PEKANBARU (RP) - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis solar mulai terjadi di kabupaten/kota di Riau. Antrean mengular terjadi di sebagian besar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sejak Kamis (5/3) hingga Jumat (6/3). Bahkan, pengendara antre hingga 2 jam.
Salah seorang sopir dump truk yang ditemui Riau Pos di SPBU Simpang Pandau-Pasir Putih bernama Kiwil, mengatakan kelangkaan solar mulai kembali dirasakan sejak Kamis (5/3) lalu. “Iya, terjadi lagi kelangkaan sekarang. Antre hingga dua jam di SPBU,’’ ujarnya, kemarin (6/3).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat para sopir harus menghabiskan waktu lebih lama hanya untuk mendapatkan
bahan bakar. ‘’Sebelumnya saat terjadi kelangkaan BBM jenis solar pas tahun baru lalu, hanya satu jam. Saat ini sudah mulai antre lagi hingga dua jam,” tambahnya.
Ia menjelaskan, antrean panjang tersebut cukup mengganggu aktivitas para sopir, terutama yang bekerja mengangkut barang dan membutuhkan waktu tempuh yang tepat. Waktu yang seharusnya digunakan untuk bekerja justru habis untuk menunggu giliran mengisi bahan bakar.
Para sopir berharap ketersediaan solar segera kembali normal agar aktivitas transportasi dan distribusi barang tidak terganggu. Mereka juga meminta pihak terkait untuk memastikan pasokan BBM di SPBU tetap tersedia dan tidak terjadi kelangkaan berkepanjangan.
Antrean pengisian solar juga terjadi hampir di SPBU yang berada di perbatasan Pekanbaru-Kampar pada bagian selatan beberapa hari terakhir. Puncaknya pada pekan ini terjadi pada Jumat (6/3) siang. Pantauan Riau Pos di SPBU Jalan Kaharuddin Nasution Marpoyan Damai Jalan Raya Pekanbaru-Lipat Kain di Kubang Jaya dan Jalan Pasir Putih Siak Hulu, kondisinya sama.
Sempat terjadi hujan di kawasan Marpoyan, SPBU Jalan Kaharuddin Nasution terlihat berhenti melayani pengisian bahan bakar. Tidak hanya kepada puluan truk yang antre solar, tapi juga membiarkan kendaraan roda dua dan roda antre pertalite tanpa dilayani. Ini terjadi sejak sekitar pukul 14.15 WIB. Menurut salah seorang karyawan SPBU, petugas pompa bensin tidak mau ambil resiko. Hingga menghentkan pengisian. ‘’Ada petir, ada gangguan,’’ ujarnya.
Antrean terparah terjadi di SPBU Jalan Raya Pekanbaru-Lipat Kain di Kubang Jaya. Puluhan truk tonase raksasa memenuhi SPBU tersebut. Kondisi bahkan mengalangi kendaraan jenis lain masuk ke areal SPBU. Hanya saja tidak ada satu petugas SPBU itupun bisa diminta keterangan sore itu.
Di Rokan Hulu juga demikian. Selain karena kuota terbatas, sistem barcode juga membuat antrean kendaraan roda dua maupun roda empat, roda enam terlihat mengular hingga keluar area SPBU di ruas jalan Tuanku Tambusai Pasirpengaraian.
Sejumlah pengendara mengaku kesulitan saat akan melakukan pengisian BBM subsidi karena barkode. Tidak ingin menunggu lama, mereka mengisi BBM subsidi tanpa barcode yang hanya diperbolehkan mendapatkan BBM seharga Rp100 ribu.
“Saya sudah antre cukup lama lebih kurang satu jam, tapi saat akan isi BBM ternyata barkodenya tidak bisa diproses. Jadi harus menunggu sampai sistemnya kembali normal,” ujar Herianto, salah seorang pengendara roda empat saat mengisi BBM di SPBU Jalan Lingkar Km 4 Pasirpengaraian.
Manajer SPBU Jalan Lingkar Km 4 Pasirpengaraian Asvi saat dikonfirmasi menyebutkan, antrian kendaraan bermotor terjadi di SPBU, selain berkurangnya kuota hanya 8 ribu liter per hari tidak mencukupi dalam melayani pengendara.
‘’Kita tidak tahu apa penyebab sering gagalnya masuk barcode yang diduga ada masalah pada sistem di Pertamina. Gagal barcode sering terjadi pada saat pengendara mengisi BBM di malam hari. Kalau siang, terkadang bisa masuk pembelian BBM mesti ada gagal masuk sistem,’’ tuturnya.
Asvi mengimbau masyarakat untuk tetap tertib saat mengantre serta bersabar hingga sistem kembali berjalan normal. Sementara itu, pengendara juga diharapkan mematuhi aturan yang berlaku terkait penggunaan barcode dalam pembelian BBM subsidi. ‘’Kita berharap dalam beberapa hari ke depan, gangguan pada sistem barkode ini segera dapat diatasi,’’ tuturnya.
Di SPBU Sungai Jering Telukkuantan, Kecamatan Kuantan Tengah, Kuantan Singingi juga demikian. Bahkan, sore, solar sudah kosong. Salah seorang pengendara, Nasrul harus antre lebih dari satu jam. “Saya harus antre lama, sementara harus ke kantor,” kata Nasrul.
