Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kabut Asap Muncul di Pekanbaru dan Kuansing

Tim Redaksi • Jumat, 13 Februari 2026 | 10:49 WIB
Warga melintas di Jalan Niaga ketika asap putih membumbung tinggi saat kebakaran lahan gambut di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (12/2/2026). Cuaca panas dan sulitnya sumber air di lokasi kebakaran membuat api dengan cepat membakar lahan
Warga melintas di Jalan Niaga ketika asap putih membumbung tinggi saat kebakaran lahan gambut di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (12/2/2026). Cuaca panas dan sulitnya sumber air di lokasi kebakaran membuat api dengan cepat membakar lahan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Riau mulai dirasakan masyarakat Pekanbaru dan Kuantan Singingi. Kamis (12/2), di dua daerah ini mulai muncul kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan.

Pagi kemarin, masyarakat Pekanbaru mengeluhkan aroma asap cukup pekat yang terasa mengganggu saat ke luar rumah. Terlihat kabut asap tipis menyelimuti Kota Bertuah yang semakin membuat jarak pandang sedikit terganggu.

Pantauan Riau Pos, di sejumlah ruas jalan protokol di Pekanbaru, aroma asap sisa pembakaran lahan memang terasa dan membuat tenggorokan serta mata perih. Bahkan sebagian besar pengendara sepeda motor menggunakan masker saat bepergian untuk meminimalisir dampak asap yang dapat mengganggu kesehatan.

Seorang pengendara motor bernama Nova Kamal mengaku sudah mencium aroma asap sejak pukul 05.00 WIB saat pertama kali membuka pintu rumah. Kabut yang cukup pekat dirasakannya saat mengantar anak ke sekolah.

“Gawat sudah mulai berkabut asap pula Pekanbaru. Terasa sakit di tenggorokan. Makanya saya menggunakan masker kalau keluar rumah. Semoga tidak terjadi kabut asap yang pekat lagi seperti tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Heru (42), warga lainnya yang berdomisili di Kecamatan Bukit Raya mengaku kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru pagi kemarin cukup membuat sakit tenggorokan anak-anaknya. Ia pun meminta seluruh anggota keluarganya untuk menggunakan masker saat bepergian.

Dirinya juga menutup pintu dan jendela rumah agar bau asap tidak masuk. “Anak-anak sudah mengeluhkan tenggorokannya sakit. Semoga saja tidak berlarut-larut kabut asapnya kasihan mau ramadan dan anak-anak juga sekolah,” katanya.

Forcester on Duty Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) Pekanbaru Bibin Sulianto saat dikonfirmasi mengatakan dari pengamatan BMKG Pekanbaru, jarak pandang pagi kemarin hanya 7 km dan titik panas yang terpantau di wilayah Riau sebanyak 275, tertinggi di Sumatera.

Jumlah ini tersebar di Kabupaten Bengkalis 155, Pelalawan 60, Indragiri Hilir 34, Rokan Hilir 11, Kota Dumai 6, Siak 4, Kampar 2, Kuantan Singingi 2, dan Rokan Hulu 1.

“Kami belum bisa memastikan kabut pagi ini adalah karhutla tapi jika dilihat dari total titik panas yang terdeketsi Riau memang terbanyak di Sumatera dengan 275,” tegasnya.

Sedangkan titik panas wilayah Sumatera berkisar 390 yang tersebar di Kepulauan Riau 31, Sumatera Selatan 21, Jambi 18, Sumatera Barat 14, Bangka Belitung 14, Sumatera Utara 11, Aceh 3, dan Bengkulu 3.

Sementara itu, di Kuansing kabut asap tipis muncul sekitar pukul 06.00 WIB sampai pukul 07.00 WIB. Padahal, dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, tidak ada ditemukan ada titik panas. Kemungkinan, kabut asap yang terlihat di pagi hari itu kiriman dari daerah kabupaten tetangga, Pelalawan yang ditemukan puluhan titik api. 

“Alhamdulillah, sampai hari ini di wilayah kita tidak ada titik panas. Asap tipis pagi tadi (kemarin, red) bisa saja kiriman dari kabupaten tetangga kita Pelalawan yang memang terpantau puluhan titik panas,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kuansing H Yulizar lewat Kabid Pencegahan Dan Kesiapsiagaan, Koko Mahyudi, kemarin.

