BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Menjelang hari raya Imlek dan menyambut bulan suci Ramadan, penyeberangan Ro-Ro Bengkalis terpantau padat, khususnya pada Ahad (15/2) sampai Senin (16/2) dini hari. Ratusan kendaraan roda empat sempat antre panjang dan menunggu 10 jam untuk bisa masuk kapal.
Dari pantauan di lapangan, kemacetan dan antrean panjang terjadi di gate kedatangan ke Pulau Bengkalis yang dimulai sejak pukul 10.00 hingga dini hari. Kendati ada penambahan armada, namun hal ini tak mampu mengurai antrean kendaraan yang cukup lama tersebut.
Salah seorang pengguna jasa penyeberangan Ro-Ro dari Sungai Selari-Pakning menuju Pulau Bengkalis bernama Andi mengaku kelelahan setelah 10 jam menunggu. Ditambah lagi kondisi cuaca panas.
“Cukup lama menunggu dan sampai kelelahan semua. Karena sejak pukul 11.30 WIB sampai pukul 22.30 WIB baru bisa sampai ke Bengkalis. Kami tak tahu apa masalahnya, kok begitu lama. Padahal kapal ada empat unit yang melayani penyeberangan,” ucapnya, Senin (16/2).
Ia mengaku, pulang ke Bengkalis untuk merayakan Imlek bersama keluarga. Apalagi sebagai perantau, Imlek menjadi hal penting untuk menjalin kebersamaan keluarga.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis sebelumnya sudah memastikan pelayanan angkutan penyeberangan di lintasan Pelabuhan Ro-Ro Air Putih-Sungai Selari, daratan Sumatera akan berjalan maksimal dengan menyiapkan lima armada.
Peningkatan kedatangan mulai terjadi sejak Jumat (13/2) pekan lalu hingga Ahad (15/2) malam. Kepala Dishub Bengkalis Ardiansyah mengatakan, pihaknya telah mengatur jadwal operasional secara fleksibel guna memastikan seluruh pengguna jasa dapat terlayani dengan baik.
“Ya, kami memastikan seluruh pengguna jasa penyeberangan dapat terlayani dengan baik, baik masyarakat yang merayakan Imlek maupun umat muslim yang akan memasuki bulan Ramadan, termasuk yang hendak melakukan ziarah kubur,” jelasnya, Senin (16/2)
Ia menambahkan, pada Ahad (15/2) malam operasional kapal bahkan diperpanjang hingga 20 jam, dengan trip terakhir tiba di Bengkalis sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Ia menyebutkan, meskipun dari Bengkalis dalam kondisi kosong, pihak kapal tetap bersedia menambah trip untuk mengangkut penumpang dari Sungai Selari menuju Bengkalis. Ini bentuk komitmen pelayanan agar tidak terjadi penumpukan.
Kepala Bidang Pelayaran Dishub Bengkalis Edi Kurniawan juga memastikan seluruh penumpang dapat terangkut meski terjadi peningkatan volume kendaraan dan orang. “Alhamdulillah, angkutan berjalan lancar dan tidak ada kendala berarti. Meski penumpang meningkat dan ada penambahan trip, semuanya tetap terlayani dengan baik,” ujar Edi.
Ia menambahkan, selain melayani angkutan masyarakat umum, pihaknya juga memprioritaskan distribusi kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) agar pasokan ke Pulau Bengkalis tetap aman selama momen perayaan dan Ramadan.
Dishub Bengkalis juga mengimbau agar masyarakat untuk tetap tertib mengikuti antrean dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Pemantauan dilakukan selama 24 jam guna memastikan kelancaran arus penyeberangan.
“Ya, kami mengimbau pengguna jasa untuk tetap tertib dan sabar mengikuti antrean. Jika ditemukan adanya penyimpangan pelayanan, masyarakat dapat melapor melalui WhatsApp Dishub maupun layanan 112, dan akan segera kami tindak lanjuti,” imbaunya.
Ia berharap, dengan pengoperasian lima armada dan pengawasan intensif, Dishub Bengkalis optimis arus penyeberangan jelang Imlek dan Ramadan dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif.
Lonjakan Kendaraan di Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar
Arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan tol di Provinsi Riau mengalami peningkatan signifikan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang bertepatan dengan libur akhir pekan. Kepadatan kendaraan mulai terpantau sejak Jumat (13/2).
Berdasarkan data PT Hutama Karya, lonjakan volume lalu lintas (VLL) tertinggi terjadi pada ruas penghubung Riau-Sumatera Barat, yakni Tol Pekanbaru-XIII Koto Kampar.
Pada Jumat (13/2), tercatat 7.128 kendaraan melintas di ruas tersebut, meningkat 13,30 persen dibandingkan volume lalu lintas normal. Kenaikan semakin tajam pada Sabtu (14/2) dengan total 9.878 kendaraan, atau melonjak 35,48 persen dari rata-rata harian biasa.
