PEKANBARU (RIAUPOS.CO)– Forum Intelektual Muslim Riau menggelar diskusi tokoh bertajuk "Board of Peace; Ilusi Perdamaian dalam Cengkeraman Penjajah" pada Rabu (11/3). Dalam pertemuan tersebut, para akademisi dan pemuka agama menyoroti berbagai isu geopolitik global, mulai dari skandal Epstein hingga efektivitas militer dalam membela kedaulatan Palestina.
Guru Besar Universitas Islam Riau (UIR), Prof Dr Anas Puri ST MT, memaparkan analisisnya mengenai keterkaitan antara isu domestik Amerika Serikat dengan kebijakan luar negeri di Timur Tengah. Ia menyoroti fenomena Epstein File yang diduga menjadi instrumen tekan bagi para pemimpin dunia, termasuk Donald Trump.
"Trump ikut menyerang Iran diduga sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian publik dari isu Epstein File," ujar Anas Puri dalam paparannya.
Senada dengan hal tersebut, dosen UIR, Dr KH Dodi Okri LC ME Sy, menekankan bahwa karakter keras kepala atau mu’annid yang melekat pada sejarah Bani Israil membuat jalur diplomasi sering kali menemui jalan buntu. Ia merujuk pada catatan sejarah mengenai penolakan mereka terhadap perintah nabi-nabi terdahulu sebagai bukti sulitnya jalur negosiasi.
"Cara menghadapi mereka tidak bisa hanya dengan berunding. Perlu kekuatan nyata dari negara, yakni jihad melalui pasukan resmi negara, karena saat ini banyak negara teluk yang cenderung sekuler dan enggan mengirimkan bantuan militer," tegas Dodi Okri.
Ia juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi pemimpin saat ini dalam menghadapi pengaruh global tersebut. Di akhir diskusi, Forum Intelektual Muslim Riau mengeluarkan pernyataan sikap resmi yang menegaskan posisi mereka terhadap situasi global saat ini. Forum menilai Amerika Serikat sebagai pemicu utama perang global dan memandang Board of Peace (BOP) bukan sebagai solusi, melainkan bentuk penjajahan gaya baru.
Pernyataan sikap tersebut dirangkum dalam beberapa poin utama:
Pertama, forum menolak keras keterlibatan dalam BOP karena dianggap sebagai instrumen penjajahan gaya baru. Kedua, forum mengutuk keras serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Ketiga, forum menegaskan kewajiban bagi seluruh umat untuk membela Palestina.