PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sebaran titik api yang membakar sejumlah lahan di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, tak kunjung padam. Bahkan, fire spot (titik api) kembali bertambah sehingga menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kian meluas pada Sabtu (14/3).
Meski sebagian besar wilayah di Negeri Seiya Sekata ini diguyur hujan, api yang sebelumnya hanya membakar lahan semak belukar milik warga di Desa Pulau Muda belum dapat dikuasai. Saat ini, api telah meluas hingga masuk ke Desa Pangkalan Tarap dan Kelurahan Gambut Mutiara. Akibat karhutla tersebut, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, TNI-Polri, dan Manggala Agni telah dikerahkan untuk melakukan pemadaman.
Operasi pemadaman darat yang telah memasuki hari kelima ini difokuskan untuk memotong jalur api guna mencegah kebakaran meluas sehingga proses pendinginan dapat segera dilakukan. Namun, hingga kini api belum dapat dikuasai oleh petugas gabungan.
Baca Juga: Karhutla di Kecamatan Tambang Belum Padam, Pohon Tumbang Sempat Tutup Akses Jalan di Bangkinang
“Ya, titik api belum berhasil dipadamkan tim gabungan, khususnya di Desa Pulau Muda. Bahkan, bunga api yang beterbangan telah membakar lahan ke wilayah Desa Pangkalan Tarap dan Kelurahan Gambut Mutiara,” terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pelalawan, Zulfan MSi kepada Riau Pos via telepon selulernya.
Mantan Sekretaris Dinas Perikanan Pelalawan ini mengungkapkan bahwa lahan yang dilalap api sebelumnya hanya mencakup semak belukar di Desa Pulau Muda dalam satu hamparan. Namun, api kemudian merembet sampai ke Desa Pangkalan Tarap dan Kelurahan Gambut Mutiara, meskipun puluhan personel gabungan telah berupaya memadamkan dan memutus penyebarannya.
“Memang kita akui di lokasi lama api sudah padam dan tinggal pendinginan. Namun, kondisi cuaca panas ekstrem dan curah hujan yang minim di lokasi kebakaran ini membuat api kembali muncul dan menyebar,” paparnya.
Terkait luas lahan, Zulfan menyebutkan pihaknya belum dapat memastikan angka pastinya karena petugas masih fokus pada pemadaman. Namun, dampak karhutla ini diperkirakan telah mencapai belasan hektare di wilayah tersebut. “Untuk luasan pastinya belum dapat kita perhitungkan karena kami melakukan pengukuran menggunakan drone. Jika proses pemadaman tuntas baru dapat diketahui angka pastinya. Kami prediksi jumlah luasan ini masih bertambah,” tuturnya.
Sebelumnya, Pemkab Pelalawan telah menetapkan status siaga darurat bencana karhutla sejak 16 Februari lalu hingga 31 November mendatang. Hal ini dilakukan setelah kasus karhutla muncul cukup banyak di Kecamatan Kuala Kampar, Teluk Meranti, dan Pangkalan Kerinci, dengan total lahan gambut yang hangus mencapai 612 hektare lebih.
Karhutla di Tambang Belum Padam
Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Kampar. BPBD Kabupaten Kampar melaporkan dua kejadian bencana hidrometeorologi hingga Sabtu (14/3) pukul 16.00 WIB, yakni karhutla di Kecamatan Tambang serta pohon tumbang di Kecamatan Bangkinang.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar, Azwan, melalui Kepala Pusdalops-PB, Adi Candra Lukita, menjelaskan bahwa kebakaran lahan sudah memasuki hari keenam di Desa Rimba Panjang, Kecamatan Tambang. Lahan yang terbakar merupakan lahan gambut milik masyarakat dengan vegetasi semak belukar.
“Api membakar area sekitar dua hektare dan terjadi di atas serta di bawah permukaan tanah. Tim Satgas TRC BPBD Kampar bersama Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi Riau sudah melakukan upaya pemadaman dan membuat sekat bakar. Namun, petugas menghadapi kendala terbatasnya sumber air di lokasi,” jelas Adi Candra.
Selain karhutla, kejadian pohon tumbang terjadi di Desa Muara Uwai, Kecamatan Bangkinang, sekitar pukul 13.09 WIB. Pohon tumbang diduga akibat hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang. Batang pohon sempat menutup badan jalan sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.
Satgas TRC Pusdalops-PB BPBD Kampar bersama masyarakat segera melakukan pembersihan menggunakan mesin chainsaw. Saat ini, akses jalan telah kembali normal. BPBD Kampar mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah.
Luasan Karhutla di Riau Capai 1.375 Ha
Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mencatat hingga saat ini sudah ada 11 kabupaten/kota di Riau yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada awal tahun ini. Dari 11 daerah tersebut, total luasan karhutla mencapai 1.375,49 hektare (ha).
Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal, mengatakan bahwa ke-11 daerah yang sudah mengalami karhutla tersebut adalah Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Kuantan Singingi (Kuansing), Rokan Hilir (Rohil), Kota Dumai, dan Pekanbaru.
“Hingga saat ini sudah 11 daerah di Riau yang ditemukan terjadi karhutla. Total luasan karhutla 1.375,49 ha,” katanya.
Adapun rincian luasan karhutla tersebut adalah Kota Dumai seluas 48,62 ha, Bengkalis 324,01 ha, Kepulauan Meranti 13,40 ha, Siak 81,29 ha, Pekanbaru 33,62 ha, Kampar 59,15 ha, Pelalawan 683,50 ha, Inhu 8,40 ha, Inhil 104,75 ha, Rohil 14 ha, dan Kuansing 4,75 ha.(sol/amn/kom)
Editor : Bayu Saputra