Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Hilal Tak Terlihat di Dumai, Kemenag Riau Laporkan Hasil Rukyat ke Pusat

Joko Susilo • Selasa, 17 Februari 2026 | 21:54 WIB
Tim Kemenag Riau usai memantau hilal di Rooftop Hotel Sonaview, Kota Dumai, Selasa (17/2/2026).
Tim Kemenag Riau usai memantau hilal di Rooftop Hotel Sonaview, Kota Dumai, Selasa (17/2/2026).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Rooftop Hotel Sonaview, Kota Dumai, menjadi salah satu titik strategis pelaksanaan rukyatul hilal di Provinsi Riau. Dari ketinggian gedung tersebut, tim pemantau mengarahkan pandangan ke ufuk barat untuk melakukan observasi penentuan awal bulan Hijriah.

Berdasarkan data hisab, matahari terbenam pada pukul 18.31 WIB dengan azimut 258°07"16'. Sementara bulan terbenam lebih dahulu pada pukul 18.27 WIB dengan azimut 257°07"50'. Dengan demikian, bulan sudah berada di bawah ufuk sekitar empat menit sebelum matahari terbenam.

Pengamatan dilakukan di koordinat 01°40'52" Lintang Utara dan 101°26'29" Bujur Timur. Titik ini dipilih karena memiliki cakrawala barat yang relatif terbuka, sehingga dinilai memenuhi syarat untuk pelaksanaan rukyat di wilayah pesisir Riau.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau, Muliardi, bersama Kabag TU, Kabid Urais dan staf, Kakan Kemenag Dumai, Kasi Bimas, Ka KUA, Penghulu dan penyuluh Kota Dumai, MUI, NU, LDII dan ormas lainnya. Ka Tim Kemasjidan, Hisab Rukyat dan Binsyar Khairulnas menyebutkan dalam proses observasi, tim menggunakan teleskop Vixen sebagai alat bantu optik utama serta theodolit untuk memastikan ketepatan arah azimut dan posisi benda langit.

Khairulnas menyampaikan bahwa secara astronomis peluang terlihatnya hilal memang sangat kecil karena posisi bulan lebih dahulu terbenam. "Berdasarkan data hisab dan hasil pengamatan di lapangan, bulan sudah terbenam lebih dulu sebelum matahari. Hingga batas waktu rukyat, hilal tidak terlihat," ujarnya.

Sementara itu, Khairulnas menambahkan bahwa tim telah melakukan pengamatan sesuai prosedur yang berlaku. "Kami menggunakan teleskop Vixen dan theodolit untuk memastikan arah dan posisi pengamatan sudah tepat. Namun karena bulan sudah berada di bawah ufuk saat matahari terbenam, maka hilal tidak dapat dirukyat," jelasnya.

Hasil rukyatul hilal dari Dumai ini selanjutnya dilaporkan ke Kementerian Agama RI sebagai bagian dari bahan pertimbangan dalam sidang isbat penetapan awal bulan hijriah secara nasional.

Editor : Rinaldi
#kota dumai #hasil rukyatul hilal #kemenag riau