Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pemulihan Kawasan TNTN, Menteri Kehutanan RI Tanam Pohon Simbolis di Pelalawan

M Amin Amran • Selasa, 3 Maret 2026 | 18:50 WIB

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni didampingi Plt Gubr SF Hariyanto dan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melakukan penanaman pohon simbolis dalam acara
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni didampingi Plt Gubr SF Hariyanto dan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melakukan penanaman pohon simbolis dalam acara

LANGGAM (RIAUPOS.CO) - Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI Diaz Faisal Malik Hendropriyono, melakukan penanaman pohon simbolis dalam acara peluncuran atau launching pemulihan (Reforestasi) Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Selasa (3/3/2026).

Prosesi pemulihan hutan sebanyak 2.754 hektare di lahan kawasan TNTM yang dinyatakan siap direforestasi pada tahap awal 2026 ini, dihadiri sejumlah pejabat tinggi. Di antaranya Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri), SF Hariyanto dan Kapolda Riau, Irjen Pol Dr Herry Heryawan.

Dalam sambutannya, Plt Gubri SF Hariyanto mengatakan bahwa,
seluruh proses pemulihan Tesso Nilo dipastikan berjalan secara terarah, terpadu, dan dalam pengendalian yang berkelanjutan.

Sedangkan tahap restorasi ini, tidak terlepas dari koordinasi lintas Kementerian, dan hukum, aparat penegak disertai evaluasi berkala dan penyesuaian strategi sesuai perkembangan lapangan.

"Dan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam pengembalian fungsi hutan, khususnya di TNTN," terangnya.

Diungkapkan Plt Gubri bahwa, lokasi yang dikunjungi hari ini merupakan bagian dari 2.574 hektare tahap awal yang telah dinyatakan siap untuk direforestasi. Luasan ini berasal dari lahan yang secara sukarela telah diserahkan kembali oleh masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemulihan kawasan Tesso Nilo.

"Untuk itu, atas nama Pemerintah Provinsi Riau dan Tim Percepatan, saya apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang telah menunjukkan itikad baik dan kesadaran bersama untuk mengembalikan sebagaimana mestinya.

"Dan in sya Allah, dengan pendekatan persuasif, dialog yang terbuka, serta kepastian solusi yang adil, kedepan akan semakin banyak masyarakat yang secara sukarela mengikuti langkah serupa," paparnya.

Dijelaskannya bahwa, seluruh proses dilakukan secara bertahap dengan prinsip kehati-hatian, kepastian hukum, serta menjaga stabilitas sosial masyarakat.

"Karena kami berkomitmen penyelesaian ekologis tidak boleh menimbulkan persoalan sosial baru. Untuk itu, mari sama-sama kita dukung kegiatan pemulihan ekosistem di TNTN," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa, proses pemulihan kawasan TNTN bukan hal yang mudah. Namun, dapat terselesaikan dengan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah. Ia juga menekankan pentingnya penindakan tegas terhadap pembalakan liar yang merusak kawasan konservasi.

"Saat ini pemerintah berkomitmen menindak tegas pembalakan liar, baik individu maupun korporasi, yang merusak kawasan konservasi," katanya.

Sedangkan penanaman pohon simbolis ini, sambung Raja Juli Antoni, merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengembalikan fungsi hutan TNTN.

"Kita tidak hanya menumbangkan sawit di TNTN, tapi juga menyiapkan bibit-bibit pohon untuk ditanam di Tesso Nilo dan taman nasional lain," kata Menteri Kehutanan.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan melestarikan hutan. Dengan demikian, fungsi hutan TNTN dapat kembali seperti semula dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.(amn)

 

Editor : Edwar Yaman
#menteri kehutanan #plt gubri #tesso nilo #Pemulihan Kawasan TNTN #penanaman pohon #raja juli antoni