PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, hingga saat ini mencatat sudah ada 11 kabupaten/kota di Riau yang terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada awal tahun ini. Dari 11 daerah tersebut, total luasan karhutla sebanyak 1.041,74 hektare (ha).
Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur mengatakan, ke-11 daerah yang sudah terjadi karhutla tersebut yakni Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Kuantan Singingi (Kuansing), Rokan Hilir (Rohil), Kota Dumai dan Pekanbaru. “Hingga saat ini sudah 11 daerah di Riau yang ditemukan terjadi karhutla. Total luasan karhutla 1.041,74 ha,” katanya.
Untuk karhutla di Kota Dumai hingga saat ini tercatat seluas 30,52 ha, Bengkalis 201,01 ha, Kepulauan Meranti 13,40 ha, Siak 63,53 ha, Pekanbaru 14,08 ha, Kampar 29,50 ha, Pelalawan 612,30 ha, Inhu 1,20 ha, Inhil 64,70 ha, Rohil 10 ha dan Kuansing 1,50 ha.
“Dari rincian luasan tersebut, juga ditemukan 1.849 hotspot atau titik panas dengan jumlah fire spot atau titik api sebanyak 128 ,” ujarnya.
Namun demikian, saat ini karhutla yang terjadi di beberapa wilayah tersebut dilaporkan sudah berhasil ditangani oleh tim gabungan di lokasi. “Laporan dari masing-masing daerah, karhutla di wilayah sudah bisa ditangani. Hujan juga terjadi cukup rata di Riau beberapa hari terakhir ini ,” sebutnya.
Dalam upaya penanganan karhutla, disebutkan Jim saat ini sudah banyak unsur yang terlibat. Mulai dari BPBD kabupaten/kota, TNI-Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MOA) dan juga pihak-pihak perusahaan.
“Apalagi saat ini Riau sudah menetapkan status siaga darurat karhutla. Diharapkan penanganan karhutla di Riau dapat lebih maksimal lagi,” harapnya.
Diguyur Hujan Dua Hari, Api Karhutla Padam
Setelah delapan pekan tak kunjung turun hujan dan menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bengkalis, akhirnya api berhasil padam total setelah dua hari berturut-turut diguyur hujan deras. Tim gabungan sempat berjibaku memadamkan api di lapangan, khususnya di lahan gambut yang sangat sulit dipadamkan dan akhirnya terbantu oleh turunnya hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejumlah kecamatan dan turut mempercepat proses pemadaman.
Manager Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD Bengkalis, Erzansyah, menyampaikan kondisi terkini api sudah dalam keadaan terkendali. Ini dikarenakan intensitas hujan selama dua hari, yang terjadi sejak dini hari sampai siang hari membuat api padam.
“Ya, saat ini kondisi api sudah dalam keadaan padam. Kami sangat terbantu dengan turunnya hujan yang merata, khususnya di daerah-daerah yang terdampak karhutla dan sulit dipadamkan karena di lahan gambut dan juga lokasi pengambilan air cukup jauh,” jelas Erzansyah, Sabtu (21/2).
Ia mengatakan, hingga saat ini sekitar 95 persen titik karhutla lima kecamatan telah tertangani dengan baik. Meski demikian, masih terdapat sisa asap di beberapa wilayah tertentu yang tetap dalam pemantauan intensif petugas.
“Untuk lima kecamatan terdampak karhutla seperti Bengkalis, Bantan, Rupat, dan Kecamatan Siak Kecil, Bandar Laksamana penanganan sudah hampir 95 persen. Yang tersisa saat ini hanya berupa asap di beberapa titik, namun tetap kami lakukan penanganan agar tidak kembali menyala,” ungkapnya.
Erzansyah menjelaskan, hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur sejumlah wilayah sejak Selasa dini hari hingga siang dan juga Rabu (18/2) lalu. Di Kecamatan Rupat, Bandar Laksamana, Bengkalis, Siak Kecil dan Kecamatan Bantan, hujan turun cukup lama dan merata di semua tempat.
“Ya, hampir 10 jam di beberapa kecamatan diguyur hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung cukup lama. Ini sangat membantu proses pemadaman. Di lima kecamatan terdampak, hampir semuanya mendapatkan curah hujan,” jelasnya.
Meski kondisi api telah terkendali, BPBD Bengkalis bersama tim gabungan tetap melakukan pemantauan di lokasi-lokasi terdampak untuk memastikan tidak ada bara api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
“Ya, setelah hujan turun, kami tetap melakukan pengecekan ke lapangan. Ini penting untuk memastikan benar-benar tidak ada bara api yang bisa menyebabkan kebakaran susulan. Kami berharap hujan ini menjadi berkah dan tidak ada lagi asap yang muncul,” ujarnya.
Erzansyah juga menambahkan, bahwa pihaknya masih menunggu perkembangan kondisi hingga sore hari untuk memastikan api benar-benar padam total, mengingat intensitas hujan yang cukup tinggi diharapkan mampu mematikan seluruh titik api yang tersisa.
“Kami, BPBD Bengkalis mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak membuka lahan dengan cara membakar, guna mencegah kembali terjadinya karhutla di wilayah yang terdampak kebakaran,” imbaunya.(sol/ksm)
Editor : Bayu Saputra