Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Lima Daerah Masih Terjadi Karhutla, Minta Bantuan Helikopter dan OMC ke Pusat

Redaksi • Minggu, 15 Februari 2026 | 12:51 WIB
Kapolsek Rupat AKP Faisal bersama tim gabungan saat berjibaku memadamkan dan mendinginkan api di Desa Sukarjo Mesim, Kecamatan Rupat, Bengkalis, Sabtu (14/2/2026).
Kapolsek Rupat AKP Faisal bersama tim gabungan saat berjibaku memadamkan dan mendinginkan api di Desa Sukarjo Mesim, Kecamatan Rupat, Bengkalis, Sabtu (14/2/2026).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mendapatkan laporan, masih ada lima daerah di Riau yang saat ini masih terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Lima daerah tersebut yakni Kabupaten Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hilir, Rokan Hilir, dan Kota Dumai.

Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur mengatakan, karhutla di Bengkalis dilaporkan masih terjadi di lima lokasi. Kemudian di Pelalawan terdapat dua lokasi.

“Selanjutnya juga ada di Indragiri Hilir, Rokan Hilir dan Kota Dumai. Karhutla di beberapa daerah tersebut saat ini juga masih terus ditangani,” katanya.

Sementara itu, setelah penetapan status siaga darurat karhutla di Riau, pihaknya juga sudah langsung berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan juga Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk mendapatkan bantuan.

“Kami sudah berkoordinasi ke BNPB untuk meminta bantuan helikopter water bombing. Kemudian ke Kementerian Kehutanan juga untuk mendapatkan bantuan helikopter patroli dan operasi modifikasi cuaca (OMC),” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga meminta pemerintah untuk melakukan langkah-langkah antisipasi dan mitigasi, melakukan apel siaga karhutla yang melibatkan seluruh stakeholder terkait. Meningkatkan deteksi dini, patroli dan groundchecking titik hotspot serta melakukan penanganan dengan cepat apabila ditemukan titik api supaya tidak meluas. Kemudian juga melakukan sosialisasi dan imbauan tidak membuka lahan dengan membakar kepada masyarakat baik secara langsung atau melalui camat, kepala desa/lurah di wilayahnya masing-masing. Menyiagakan seluruh sumber daya baik personel dan peralatan maupun perlengkapan karhutla, serta menyediakan anggaran operasional pencegahan dan pemadaman karhutla.

“Meningkatkan kerja sama dan koordinasi dengan semua stakeholder (Forkompimda, TNI, Polri, Manggala Agni, tokoh masyarakat, dunia usaha, akademisi, relawan dan unsur lainnya). Melakukan upaya pembasahan di lahan rawan karhutla,” pintanya.

Hujan, Hot Spot Riau Turun Drastis

Panas yang berkepanjangan lebih sepekan terakhir yang mengakibatkan lahan-lahan terbakar akhirnya mulai mereda dengan hujan intensitas ringan hingga sedang yang mengguyur Riau, Sabtu (14/2). Hujan yang cukup meluas di beberapa kawasan di Riau itu diduga menjadi penyebab turun drastisnya titik panas (hot spot) di Riau dari 280 sebelumnya menjadi 29 titik panas.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mulai menemukan penurunan jumlah titik panas akibat hujan akhir pekan ini. Menurut Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru Anggun Rahmania, berdasarkan pantauan radar citra satelit total titik panas (hot spot) wilayah Sumatera hanya tersisa 58 yang tersebar di Aceh 9, Jambi 2, Sumatera Barat 1, Sumatera Utara 14, Lampung 1, Bangka Belitung 2 dan Riau masih mendominasi dengan 29 titik panas.

Sedangkan untuk wilayah Riau penyumbang titik panas terbanyak masih berada di Kabupaten Bengkalis dengan 25 titik panas, disusul Kepulauan Meranti 1, Kota Dumai 1, serta Kabupaten Siak 2.

“Penurunan jumlah titik panas ini terjadi karena sebagian besar wilayah Riau sejak Jumat (13/2) pagi hingga malam hari dan dilanjut Sabtu (14/2) dini hari, diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang,” katanya.

Sementara itu, untuk prakirakan cuaca di Provinsi Riau sejak pagi hari terpantau hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di Kota Pekanbaru, Kampar, Siak, Kuantan Singingi, Pelalawan, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir. Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan sampai sedang berpotensi terjadi di Kota Pekanbaru, Dumai, Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Siak, Pelalawan, Kuantan Singingi dan Indragiri Hulu.

Pada malam hingga dini hari, kondisi udara kabur hingga berawan masih berlanjut. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi hampir di sebagian besar wilayah Provinsi Riau. Suhu udara di Riau berkisar antara 23,0 hingga 32,0 derajat Celcius dengan kelembapan udara 55 hingga 98 persen. Angin bertiup dari arah utara hingga tenggara dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam. Sementara itu, tinggi gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Riau diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau dalam kategori rendah.

“BMKG juga mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang yang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kota Pekanbaru, Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, Kuantan Singingi dan Indragiri Hulu pada pagi, malam dan dini hari,” tegasnya.

Karhutla di Tiga Desa di Rupat Belum Sepenuhnya Padam

Sudah dua pekan petugas berjibaku menjinakkan api yang membakar kawasan hutan dan lahan milik masyarakat di Desa Sukarjo Mesim, Kebumen dan Desa Sri Tanjung, Kecamatan Rupat. Di tiga desa tersebut, luas lahan yang terbakar mencapai 15 hektare. Bahkan Kapolsek Rupat AKP Faisal bersama tim gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran tersebut, Sabtu (14/2).