Sementara itu, Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) tetap menjadi ruas dengan volume kendaraan terbanyak secara kuantitas. Pada Jumat (13/2), jumlah kendaraan mencapai 17.615 unit atau naik 9,39 persen. Angka ini kembali meningkat pada Sabtu (14/2) menjadi 19.091 kendaraan, bertambah 14,06 persen dibandingkan kondisi normal.
“Pergerakan kendaraan terpantau meningkat di sejumlah ruas utama pada Sabtu (14/2), khususnya pada koridor penghubung antarkota dan akses menuju kawasan perkotaan,” ujar Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya, dalam keterangan tertulis, Ahad (15/2).
Peningkatan trafik ini sejalan dengan pola mobilitas masyarakat Riau saat libur hari besar keagamaan, yang umumnya mengarah ke kawasan wisata di Sumatera Barat serta pusat-pusat ekonomi di wilayah pesisir Riau.
Pengelola jalan tol mengimbau pengguna untuk memastikan kecukupan saldo uang elektronik, memeriksa kondisi kendaraan sebelum bepergian, serta mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas demi kelancaran dan keselamatan berkendara.
Penumpang di Pelabuhan Selatpanjang Naik 4,37 Persen
Pergerakan penumpang angkutan laut di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Kepulauan Meranti menunjukkan tren peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan rekapitulasi KSOP pada H-7 hingga H-1 Imlek, total penumpang tahun 2026 tercatat sebanyak 18.405 orang. Angka ini meningkat 4,37 persen dibandingkan Imlek 2025 yang mencapai 17.635 orang.
Pada periode 10-16 Februari 2026 (H-7 sampai H-1), jumlah penumpang naik tercatat 6.789 orang dan penumpang turun 11.607 orang. Sementara pada periode 22–28 Januari 2025, penumpang naik berjumlah 6.444 orang dan penumpang turun 11.191 orang.
Dari sisi kunjungan kapal, tahun 2026 tercatat 314 call kapal, sedikit menurun dibandingkan 352 kunjungan pada 2025. Meski demikian, volume penumpang justru mengalami kenaikan.
Lonjakan paling signifikan terjadi pada H-2 Imlek 2026 (15 Februari), dengan total penumpang mencapai 4.076 orang. Jumlah tersebut naik 30,52 persen dibandingkan H-2 tahun 2025 yang tercatat 3.123 orang.
Kenaikan tajam juga terlihat pada penumpang turun di H-2 2026 yang mencapai 3.101 orang atau meningkat 44,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, pada H-6 (11 Februari 2026), total penumpang mencapai 1.827 orang atau naik 23,86 persen dibandingkan 2025. Namun, pada H-7 dan H-1 tercatat sedikit penurunan dibanding tahun lalu.
Dominasi angka penumpang turun menunjukkan Selatpanjang masih menjadi tujuan utama masyarakat untuk merayakan Imlek bersama keluarga. Peningkatan mobilitas ini juga sejalan dengan rangkaian kegiatan Imlek dan Festival Perang Air yang menjadi agenda tahunan di Kepulauan Meranti.
Kepala KSOP Kelas IV Selatpanjang Derita Adi Prasetyo mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi lonjakan arus penumpang dengan meningkatkan pengawasan keselamatan dan koordinasi bersama operator kapal.
“Secara umum terjadi kenaikan total penumpang sekitar 4,37 persen dibanding tahun lalu. Puncak arus memang terlihat pada H-2. Kami sudah melakukan langkah antisipasi, baik dari sisi kelaiklautan kapal, pengaturan jadwal, maupun pengawasan di pelabuhan agar pelayanan tetap aman dan tertib,” ujarnya, Senin (16/2).
Ia menambahkan, meskipun jumlah kunjungan kapal sedikit menurun, kapasitas angkut tetap mampu mengakomodasi peningkatan penumpang. “Kami memastikan seluruh kapal yang beroperasi memenuhi standar keselamatan. Selain itu, kami juga mengimbau penumpang untuk membeli tiket resmi dan datang lebih awal agar proses boarding berjalan lancar,” tambahnya.
Derita menilai tren peningkatan ini menjadi indikator positif bagi sektor transportasi laut sekaligus mencerminkan membaiknya mobilitas masyarakat pada momentum hari besar keagamaan dan budaya.
Dengan kenaikan total 4,37 persen, Pelabuhan Selatpanjang kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai simpul transportasi utama di Kabupaten Kepulauan Meranti, terutama dalam mendukung kelancaran arus mudik dan kunjungan saat perayaan Imlek 2026.(ksm/kom/wir)
Editor : Arif Oktafian