JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Garuda Indonesia memastikan bahwa penerbangan GA-176 rute Jakarta–Pekanbaru yang beroperasi pada Sabtu (7/3/2026) telah mendarat dengan aman dan normal di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru setelah sebelumnya terindikasi adanya Unknown Airbone Object atau objek asing di sekitar pesawat saat proses menjelang pendaratan. Hal itu diungkap oleh Branch Manager, Daniel Valentino.
"Saat ini, pemeriksaan lebih lanjut tengah dilakukan guna mengidentifikasi indikasi keberadaan benda asing tersebut," ujarnya.
Penerbangan GA-176 yang dioperasikan menggunakan pesawat PK-GFF sebelumnya diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta pada pukul 15.35 WIB dan tiba dengan normal di Pekanbaru pada pukul 17.14 WIB.
Baca Juga: Pep Guardiola Terancam Sanksi Dua Laga setelah Manchester City Singkirkan Newcastle di Piala FA
Indikasi adanya objek asing tersebut diketahui setelah kru pesawat mendengar suara tidak biasa saat proses persiapan pendaratan. Menyikapi hal tersebut, Pilot in Command (PIC) segera menjalankan prosedur mitigasi keselamatan sesuai standar operasional guna memastikan proses pendaratan berlangsung aman dan terkendali.
"Seluruh 117 penumpang, bersama 2 cockpit crew dan 5 cabin crew, dipastikan mendarat dengan selamat, dan proses kedatangan berlangsung dengan lancar dan normal," lanjutnya.
Setibanya di bandara tujuan, pesawat langsung menjalani pemeriksaan teknis dan proses investigasi oleh tim terkait. Tindak lanjut berupa inspeksi menyeluruh serta perawatan armada akan dilakukan sebelum pesawat dinyatakan laik operasi kembali sesuai dengan standar keselamatan penerbangan yang berlaku.
Saat ini Garuda Indonesia juga terus berkoordinasi secara intensif dengan otoritas penerbangan terkait guna memastikan seluruh proses penanganan berjalan sesuai prosedur dan regulasi keselamatan penerbangan.
“Lebih lanjut, dapat kami sampaikan bahwa penerbangan berikutnya yakni GA-179 rute Pekanbaru-Jakarta yang sebelumnya dijadwalkan berangkat pada hari yang sama pukul 17.40 WIB dan dijadwalkan tiba pukul 19.50 WIB ditunda. Seluruh penumpang yang terdampak pada penerbangan tersebut telah mendapatkan penanganan dan kompensasi seusia kebijakan dan aturan yang berlaku.”
Sebagai maskapai flag carrier nasional, Garuda Indonesia senantiasa menempatkan aspek keselamatan, keamanan, dan keandalan operasional sebagai prioritas utama dalam setiap penerbangan, serta terus memastikan seluruh operasional berjalan sesuai standar keselamatan penerbangan nasional maupun internasional.
Sebelumnya diberitakan sebuah pesawat milik Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA176 dan registrasi PK mengalami kerusakan cukup berat pada bagian radar dome (radome) atau hidung pesawat setelah mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Sabtu (7/3/2026).
General Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II, Achmad, mengatakan kerusakan diketahui setelah pesawat melakukan pendaratan dan menjalani pemeriksaan awal oleh kru serta teknisi.
"Pesawat tiba di Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pada pukul 17.15 WIB. Setelah mendarat, inspeksi visual oleh teknisi dan kru pesawat menunjukkan bahwa radome sisi kiri mengalami kerusakan cukup berat," ujar Achmad.
Radome merupakan bagian hidung pesawat yang berfungsi melindungi radar cuaca dan berbagai perangkat navigasi di bagian depan pesawat. Kerusakan pada komponen ini dapat memengaruhi operasional penerbangan sehingga pesawat harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut sebelum dapat digunakan kembali.
Dalam video berdurasi sekitar 16 detik yang beredar di media sosial, terlihat bagian hidung pesawat sebelah kiri mengalami penyok cukup parah.***
Editor : Edwar Yaman