PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Peristiwa pembacokan di Kampus Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau menjadi pelajaran berharga buat semua perguruan tinggi di Indonesia, khususnya di Riau. Perbaikan terus menerus terhadap manajemen pengamanan kampus dan sistem etik kemahasiswaan harus dilakukan.
Rektor UIN Suska Riau Prof Dr Leny Nofianty menyebutkan, peristiwa itu adalah kejadian luar biasa dan disebutnya sebagai musibah. Maka perbaikan terus menerus terhadap manajemen pengamanan kampus dan sistem etik kemahasiswaan harus dilakukan.
‘’Oleh karena itu, kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan yang diperlukan untuk pencegahan maksimal terjadinya tindak kekerasan di kampus, baik itu kekerasan fisik maupun psikologis,’’ ujarnya, Jumat (27/2).
Cegah Kekerasan di Kampus
Rektor menambahkan, terhadap mahasiswi Farradila Ayu Pramesti yang menjadi korban, pihak kampus akan menanggung segala biaya pengobatan hingga sembuh.
Tidak hanya pengobatan fisik, tapi juga psikis. ‘’Kami segera membentuk tim, kita punya Fakultas Psikologi, Farra (panggilan akrab Farradila) akan didampingi sampai benar-benar sembuh secara fisik maupun psikisnya,’’ ujarnya.
Dekan Fakultas Syariah UIN Suska Riau Maghfiroh Ibnu Abu Bakar juga menyampaikan rasa empatinya terhadap korban dalam peristiwa ini. Pasalnya, tragedi ini terjadi hanya beberapa waktu sebelum dilaksanakan seminar proposal.
Dengan kejadian itu, korban jadi terhambat proses akademiknya di kampus. Maka, sebut Maghfiroh, pihaknya akan memberikan regulasi khusus. ‘’In sya Allah. Untuk legalitas rencana baik ini, Senin nanti kita akan dikomunikasikan dengan Wakil Rektor I,’’ sebutnya.
Sementara terhadap pelaku yang kini sudah berstatus tersangka, Dekan menyerahkan sepenuhnya ke penegak hukum. Sementara di kampus, pelaku diipastikan dalam waktu dekat segera dipecat atau drop out (DO). ‘’Dalam kode etik mahasiswa, yang melakukan tindak pidana akan diberikan hukuman berat. Tim kode etik fakultas sedang menggesa tentang sanksi ini,’’ ungkapnya.
Senada, Juru Bicara Tim Hukum, sekaligus Ketua Tim Publikasi Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) UIN Suska Riau Rhonny Riansyah juga memastikan pelaku akan disanksi DO. ‘’Semua sudah sangat jelas ya, beredar di mana-mana. Namun sesuai prosedur dan aturan, formalnya sedang berproses, tim kode etik independen segera memproses kasus ini,’’ ujarnya.
Rhonny juga mengatakan, musibah luar biasa ini akan menjadi bahan evaluasi UIN Suska Riau.
Ditahan di Sel Khusus
Pelaku pembacokan Raihan Mufazzar ditahan di sel khusus di rumah tahanan Polresta Pekanbaru. Penahanan dilakukan dengan sistem one man one cell atau satu tahanan satu ruang demi alasan keamanan.
Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, mengatakan tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif. “Untuk saat ini pelaku sudah kami tahan di rutan Polresta Pekanbaru dengan sistem one man one cell atau ditahan di ruangan sendiri,” ujarnya, Jumat (27/2).
Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku telah merencanakan aksi tersebut sejak November 2025. Namun, rencana itu baru direalisasikan pada Kamis (26/2). Menurut Anggi, sebelum kejadian pelaku sempat mengasah kapak dan parang di rumah sebagai persiapan.
Setelah itu, ia mendatangi kampus untuk menemui korban. “Dari keterangan pelaku memang sudah ada niat sejak November untuk melakukan pembacokan. Dia sempat mengasah kapak dan parang yang akan digunakan. Setelah itu pelaku menuju kampus untuk menemui korban,” jelasnya.
Peristiwa pembacokan terjadi di ruang ujian lantai dua Fakultas Hukum UIN Suska pada Kamis (26/2) pagi. Saat melancarkan aksinya, pelaku menggunakan kapak. Akibat serangan itu, korban mengalami luka cukup dalam di bagian belakang telinga, dahi, leher, punggung, serta pergelangan tangan kiri.
Saat ini penyidik masih mendalami motif di balik aksi penganiayaan tersebut serta melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke jaksa penuntut umum. Sedangkan kondisi medis korban masih dalam penanganan tim dokter.
Korban saat ini sudah dipindahkan ke ruangan rawat inap di RSUD Arifin Achmad. Direktur RSUD Arifin Achmad drg Yusi Prastiningsih mengatakan, korban masuk ke IGD sekitar pukul 15.21 WIB. Korban mengalami luka bacok pada lengan kiri, tangan kiri, punggung dan kepala.
“Begitu pasien tiba langsung dilakukan tindakan yakni memberikan terapi cairan dan obat-obatan,” katanya. Selain itu, pihaknya juga melakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium, ronsen, dan CT scan. Kemudian juga dilakukan operasi cyto pada pukul 21.40 WIB. “Saat ini kondisi pasien stabil dan sadar. Pasien juga sudah pindah rawat inap dari Ruang Gradenia ( kelas 2) ke Ruang Flamboyan (Kelas 1). Mudah-mudahan pasien bisa segera pulih,” ujarnya.(end/dof/sol/das)
Editor : Bayu Saputra