PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Antusias penukaran uang hasil cetak sempurna (UHCS) atau uang baru tampak Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Riau, Selasa (10/9/2026). Sejak pagi, ribuan masyarakat silih berganti datang dan mengantre untuk dapat menukarkan uang baru.
Layanan penukaran uang tersebut atau Kas Keliling Terpadu sengaja digelar BI Riau untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan UHCS di momen Ramadan dan Idulfitri ini. Dikatakan oleh Kepala Kantor BI Riau, Panji Achmad, layanan tersebut berlangsung selama 3 hari yakni tanggal 10, 11 dan 12 Maret yang mana kegiatan tersebut merupakan menjadi bagian dari rangkaian program Serambi 2026.
"Layanan terpadu ini merupakan sinergi antara KPw BI Riau dengan 10 perbankan yang membuka total 11 loket penukaran. Setiap hari disediakan kapasitas sekitar 1.000 paket penukaran bagi masyarakat," ujar Panji saat meninjau kegiatan Kas Keliling Terpadu.
Secara keseluruhan KPw BI Provinsi Riau memperkirakan kebutuhan uang tunai selama Serambi 2026 mencapai Rp4,27 triliun. Angka tersebut meningkat sekitar 8,4 persen dibandingkan realisasi Serambi tahun 2025 sebesar Rp3,94 triliun.
"Penyediaan uang ini merupakan bagian dari tugas Bank Indonesia sebagai bank sentral yang memiliki peran sebagai otoritas moneter sekaligus otoritas sistem pembayaran," ungkapnya.
Dalam program ini, masyarakat dapat menukarkan uang rupiah dengan nominal maksimal Rp5,3 juta per orang dengan rincian pecahan yakni Rp50 ribu sebanyak 50 lembar, Rp20 ribu sebanyak 50 lembar, Rp10 ribu sebanyak 100 lembar, Rp5 ribu sebanyak 100 lembar, Rp2.000 sebanyak 100 lembar, dan Rp1.000 sebanyak 100 lembar.
Untuk melakukan penukaran, masyarakat diwajibkan melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR di laman pintar.bi.go.id.
Panji menjelaskan, sistem pendaftaran melalui aplikasi tersebut diterapkan untuk menghindari antrean panjang serta memastikan layanan berlangsung tertib dan transparan.
"Bank Indonesia tidak melayani pendaftaran penukaran uang secara langsung di lokasi. Masyarakat yang telah mendaftar di aplikasi PINTAR dapat datang sesuai jadwal yang dipilih dengan membawa bukti pendaftaran dan KTP," jelasnya lagi.
BI juga mengimbau masyarakat agar tertib mengikuti prosedur penukaran serta tidak perlu khawatir terkait ketersediaan uang. "Kami telah menyiapkan dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang masyarakat di wilayah Riau," lanjutnya.
Layanan ini juga diapresiasi oleh Pemerintah Provinsi Riau. Hal itu disampaikan oleh Plt Gubernur Riau melalui Asisten II Setdaprov Riau Helmi D yang hadir dalam kegiatan itu. Menurutnya, program ini sangat membantu masyarakat dalam mempersiapkan kebutuhan menjelang lebaran.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kolaborasi ini dinilai positif karena tidak hanya memberikan layanan penukaran uang, tetapi juga menghadirkan berbagai layanan keuangan bagi masyarakat.
"Program seperti ini sangat baik dan diharapkan dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dengan semangat yang lebih besar," terangnya. Selain layanan terpadu, BI Riau juga telah melaksanakan sejumlah layanan penukaran uang lainnya dalam rangkaian Serambi 2026.
Salah satunya melalui layanan ritel atau kas keliling yang digelar pada 18 Februari hingga 5 Maret 2026 di 25 titik layanan hasil sinergi BI dengan perbankan. Pada layanan ini tersedia sekitar 300 paket penukaran di setiap titik.
Di samping itu, terdapat pula layanan perbankan yang berlangsung pada 2 hingga 6 Maret 2026 di 40 kantor perbankan di Kota Pekanbaru dan 40 kantor perbankan di luar Kota Pekanbaru, dengan kapasitas 100 paket penukaran setiap harinya.
Editor : Rinaldi