PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Memasuki periode libur Lebaran Ramadan 1447 Hijriah/2026, pergerakan arus lalu lintas di sejumlah Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas tol wilayah Riau mulai mengalami peningkatan yang signifikan.
Kepala Regional Sumatera Bagian Tengah (Sumbagteng), Bromo Waluko Utomo mengungkapkan, berdasarkan data per Sabtu (14/3/2026) pukul 17.00 WIB, mayoritas gerbang tol di Riau mencatatkan lonjakan volume kendaraan di atas rata-rata normal. Secara umum, mobilitas masyarakat baik di Ruas Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) maupun Pekanbaru-XIII Koto Kampar menunjukkan tren peningkatan, dengan jam-jam puncak kepadatan yang mayoritas terpusat pada siang hingga sore hari.
Untuk jalur Tol Pekanbaru-Dumai terpantau bervariasi. Gerbang Tol (GT) Bathin Solapan mencatat lonjakan paling tajam, di mana kendaraan keluar melonjak hingga 48,38% dan arus masuk meningkat 37,50 % dibandingkan lalu lintas normal.
Sementara itu, sebagai pintu akses utama, GT Pekanbaru juga mulai padat menjelang sore. Arus masuk di gerbang ini naik 20,37 % dengan puncak kepadatan pada rentang pukul 16.00 hingga 17.00 WIB yang mencapai 436 kendaraan, sedangkan arus keluar meningkat 17,78 % dengan puncaknya terjadi satu jam sebelumnya.
Di sisi lain, GT Pinggir terpantau stabil, dan GT Dumai justru cenderung lengang dengan mencatatkan penurunan arus lalu lintas secara kumulatif, meski pengendara tetap diimbau mewaspadai kepadatan pada rentang pukul 14.00 hingga 16.00 WIB.
Peningkatan tajam juga terjadi pada mobilitas warga menuju arah Kabupaten Kampar dan Provinsi Sumatera Barat melalui Ruas Tol Pekanbaru-XIII Koto Kampar. Di GT XIII Koto Kampar, lonjakan drastis terjadi pada kendaraan yang keluar dengan peningkatan mencapai 48,01 %, di mana puncak kepadatan terpantau pada siang hari antara pukul 11.00 hingga 12.00 WIB sebanyak 197 kendaraan.
Kondisi serupa terlihat di GT Sungai Pinang yang terpantau padat merayap di sore hari. Arus masuk di gerbang ini naik 24,26 % dan arus keluar naik 18,15 %, dengan titik puncak keramaian terjadi secara bersamaan pada pukul 15.00 hingga 16.00 WIB.
Melihat tren pergerakan kendaraan saat ini, Bromo Waluko Utomo memprediksi bahwa puncak arus mudik Lebaran tahun ini akan jatuh pada H-6. Guna mengantisipasi potensi penumpukan kendaraan pada puncak mudik tersebut.
"Kami telah menyiagakan sejumlah langkah strategis, yang meliputi penambahan jumlah petugas dan peralatan tol, termasuk pengoperasian mobile reader yang akan bersiaga penuh selama 24 jam untuk mempercepat transaksi di gerbang," kata Bromo, Sabtu (14/03/2026).
Selain itu, Bromo menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi secara intensif dengan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau. Koordinasi ini disiapkan untuk melakukan rekayasa lalu lintas, seperti pengaturan sistem buka tutup gerbang atau pengalihan arus kendaraan, jika situasi di lapangan terpaksa membutuhkan penanganan ekstrem akibat kepadatan yang tinggi.
Bromo juga meyampaikan untuk menjamin kenyamanan pengguna jalan tol, pihak pengelola telah mengoptimalkan layanan rest area di sepanjang ruas jalan tol, "Fasilitas yang telah kami siagakan ini untuk melayani kebutuhan pemudik, mulai dari ketersediaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), musala, toilet bersih, hingga area pujasera, dan kami mengajak pemudik untuk memanfaatkan fasilitas rest area ini guna memulihkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan panjang," ajak Bromo.
Hutama Karya membagian sejumlah tips aman berkendara yang wajib diperhatikan oleh seluruh pengguna jalan tol. Para pengemudi diminta untuk secara disiplin mematuhi batas kecepatan yang telah ditentukan melalui rambu-rambu lalu lintas dan selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya. Ia juga sangat mewanti-wanti ancaman microsleep atau tertidur sesaat akibat kelelahan. Apabila mata sudah terasa berat atau konsentrasi menurun, pengemudi dilarang keras memaksakan diri dan harus segera menepi ke rest area terdekat untuk beristirahat.
"Kami tidak lelah mengimbau pengguna jalan untuk senantiasa mengatur waktu keberangkatan guna menghindari jam-jam padat. Pastikan kondisi fisik pengemudi dalam keadaan prima, periksa kelayakan kendaraan seperti tekanan ban dan fungsi rem sebelum berangkat, serta pastikan kecukupan saldo e-Toll agar perjalanan lancar tanpa memicu antrean di gerbang," tutup Bromo.(bay)
Editor : Edwar Yaman