Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Arus Tol dan Penerbangan Mulai Naik, Plt Gubri Pastikan Jalur Mudik Pekanbaru-Petapahan-Tandun Bebas Lubang

Tim Redaksi • Minggu, 15 Maret 2026 | 15:17 WIB

Plt Gubri SF Hariyanto saat meninjau ruas Jalan Garuda Sakti di Kabupaten Kampar, Sabtu (14/3/2026).
Plt Gubri SF Hariyanto saat meninjau ruas Jalan Garuda Sakti di Kabupaten Kampar, Sabtu (14/3/2026).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Memasuki periode libur Idulfitri 1447 Hijriah /2026, pergerakan arus lalu lintas di sejumlah jalan tol trans sumatera (JTTS) ruas tol wilayah Riau mulai mengalami peningkatan yang signifikan. Hal yang sama terjadi pada arus mudik di jalur udara. Sebagian pemudik memilih berangkat lebih dini dan menyebabkan arus penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru mulai meningkat.


Kepala Regional Sumatera Bagian Tengah (Sumbagteng) Bromo Waluko Utomo mengungkapkan, berdasarkan data per Sabtu (14/3) pukul 17.00 WIB, mayoritas gerbang tol di Riau mencatatkan lonjakan volume kendaraan di atas rata-rata normal. Secara umum, mobilitas masyarakat baik di ruas Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) maupun Pekanbaru-XIII Koto Kampar menunjukkan tren peningkatan, dengan jam-jam puncak kepadatan yang mayoritas terpusat pada siang hingga sore hari.

Untuk jalur Tol Pekanbaru-Dumai terpantau bervariasi. Gerbang Tol (GT) Bathin Solapan mencatat lonjakan paling tajam, di mana kendaraan keluar melonjak hingga 48,38 % dan arus masuk meningkat 37,50 % dibandingkan lalu lintas normal. Sementara itu, sebagai pintu akses utama, GT Pekanbaru juga mulai padat menjelang sore. Arus masuk di gerbang ini naik 20,37 % dengan puncak kepadatan pada rentang pukul 16.00 hingga 17.00 WIB yang mencapai 436 kendaraan. Sedangkan arus keluar meningkat 17,78 % dengan puncaknya terjadi satu jam sebelumnya. Di sisi lain, GT Pinggir terpantau stabil, dan GT Dumai justru cenderung lengang dengan mencatatkan penurunan arus lalu lintas secara kumulatif, meski pengendara tetap diimbau mewaspadai kepadatan pada rentang pukul 14.00 hingga 16.00 WIB.

Peningkatan tajam juga terjadi pada mobilitas warga menuju arah Kabupaten Kampar dan Provinsi Sumatera Barat melalui ruas Tol Pekanbaru-XIII Koto Kampar. Di GT XIII Koto Kampar, lonjakan drastis terjadi pada kendaraan yang keluar dengan peningkatan mencapai 48,01 %, di mana puncak kepadatan terpantau pada siang hari antara pukul 11.00 hingga 12.00 WIB sebanyak 197 kendaraan. Kondisi serupa terlihat di GT Sungai Pinang yang terpantau padat merayap di sore hari. Arus masuk di gerbang ini naik 24,26 % dan arus keluar naik 18,15 %, dengan titik puncak keramaian terjadi secara bersamaan pada pukul 15.00 hingga 16.00 WIB.

Melihat tren pergerakan kendaraan saat ini, Bromo Waluko Utomo memprediksi bahwa puncak arus mudik tahun ini akan jatuh pada H-6. Guna mengantisipasi potensi penumpukan kendaraan pada puncak mudik tersebut. “Kami telah menyiagakan sejumlah langkah strategis, yang meliputi penambahan jumlah petugas dan peralatan tol, termasuk pengoperasian mobile reader yang akan bersiaga penuh selama 24 jam untuk mempercepat transaksi di gerbang,” kata Bromo, Sabtu (14/3).