Koko menjelaskan, tetap menyampaikan imbauan agar masyarakat waspada di tengah perubahan cuaca sekarang ini yang mulai terjadi perubahan dari musim hujan ke panas. Ini ditandai dengan intensitas curah hujan yang jauh turun. “Meski di bulan Februari ini masih ada curah hujan, tetapi intensitasnya sudah rendah atau jarang,” kata Koko. 

Riau Bersiap Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar), telah menerima SK penetapan Status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Satu daerah yang sudah menetapkan status tersebut yakni Kabupaten Pelalawan.

Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur mengatakan, pihaknya telah menerima SK penetapan status siaga darurat Karhutla tersebut. Sementara untuk daerah lainnya yakni Kabupaten Bengkalis sedang mempersiapkan.

‘’Kami sudah menerima satu SK penetapan status siaga darurat Karhutla dari Kabupaten Pelalawan. Selain itu Bengkalis juga sedang mempersiapkan, namun SK -nya belum kami terima,” ujarnya, Kamis (12/2).

Dengan sudah adanya daerah yang menetapkan status tersebut, maka pihaknya bersama Forkopimda Riau dan instansi terkait juga sudah langsung melakukan rapat pembahasan untuk penetapan Status Siaga Darurat Karhutla untuk tingkat provinsi.

‘’Kami sudah melakukan rapat bersama Forkopimda Riau dan juga instansi terkait lainnya. Hasilnya, mengingat kondisi saat ini yang curah hujannya sudah menurun dan sudah ditemukan beberapa daerah yang terjadi karhutla. Maka kami mengusulkan kepada Gubernur untuk penetapan siaga darurat Karhutla tingkat provinsi Riau,” ujarnya.

Pihaknya menargetkan, dalam pekan ini juga Status Siaga Darurat Karhutla tingkat provinsi Riau sudah bisa ditetapkan. Karena jika sudah ditetapkan, pihaknya akan langsung mengajukan bantuan ke pemerintah pusat untuk penanganan karhutla di Riau.

“Mudah-mudahan dalam pekan ini juga Status Siaga Darurat Karhutla tingkat provinsi Riau sudah bisa ditetapkan. Karena kalau sudah ditetapkan, kami akan langsung meminta dukungan dari pemerintah pusat untuk penanganan Karhutla berupa helikopter water bombing, helikopter patroli dan juga operasi modifikasi cuaca,” sebutnya.

Siapkan Status Rohil Siaga Karhutla

Memasuki pertengahan Febuari 2026, mulai dirasakan peningkatan suhu udara yang cukup signifikan. Cuaca panas terik pada siang hari dan minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir menjadi tanda menuju musim kemarau.

Kondisi ini turut memicu kekhawatiran terhadap potensi karhutla yang kerap terjadi setiap tahun di sejumlah kecamatan rawan karhutla di Rohil. Sejumlah titik panas dilaporkan mulai terdeteksi di beberapa wilayah Rohil, terutama di area lahan gambut dan perkebunan yang mudah kering saat kemarau.

Kalaksa BPBD Rohil Syafnurizal menyebutkan, suhu udara dalam beberapa hari terakhir memang terasa lebih tinggi dari biasanya. “Hari ini (kemarin, red) kejadian karhutla ada di wilayah Mumugo Kecamatan Tanah Putih. Begitu juga di wilayah Kecamatan Sinaboi dan Kecamatan Batu Hampar,” jelasnya, Kamis (12/2).

Sementara lanjutnya untuk karhutla di wilayah Kecamatan Bangko Pusako sedang dalam tahapan pendinginan. Menyikapi kondisi yang terjadi di lapangan pada saat ini, pemerintah daerah akan menetapkan Status Siaga Karhutla sebagai respons menyikapi kondisi yang terjadi baik di Rohil maupun di Provinsi Riau secara umum. “Surat penetapan siaga karhutla sedang disusun Bagian Hukum. Pekan depan kemungkinan sudah menetapkan Status Siaga Karhutla,” katanya.

Syafnurizal menjelaskan penetapan status tersebut nantinya akan disampaikan ke BPBD Riau untuk kemudian diteruskan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB). Secara keseluruhan, penetapan status ini karhutla diharapkan mencegah kebakaran meluas dan meminimalkan dampak asap terhadap kesehatan, ekonomi dan aktivitas masyarakat.

Status tersebut diharapkan menjadi langkah penting agar penanganan karhutla dilakukan lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif. Bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi dasar hukum dan operasional bagi berbagai langkah antisipasi seperti mempermudah mobilisasi anggaran, mempercepat pengerahan personel dan peralatan, memudahkan koordinasi lintas instansi, penguatan patroli dan pencegahan serta meningkatkan kesadaran masyarakat.