Menurut petugas SPBU Sungai Jering bernama Masran, antrean terjadi sudah lebih dari satu pekan. Pasalnya, pasokan solar di SPBU Koto Gunung Kecamatan Gunung Toar tidak masuk. Sehingga kendaraan berbahan bakar solar ikut antre di SPBU mereka.
‘’Untuk solar, pertalite, pertamax, pasokan yang masuk sesuai kuota. Yakni 16 kiloliter per hari. Kalau pasokan aman. Kendalanya hanya itu akibat solar tidak masuk di Koto Gunung. Makanya kendaraan beralih ke kami,” ujarnya.
Di Pelalawan, pengendara juga mulai kesulitan mendapatkan jenis solar. Sejumlah SPBU di wilayah tersebut kerap kehabisan stok sejak pagi hari. Carles Sianipar, seorang sopir travel Pangkalankerinci ke Pekanbaru merasakan langsung dampak kelangkaan solar.
“Ya, saya hampir setiap hari harus keliling dari Pangkalankerinci sampai ke Bandar untuk mencari solar. Tapi kebanyakan SPBU sudah kehabisan solar sejak siang hingga malam,” terangnya, Jumat (6/3).
Pantauan Riau Pos, beberapa SPBU di sepanjang Jalan Lintas Timur seperti Kecamatan Pangkalankerinci, Pangkalan Kuras, Pangkalan Lesung, dan Ukui, tampak kosong dari aktivitas pengisian. Meski pertalite masih tersedia, namum solar habis sejak siang hingga malam hari.
Nanang Nurohim, pengawas SPBU KM 5 di Pangkalankerinci menjelaskan, kelangkaan terjadi karena kuota BBM yang dikirim Pertamina terbatas. “Kami hanya dapat satu tangki per hari, sekitar 16 ton. Dan itu cepat habis. Biasanya di awal tahun ini, cukup besar hingga 32 ton per hari. Tapi sekarang dibatasi. Kalau habis malam harinya, pesanan baru masuk pada pagi atau siang sesuai kuota yakni 16 ton per hari,” ujarnya.
Hal serupa juga terjadi di SPBU PT Salindra, Pangkalankerinci. Andika, pengawas SPBU, menyebut pasokan BBM yang dijanjikan baru akan datang malam harinya. “Solar sudah kosong dari pagi. Harusnya sore datang, tapi armada pengangkut BBM banyak yang rusak. Jadi pengiriman tertunda,” tuturnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw justru memastikan pasokan energi berupa BBM dan Liquefied Petroleum Gas (elpiji) di wilayah Sumatera Bagian Utara dalam kondisi aman dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan konsumsi energi pada periode tersebut, Pertamina telah melakukan berbagai upaya penguatan layanan, antara lain melalui build up stock serta memastikan kesiapan sarana dan fasilitas distribusi. “Langkah ini dilakukan agar penyaluran energi kepada masyarakat dapat berjalan lancar, aman, dan terukur,” ungkapnya.
Fahrougi menyampaikan, masyarakat tidak perlu khawatir. “Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus memastikan ketersediaan pasokan BBM dan elpiji bagi masyarakat. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying,” ujar Fahrougi.
Tiga Kabupaten Aman
Di tiga kabupaten di Riau lainnya yakni Rokan Hilir, Indragiri Hilir (Inhil), dan Kepulauan Meranti memang tak terjadi kelangkaan BBM. Hal itu ditegaskan Manajer SPBU Batu Empat, Adharsam. “Masih normal, pengiriman BBM juga terus berjalan secara rutin sehingga stok di SPBU tetap terjaga,” ujarnya.
Di Inhil sejumlah SPBU di Kota Tembilahan dan Tembilahan Hulu hari terpantau normal, Jumat (6/3) malam. Tidak terlihat antrean panjang kendaraan saat masyarakat melakukan pengisian. “Seperti biasa, tidak ada antre, semoga minyak terus lancar dan tidak kesulitan mencari,” ujar Riski salah seorang pengendara.
Sementara itu, Aulia petugas SPBU Tembilahan mengatakan ketersediaan BBM beberapa hari ke depan masih tergolong aman. “In sya Allah berapa hari ke depan masih aman,” ujarnya.
Demikian juga di SPBU Kepulauan Meranti yang terpantau normal, Jumat (6/3). Di SPBU Jalan Imam Bonjol aktivitas pengisian BBM berlangsung seperti biasa dan petugas SPBU pasokan aman. “Untuk stok BBM saat ini masih tersedia dan distribusi berjalan normal. Sampai sekarang tidak ada kelangkaan,” ujarnya.
Salah seorang warga Selatpanjang, Andi (35), mengatakan proses pengisian BBM berlangsung cepat tanpa harus mengantre. “Tidak ada antrean panjang. Saya langsung bisa mengisi BBM seperti biasa,” ujarnya. Hal senada disampaikan pengendara lainnya, Rudi (40). “Masih lancar. Tidak ada antrean seperti yang dikhawatirkan orang-orang,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin melakukan pengecekan langsung ke sejumlah titik, termasuk SPBU di Jalan Imam Bonjol. “Stok BBM saat ini masih aman bahkan lebih. Dalam waktu dekat juga akan datang tambahan sekitar 300 kiloliter untuk menambah persediaan,” ujarnya.(dof/end/epp/amn/fad/wir/*2)
Editor : Bayu Saputra