Selain itu, Bromo menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi secara intensif dengan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau. Koordinasi ini disiapkan untuk melakukan rekayasa lalu lintas, seperti pengaturan sistem buka tutup gerbang atau pengalihan arus kendaraan, jika situasi di lapangan terpaksa membutuhkan penanganan ekstrem akibat kepadatan yang tinggi.

Bromo juga meyampaikan, untuk menjamin kenyamanan pengguna jalan tol, pihak pengelola telah mengoptimalkan layanan rest area di sepanjang ruas jalan tol.

“Fasilitas yang telah kami siagakan ini untuk melayani kebutuhan pemudik, mulai dari ketersediaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), musala, toilet bersih, hingga area pujasera, dan kami mengajak pemudik untuk memanfaatkan fasilitas rest area ini guna memulihkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan panjang,” ajak Bromo.

Hutama Karya membagian sejumlah tips aman berkendara yang wajib diperhatikan oleh seluruh pengguna jalan tol. Para pengemudi diminta untuk secara disiplin mematuhi batas kecepatan yang telah ditentukan melalui rambu-rambu lalu lintas dan selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya. Ia juga sangat mewanti-wanti ancaman microsleep atau tertidur sesaat akibat kelelahan. Apabila mata sudah terasa berat atau konsentrasi menurun, pengemudi dilarang keras memaksakan diri dan harus segera menepi ke rest area terdekat untuk beristirahat.

“Kami tidak lelah mengimbau pengguna jalan untuk senantiasa mengatur waktu keberangkatan guna menghindari jam-jam padat. Pastikan kondisi fisik pengemudi dalam keadaan prima, periksa kelayakan kendaraan seperti tekanan ban dan fungsi rem sebelum berangkat, serta pastikan kecukupan saldo e-Toll agar perjalanan lancar tanpa memicu antrean di gerbang,” tutup Bromo.

Sejalan dengan upaya mengantisipasi lonjakan arus mudik tersebut, PT Hutama Karya (Persero) juga mengambil langkah strategis untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mengatur distribusi lalu lintas dengan memberlakukan potongan tarif. PT Hutama Karya (Persero) memberlakukan potongan tarif tol sebesar 30 % di sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dikelolanya. Kebijakan ini hadir sebagai upaya meringankan beban biaya perjalanan masyarakat sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas selama musim mudik berlangsung.

Setidaknya enam ruas jalan tol masuk dalam daftar pemberlakuan potongan tarif ini, yaitu Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, Tol Indralaya–Prabumulih, Tol Pekanbaru–Dumai, Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar, Tol Indrapura–Kisaran, serta Tol Sigli–Banda Aceh. Tak berhenti di sana, potongan tarif serupa juga turut diberlakukan di Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat yang berada di bawah pengelolaan anak usaha Hutama Karya, yakni PT Hutama Marga Waskita.

Potongan tarif 30 % tersebut diterapkan dengan sistem dua arah pada dua periode waktu, yakni 15 hingga 16 Maret 2026 dan 26 hingga 27 Maret 2026. Namun ada syarat yang perlu diperhatikan, diskon ini hanya berlaku bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus dan menggunakan kartu uang elektronik dengan saldo yang mencukupi.

“Potongan tarif ini diberikan untuk seluruh golongan kendaraan dan diterapkan dengan mekanisme yang selaras dengan kebijakan nasional, sebagaimana juga diberlakukan pada badan usaha jalan tol lainnya,” ujar Hamdani, Plt Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Sabtu (14/3).