Sementara mengenai luasan lahan terbakar sejauh ini menurut kalaksa masih belum bisa dipastikan. “Untuk luasannya masih belum bisa dipastikan karena proses pemadaman ada yang masih berjalan disamping juga perlu penghitungan yang cermat bersama dengan pihak terkait lainnya,” kata Syafnurizal.

Lahan Terbakar di Bengkalis Jadi 130,1 Ha

Petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api di 10 Kecamatan di Kabupaten Bengkalis. Hingga Kamis (12/2) pukul 17.00 WIB, ada 18 titik api dengan luas lahan mencapai 130,1 hektare (ha).

Kapolsek Bengkalis Iptu Hendro Wahyudi mengatakan, pihaknya bersama tim gabungan terus berupaya semaksimal mungkin agar api tidak kembali meluas.

“Kami bersama tim gabungan terus melakukan pemadaman dan pendinginan serta membuat blokade untuk mencegah api merambat ke lahan lain. Kendala utama di lapangan adalah minimnya sumber udara karena kondisi lahan gambut yang kering,” jelas Iptu Hendro.

Ia menambahkan, hujan dengan intensitas sedang yang turun di lokasi cukup membantu proses pemadaman, meski masih ditemukan sisa asap di beberapa titik. “Secara umum api sudah padam, namun kami tetap melakukan pengaturan suhu untuk memastikan tidak ada titik api yang menyala kembali,” jelasnya.

Kapolsek menegaskan, penyebab kebakaran dan dugaan pelaku masih dalam proses penyelidikan.  Pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran ini. Jika ditemukan unsur kesengajaan, tentu kami akan melakukan tindak sesuai hukum yang berlaku.

Sementara itu, Manajer Pusdalops-PB BPBD Bengkalis Erzansyah menyebutkan, saat ini kondisi karhutla masih dalam posisi siaga untuk pendinginan dilokasi kebakaran. Bahkan ada beberapa titik apa yang baru terjadi yang disebabkan oleh kondisi cuaca panas dan angin kencang.

“Kondisi terkini di lokasi ini, titik api sudah padam namun asap masih ada. Upaya yang telah dilakukan dengan melakukan koordinasi, pemantauan, pelaporan dan pemadaman oleh Satgas Gabungan Darat,” jelasnya. ‘’Sampai hari ini (Kamis, red), ada 8 karhutla dengan luas lahan 130,1 hektare, “ jelasnya.

Di Desa Rimbo Panjang Meluas Lebih 10 Ha

Kebakaran lahan kembali terjadi di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Api masih terpantau hidup serta menimbulkan asap di sejumlah titik, Kamis (12/2). Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan telah mencapai lebih dari 10 hektare.

Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Adi Candra Lukita menjelaskan kebakaran terjadi di lahan milik masyarakat dengan karakteristik lahan mineral gambut.

Vegetasi yang terbakar didominasi oleh semak belukar, sehingga api dengan mudah merambat, termasuk ke lapisan bawah permukaan tanah. “Api hingga saat ini masih terpantau hidup dan menimbulkan asap di beberapa titik. Petugas masih terus melakukan upaya pemadaman lanjutan di lokasi kejadian,” ujarnya.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Satgas TRC BPBD Kampar bersama unsur TNI, Polri, Manggala Agni, serta masyarakat setempat terus melakukan upaya penanganan di lapangan. Upaya yang dilakukan meliputi pemadaman langsung, penyekatan api, serta blocking untuk mencegah meluasnya area kebakaran.

Namun demikian, proses pemadaman dihadapkan pada sejumlah kendala, terutama terbatasnya sumber air di sekitar lokasi kejadian. Kondisi tersebut menyebabkan petugas harus bekerja ekstra dalam melakukan suplai air untuk pemadaman. Adi Candra menambahkan, BPBD Kabupaten Kampar terus melakukan pemantauan secara intensif, mengingat masih adanya potensi hotspot di sejumlah wilayah Kabupaten Kampar.

Selain itu, BPBD juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran lahan dan hutan. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar, karena dapat berdampak luas terhadap lingkungan, kesehatan, dan keselamatan bersama,” tutur Adi Candra.(ayi/dac/sol/fad/ksm/kom/das)

Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru

Editor : Arif Oktafian
#karhutla #kabut Asap #kuansing #pekanbaru