar di Warung Kopi Rimba, lingkungan Kampus FISIP Unri, Senin (9/2/2026). Agenda ini menghadirkan para alumni sekaligus praktisi usaha yang berbagi pengalaman langsung kepada mahasiswa tentang perjalanan membangun bisnis dari nol hingga berkembang.
Diskusi berlangsung interaktif, sejumlah alumni FISIP Unri hadir sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut, yakni Ari Nugroho Founder Rocket Skill dan Keroncong Antar, Aslan Wiguna Ketua Harian IKA Unri dan CEO PT KBI, serta Wan Muhammad Hasyim Ketua IKA Unri dan Owner Idol Mart.
Diskusi ini dipandu oleh Muhammad Ali Nurman, alumni Ilmu Komunikasi FISIP Unri yang juga Ketua Harian IKA Ilmu Komunikasi FISIP Unri sebagai moderator dan Saiman Pakpahan yang juga Wakil Dekan III Fisip Unri sebagai MC.
Agenda 'Ngopi Bareng' ini dibuka langsung oleh Dekan FISIP Unri, Dr Meizi Heriyanto SIP MSi. Dalam sambutannya, Meizi menekankan pentingnya keberanian untuk memulai usaha, meskipun dari skala kecil dan ide yang sederhana.
Menurutnya, keberhasilan sebuah usaha tidak selalu ditentukan oleh latar belakang keilmuan, melainkan oleh kemauan, konsistensi, dan fokus dalam mengelola peluang yang ada. Ia mencontohkan Warung Kopi Rimba yang dikelola di lingkungan kampus sebagai bukti nyata bahwa peluang usaha bisa lahir dari ide sederhana jika ditekuni dengan serius.
"Kita punya banyak alumni FISIP yang sukses berwirausaha. Kalau ditanya kuncinya, rata-rata jawabannya sama: mau dan berani memulai. Soal keuntungan itu urusan pengelolaan, pengawasan, dan manajemen yang baik," ujar Meizi.
Ia berharap forum diskusi santai seperti ini dapat menjadi sarana belajar langsung bagi mahasiswa, khususnya dengan mendengarkan pengalaman para alumni yang merintis usaha dari titik nol hingga mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan dunia bisnis.
Ketiga Narasumber memaparkan pengalaman dan strategi membangun usaha sejak tahap awal, menghadapi kegagalan, hingga mengembangkan bisnis agar tetap berkelanjutan.
Forum ini menjadi ruang dialog terbuka antara mahasiswa dan para senior yang telah lebih dahulu terjun ke dunia usaha. Ari Nugroho menekankan bahwa konsistensi dan kesiapan mental menjadi faktor penting dalam dunia kewirausahaan.
"Tantangan dan tekanan dalam bisnis adalah hal yang tidak terpisahkan, sehingga pengusaha harus memiliki daya tahan dan komitmen jangka panjang," ujarnya.
Sementara itu, Aslan, selaku Ketua Harian IKA Unri, turut memberikan motivasi kepada mahasiswa FISIP agar tidak menunda-nunda untuk memulai usaha. Ia menegaskan bahwa kesuksesan dalam bisnis lebih banyak ditentukan oleh karakter dan integritas, bukan semata-mata modal awal. "Bisnis itu jangan tunggu modal dulu. Bangun karakter dan integritas. Kalau itu sudah ada, pemodal akan datang sendiri," tegas Aslan di hadapan peserta diskusi.
Tokoh utama dalam kegiatan tersebut, Wan Muhammad Hasyim SE Ak, yang karib disapa Suhu Wan. Dia membagikan perjalanan panjangnya sebagai alumni Unri angkatan 1995. Kini, Suhu Wan diketahui memiliki sekitar 150 outlet Idol Mart yang tersebar di Pulau Jawa dan mempekerjakan ribuan karyawan.
Dalam paparannya, Suhu Wan menegaskan bahwa pengembangan kewirausahaan di lingkungan kampus merupakan bentuk investasi sosial jangka panjang. Menurutnya, mencetak pengusaha baru berarti membuka lebih banyak lapangan kerja di masa depan. "Kalau saya mencetak banyak pengusaha, maka lapangan kerja yang tercipta jauh lebih besar. Itu tujuan saya," ujar Ketua IKA Unri tersebut.
Pada kesempatan itu, Suhu Wan juga menyerahkan bantuan pendanaan usaha kepada mahasiswa yang dinilai konsisten dan telah memiliki bisnis yang berjalan. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan entrepreneur yang telah dilaksanakan sejak 2023. Melalui program tersebut, mahasiswa berpeluang memperoleh pendanaan hingga Rp6,7 juta, disertai dengan pendampingan bisnis secara berkelanjutan, mulai dari pengelolaan usaha, pengembangan produk, hingga manajemen keuangan.
Pengurus IKA Unri, Julita, menjelaskan bahwa program kewirausahaan ini tidak berhenti pada pemberian modal semata, melainkan terus dipantau dan dikembangkan. "Suhu Wan tidak hanya memberikan dana, tapi juga ilmu dan pembinaan. Mahasiswa FISIP yang sudah punya usaha bisa bergabung dan mengikuti proses seleksi," jelas Julita.
Ia menegaskan, agenda Ngopi Bareng ini dirancang sebagai kegiatan berkelanjutan dan akan digelar di berbagai fakultas di lingkungan Universitas Riau. Langkah tersebut diharapkan mampu menumbuhkan jiwa entrepreneur sejak mahasiswa masih di bangku kuliah, sekaligus memperkuat peran alumni dalam pengembangan sumber daya mahasiswa.
Editor : Rinaldi