Untuk pemudik dari Provinsi Riau yang hendak menggunakan ruas jalan tol di Riau turut mendapatkan tarif diskon tarif tol sebesar 30 % untuk ruas Tol Pekanbaru–Dumai dengan asal-tujuan Pekanbaru–Dumai dan sebaliknya, tarif Golongan I turun dari Rp171.500 menjadi Rp120.000, Golongan II & III dari Rp257.000 menjadi Rp180.000, serta Golongan IV & V dari Rp343.000 menjadi Rp240.000. Sementara untuk ruas Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar dengan asal-tujuan Sungai Pinang–XIII Koto Kampar dan sebaliknya, tarif Golongan I turun dari Rp78.000 menjadi Rp54.500, Golongan II & III dari Rp117.000 menjadi Rp82.000, dan Golongan IV & V dari Rp156.000 menjadi Rp109.000.

Hamdani mengatakan bahwa kebijakan ini telah melalui kajian dan evaluasi menyeluruh agar tetap menjaga keseimbangan antara peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat dan keberlanjutan kinerja perusahaan.

Selanjutnya, Hamdani mengimbau para pengguna jalan untuk mengecek tarif tol sesuai gerbang masuk dan tujuan perjalanan, serta memastikan saldo kartu uang elektronik mencukupi sebelum memasuki tol. Pengguna jalan juga diharapkan mematuhi rambu dan arahan petugas, menjaga kondisi kendaraan tetap prima, serta memanfaatkan rest area untuk beristirahat demi keselamatan dan kenyamanan perjalanan.

Trafik Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Meningkat

​Memasuki H-8 menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, arus mudik melalui transportasi udara di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru mulai menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut terlihat dari jumlah pergerakan pesawat maupun penumpang yang tercatat pada Jumat (13/3).
​Berdasarkan data operasional bandara, total pergerakan pesawat mencapai 86 penerbangan, dengan rincian 43 penerbangan keberangkatan dan 43 penerbangan kedatangan. Sementara itu, jumlah pergerakan penumpang juga tercatat cukup tinggi, yakni 4.366 penumpang keberangkatan dan 5.596 penumpang kedatangan, sehingga total pergerakan penumpang mencapai 9.962 orang.

​Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada H-8 Lebaran 2025, jumlah penerbangan mengalami kenaikan yang signifikan. Pergerakan pesawat meningkat sebesar 34,4 persen, sedangkan jumlah penumpang mengalami kenaikan sekitar 12 persen.

​General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad, mengatakan pihaknya telah mempersiapkan seluruh infrastruktur, fasilitas, serta personel secara optimal untuk menghadapi potensi lonjakan penumpang selama periode arus mudik Lebaran 2026.

​“Kami telah mempersiapkan infrastruktur, fasilitas, dan personel secara optimal untuk melayani masyarakat yang melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman di Provinsi Riau menggunakan moda transportasi udara,” ujarnya.

​Dari sisi infrastruktur, Bandara SSK II memiliki kapasitas apron yang mampu menampung delapan pesawat berbadan lebar (wide body) serta empat pesawat berbadan sedang (narrow body). Sementara itu, gedung terminal bandara memiliki kapasitas pelayanan hingga lima juta penumpang per tahun.

​Untuk memastikan keselamatan dan kelancaran operasional selama periode mudik, pengelola bandara meningkatkan intensitas pengawasan terhadap seluruh fasilitas di sisi udara maupun sisi darat, seperti runway, taxiway, apron, gedung terminal, dan fasilitas pendukung lainnya.

​Selain kesiapan operasional, manajemen bandara juga menghadirkan layanan tambahan selama Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri. Selama bulan Ramadan, pengelola menyediakan takjil gratis bagi pengguna jasa di area bandara. Selain itu, area bandara dihiasi dengan ornamen Idulfitri guna menciptakan suasana yang hangat dan nyaman bagi penumpang.

​Dari sisi sumber daya manusia, sebanyak 140 personel gabungan disiagakan untuk mendukung kelancaran operasional. Personel tersebut terdiri atas 119 pegawai internal bandara serta 21 personel dari berbagai instansi dan pemangku kepentingan (stakeholder) terkait.

