PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Usai kejadian terkaman harimau sumatra di Teluk, Kecamatan Kuala Kampar, Pelalawan, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau masih melakukan mitigasi konflik di lokasi. Selain melakukan sosialisasi kepada warga tempatan, Tim BBKSDA Riau bersama para pihak di lapangan masih terus melakukan pemantauan di lokasi kejadian. Kepala BBKSDA Riau Supartono mengatakan, pihaknya terus mengupayakan mitigasi konflik untuk mencegah kejadian serupa terulang.
‘’Tim di lapangan akan memastikan keselamatan masyarakat di sekitar area tersebut,’’ ujarnya, Sabtu (28/2).
Tim BBKSDA Riau juga memasang plang peringatan di lokasi. Diketahui, kawasan dermaga PT SPA Distrik Serapung itu merupakan salah satu wilayah jelajah harimau. Maka dari itu Supartono mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menghindari aktivitas di area rawan pada malam hari, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan keberadaan satwa liar di sekitar permukiman.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang warga Kohai diterkam harimau di Desa Teluk, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau. Kejadian nahas ini bermula ketika korban, bersama lima rekannya, sedang melakukan perjalanan menggunakan pompong menyusuri sekitar pulau bergambut tersebut. Namun, akibat kondisi air laut yang surut, rombongan memutuskan untuk bersandar sementara di Dermaga PT SPA Serapung sejak Selasa (24/2) sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka menunggu air pasang agar pompong kembali bisa berlayar dengan lancar.
Pada saat mereka sedang beristirahat di atas pompong, tiba-tiba seekor harimau sumatra muncul dari arah daratan yang bersemak-semak di sekitar dermaga langsung menerkam korban. Hewan buas itu menerkam bagian belakang kepala Kohai. Untung saat itu salah seorang rekan korban melihat kejadian dan langsung berteriak meminta pertolongan. Petugas keamanan pos dermaga PT SPA Serapung yang mendengar langsung menuju lokasi.
Korban dapat diselamatkan, sementara harimau dengan cepat menghilang ke semak belukar. Korban selamat dan mengalami perawatan, sementara harimau menghilang.(end)
Editor : Bayu Saputra