Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Arus Penumpang Tumbuh 1,79 Persen, KSOP Sebut Dampak Imlek, Ramadan dan Festival Perang Air

Wira Saputra • Rabu, 18 Februari 2026 | 18:08 WIB
Aktivitas penumpang di Pelabuhan Tanjung Harapan.
Aktivitas penumpang di Pelabuhan Tanjung Harapan.

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Pergerakan penumpang angkutan laut pada momen Tahun Baru Imlek 2026 di Pelabuhan Selatpanjang mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan rekapitulasi Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Selatpanjang, total penumpang periode H-7 hingga hari H Imlek 2026 tercatat 20.475 orang, naik 1,79 persen dibandingkan Imlek 2025 yang berjumlah 20.114 orang.

Data menunjukkan penumpang naik (embarkasi) tahun 2026 sebanyak 7.368 orang atau relatif stabil dibanding 2025 sebanyak 7.367 orang. Sementara penumpang turun (debarkasi) meningkat dari 12.747 orang pada 2025 menjadi 13.107 orang pada 2026 atau tumbuh 2,82 persen.

Meski jumlah kunjungan kapal tahun 2026 tercatat 352 trip atau menurun dibandingkan 398 trip pada 2025, volume penumpang tetap mengalami kenaikan. Lonjakan signifikan terjadi pada H-2 dengan total 4.076 penumpang atau naik 30,52 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kepala KSOP Kelas IV Selatpanjang, Derita Adi Prasetyo, mengatakan peningkatan ini dipengaruhi oleh tingginya mobilitas masyarakat dalam rangka perayaan Imlek yang tahun ini berdekatan dengan bulan Ramadan serta rangkaian Festival Perang Air di Selatpanjang.

"Momentum Imlek tahun ini cukup spesial karena beriringan dengan suasana menjelang Ramadan. Selain itu, Festival Perang Air juga menjadi magnet tersendiri yang menarik kunjungan masyarakat dari luar daerah," ujar Derita.

Menurutnya, kombinasi tiga momentum tersebut berpotensi mendorong pergerakan penumpang lebih tinggi, baik arus masuk maupun arus keluar. Tradisi mudik Imlek, kunjungan keluarga, hingga wisata budaya menjadi faktor utama peningkatan arus debarkasi.

"Biasanya masyarakat perantau pulang untuk merayakan Imlek bersama keluarga, lalu sebagian kembali lagi sebelum Ramadan. Ditambah lagi event Festival Perang Air yang sudah dikenal luas, tentu berdampak langsung terhadap aktivitas pelabuhan," jelasnya.

Derita menambahkan, pihaknya telah melakukan pengawasan intensif terhadap kelaiklautan kapal, keselamatan penumpang, serta pengaturan jadwal keberangkatan guna mengantisipasi lonjakan arus. Koordinasi dengan operator kapal dan instansi terkait juga diperkuat selama periode angkutan Imlek.

"Secara umum, tren pergerakan menunjukkan dominasi penumpang turun dibandingkan naik, mencerminkan arus kedatangan ke Selatpanjang menjelang perayaan," ujarnya.

Dengan capaian pertumbuhan 1,79 persen ini, Pelabuhan Selatpanjang kembali menegaskan perannya sebagai simpul transportasi utama di wilayah Kepulauan Meranti, khususnya dalam mendukung mobilitas masyarakat pada momentum keagamaan dan budaya.

 

Editor : Rinaldi
#festival perang air #imlek #Arus Penumpang #ramadan