Sedangkan pemadaman dan pendinginan hari ke-6 di lokasi karhutla di Jalan Parit Jawa RT 004 RW 002 Dusun Sungai Mesim 2 Desa Sukarjo Mesim, Desa Kebumen dan Desa Sri Tanjung Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis masih terus dilakukan.

“Sampai saat ini kita fokus pemadaman dan pendinginan karhutla di lokasi Jalan Parit Jawa yang sebelumnya juga terjadi di Jalan Batu Bata Desa Sukarjo Mesim, Desa Kebumen dan Desa Sri Tanjung. Kondisinya sudah mulai mereda dan kami tinggal melakukan pendinginan saja agar api tidak timbul kembali,” ujar Kapolsek Rupat AKP Faisal, Sabtu (14/2).

Dari tiga desa tersebut kata Kapolsek, luas lahan yang terbakar mencapai lebih kurang 15 hektare, dengan kondisi lahan semak belukar, kebun sawit. Sedangkan jenis tanah gambut dan petugas juga kesulitan melakukan pemadaman karena angin sedang berubah arah dan cuaca panas.

“Untuk penyelidikannya, kami masih mencari pemilik lahan yang masih dalam penyelidikkan kami. Sedangkan penyebab karhutla juga masih dalam penyelidikan,” jelasnya.

Kapolsek mengatakan, seluruh titik lokasi kebakaran masih berada dalam satu hamparan di Jalan Parit Jawa Desa Sukarjo Mesim, Kelurahan Teluk Lecah, Desa Sri Tanjung dan Desa Kebumen, Kecamaran Rupat, yang merupakan titik api yang sedang dilakukan pemadaman dan pendinginan.

“Sedangkan kondisi terakhir sampai saat ini lokasi karhutla sudah berhasil dipadamkan, namun lahan terbakar masih mengeluarkan asap dan di lokasi cuaca sudah lama tidak turun hujan. Cuaca juga sangat panas ditambah angin puting beliung bertiup sangat kencang yang sering berubah arah, sehingga menyulitkan pemadaman dan pendinginan serta membahayakan keselamatan tim pemadaman,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan, kondisi air di lokasi karhutla sangat minim dan sulit, dikarenakan terbatasnya sumber air yang ada di kanal dan embung yang menjadi sumber air untuk pemadaman dan pendinginan. Untuk sementara, sumber air hanya ada di kanal PT SRL yang jauh dari lokasi karhutla.

Tim Pemadaman Gabungan Polsek Rupat dan Polsek Rupat Utara beserta stakeholder, saat ini berusaha untuk melokalisir sebaran api agar tidak meluas, di samping tetap berusaha untuk mencari sumber air di embung dan kanal di sekitar kebun masyatakat guna melakukan pemadaman dan pendinginan.

“Kami tetap melakukan koordinasi dan kerja sama dengan seluruh pihak terkait untuk melakukan mitigasi pemadaman dan pendinginan. Tim pemadam telah menurunkan 1 unit alat berat untuk membantu pemadaman dengan membuat sekat api, embung, dan memperlebar kanal. Upaya pemantauan lokasi terus dilakukan guna mencegah terjadinya kebakaran lanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Manajer Pusdalops-PB BPBD Bengkalis Erzansyah juga menyebutkan, saat ini kondisi karhutla masih dalam posisi siaga untuk pendinginan di lokasi kebakaran. Bahkan ada beberapa titik api yang baru terjadi, yang disebabkan oleh kondisi cuaca panas dan angin kencang. Ada lagi kebakaran lahan di Kecamatan Bukit Batu pada hari ke-3 terjadi sejak, Selasa (10/2) sampai Kamis (12/2) pukul 16.44 WIB di Jalan Thomas, Desa Batang Duku, Kecamatan Bukit Batu dengan titik koordinat 1.37811519N, 102.11350395E. Status lahan perkebunan dengan vegetasi lahan semak belukar dan pepohonan mahang, jenis tanah gambut dengan topografi datar tipe kebakaran atas dan bawah, dengan luas kebakaran lebih 0,5 hektare.

“Kondisi terkini di lokasi ini, titik api sudah padam namun asap masih ada. Upaya yang telah dilakukan dengan melakukan koordinasi, pemantauan, pelaporan dan pemadaman oleh Satgas Gabungan Darat,” jelasnya, Sabtu (14/2).

Sedangkan titik api di Jalan Ahmad Yani, Desa Sejangat, Kecamatan Bukit Batu, lahan perkebunan dan semak belukar dengan status lahan milik masyarakat, dengan vegetasi tanah semak belukar, jenis tanah gambut, kondisinya sangat memprihatinkan. Luas lahan yang terbakar mencapai lebih kurang 2 hektare, luas lahan yang sudah dipadamkan 2 hektare dan pendinginan 0,5 hektare.

Sedangkan di Kecamatan Bantan, hari pertama kebakaran di Dusun Tambak Rejo, Desa Jangkang Kecamatan Bantan. Penyebab kebakaran belum diketahui dan dalam penyelidikan kepolisian. Status lahan semak belukar dengan vegetasi lahan kebun karet dan semak belukar, jenis tanah gambut dengan luas lahan kebakaran seluas 0,5 hektare.

“Perkembangan penanganan karhutla di Kabupaten Bengkalis untuk hotspot sampai, Kamis (12/2) pukul 17.00 WIB sebanyak 18 titik, dengan jumlah kejadian sebanyak 8 kasus, dengan luas lahan 135 hektare. Kondisi terakhir seluruh lokasi kebakaran sudah berhasil dipadamkan, namun masih dalam kondisi siaga untuk dilakukan pendinginan” jelasnya.(sol/ayi/ksm/muh)

Editor : Bayu Saputra
#bmkg #karhutla #manggala agni #karhutla riau #bpbd