​“Kami memastikan aspek keamanan, keselamatan, dan pelayanan berjalan optimal dengan semangat melayani sepenuh hati, sehingga pengguna jasa bandara dapat merasakan perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan,” jelas Achmad.

​Untuk memperkuat koordinasi, PT Angkasa Pura Indonesia resmi membuka Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026/1447 H pada Jumat (13/3). Posko yang berlokasi di area selasar Bandara SSK II ini akan beroperasi selama 18 hari, mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026.

​Menurut Achmad, posko ini menjadi pusat koordinasi lintas instansi dalam memastikan seluruh aspek keamanan, keselamatan, dan pelayanan berjalan optimal. “Pengoperasian posko terpadu ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antar-stakeholder bandara dalam mengantisipasi peningkatan aktivitas penerbangan,” jelasnya.

​Berbagai instansi seperti TNI, Polri, Basarnas, AirNav, BMKG, Balai Kekarantinaan Kesehatan, serta maskapai penerbangan turut dilibatkan. “Dengan dibukanya posko terpadu ini, kami nyatakan kesiapan penuh seluruh pemangku kepentingan Bandara SSK II Pekanbaru dalam melayani perjalanan udara masyarakat selama arus mudik Lebaran,” pungkasnya.

Plt Gubri Pastikan Jalur Mudik Pekanbaru–Petapahan-Tandun Bebas Lubang

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto memastikan bahwa ruas jalan alternatif mudik, yakni dari Pekanbaru menuju Petapahan hingga Tandun sudah bebas lubang. Di mana sebelumnya pada ruas jalan ini banyak terdapat lubang yang cukup mengganggu pengendara.

Hal tersebut disampaikan Plt Gubri SF Hariyanto usai meninjau langsung proses perbaikan jalan berlubang di Jalan Garuda Sakti, Pekanbaru, Sabtu (14/3). Khusus perbaikan jalan berlubang yang dilakukan oleh Hutama Karya di Jalan Garuda Sakti Pekanbaru telah mencakup penanganan ruas jalan sepanjang sekitar 12 kilometer.

SF Hariyanto mengatakan, perbaikan jalan tersebut merupakan hasil kerja sama antara pemerintah dengan pihak swasta untuk mempercepat penanganan kerusakan jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

“Memang belum sempurna, tapi hari ini lubang-lubang yang sebelumnya banyak di ruas ini sudah kita tutupi semua. Ini sepanjang kurang lebih 12 kilometer,” ujarnya.

Ia menjelaskan, langkah ini menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta dalam memperbaiki infrastruktur jalan di Riau. Menurutnya, dukungan berbagai pihak sangat dibutuhkan mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah.

“Ini bukti kerja sama pemerintah dengan swasta. Kita tentu mendukung semua pihak yang ikut membantu perbaikan jalan ini,” katanya.

Meski demikian, SF Hariyanto mengakui perbaikan tersebut masih dilakukan secara bertahap. Pemerintah Provinsi Riau saat ini terus berpacu memperbaiki ruas jalan yang rusak agar masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih aman dan nyaman.

“Memang kita sedang berpacu juga, karena kita punya keterbatasan anggaran. Tapi kita upayakan terus agar jalan-jalan yang rusak bisa segera ditangani,” jelasnya. Ia berharap, dengan perbaikan yang telah dilakukan, arus lalu lintas menjelang Lebaran dapat berjalan lancar. Terlebih jalur Pekanbaru menuju Petapahan hingga Tandun merupakan salah satu jalur penting bagi mobilitas masyarakat.

“Jalan rusak yang statusnya jalan provinsi. In sya Allah untuk Lebaran nanti jalan mulus, sudah lancar. Dari Pekanbaru ke Petapahan sampai ke arah Tandun sekarang sudah tidak ada lubang lagi,” ungkapnya.(azr/bay/sol/kas/muh)

Editor : Bayu Saputra
#mudik riau #JTTS #mudik riau sumbar #tol riau