PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Memasuki puasa ke-25 pada Ramadan 1447H/2026, volume mobilitas masyarakat di Provinsi Riau menunjukkan pergerakan yang semakin tajam. Peningkatan arus kendaraan, baik dari para pemudik maupun warga yang melakukan pergerakan antarkota, hal tersebut ditandai dengan semakin padatnya pengguna ruas jalan Tol yang ada di provinsi Riau.
Kepala Regional Sumbagteng, Bromo Waluko Utomo,Ahad (15/3/2026) menyampaikan bahwa berdasarkan pantauan data terbaru, tren pergerakan kendaraan secara kumulatif terus melonjak jauh di atas rata-rata normal. Pada jalur Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) misalnya, lonjakan paling ekstrem tercatat di Gerbang Tol (GT) Bathin Solapan, di mana volume kendaraan yang keluar melonjak drastis hingga 83,91 persen atau mencapai 2.058 kendaraan. Sementara itu, arus masuknya juga meningkat 23,24 persen dengan total 1.416 kendaraan melintas.
Kepadatan serupa juga dirasakan di GT Pekanbaru yang menjadi pintu akses utama ibukota provinsi. Arus kendaraan yang masuk ke jalan tol melalui gerbang ini naik sebesar 23,74 persen dengan total 4.003 kendaraan , yang titik puncak kepadatannya terjadi pada rentang pukul 15.00 hingga 16.00 WIB. Untuk arus keluar di GT Pekanbaru, tercatat ada peningkatan sebesar 14,52 persen atau sebanyak 3.786 kendaraan. Di sisi lain, pergerakan di GT Pinggir menunjukkan dinamika berbeda, di mana arus masuk sedikit melandai di angka -0,97 persen atau 1.940 kendaraan, namun arus keluarnya naik 14,41 persen atau 1.667 kendaraan.
Sedangkan pada GT Dumai mulai menunjukkan pergerakan positif pada arus masuk sebesar 2,04 persen dengan 1.099 kendaraan , meskipun arus keluarnya secara keseluruhan masih mengalami penurunan sebesar minus 8,55 persen atau 1.070 kendaraan.
Kondisi lalu lintas yang tak kalah padat juga tampak pada pergerakan menuju arah Kabupaten Kampar dan Provinsi Sumatera Barat melalui Ruas Tol Pekanbaru-XIII Koto Kampar. Kepadatan di jalur ini sangat terasa, terutama di GT XIII Koto Kampar yang mencatat lonjakan arus keluar hingga 69,79 persen dengan total 2.068 kendaraan.
Arus masuk di gerbang ini juga naik sebesar 20,65 persen yang dilintasi 1.548 kendaraan. Antrean kendaraan juga terus membayangi GT Sungai Pinang, di mana volume kendaraan masuk meningkat cukup signifikan di angka 38,24 persen atau 2.487 kendaraan dan pergerakan kendaraan keluar, naik sebesar 18,52 persen atau 2.131 kendaraan.
Melihat tingginya antusiasme mobilitas warga yang terus merangkak naik, pengelola jalan tol memprediksi puncak arus mudik Lebaran tahun ini akan jatuh pada H-6. Guna mengantisipasi potensi penumpukan kendaraan di hari puncak tersebut, serangkaian langkah mitigasi telah disiapkan secara matang. Bromo menjelaskan bahwa pihaknya telah menambah personel lapangan serta mengoperasikan perangkat mobile reader yang disiagakan penuh selama 24 jam demi mempercepat durasi transaksi di setiap gerbang tol.
Selain itu, koordinasi intensif dengan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda setempat terus dijalin sebagai langkah antisipasi apabila situasi di lapangan menuntut adanya rekayasa lalu lintas, seperti sistem buka-tutup gerbang maupun pengalihan arus. Fasilitas operasional pendukung seperti kamera pengawas (CCTV), papan informasi digital atau Variable Message Sign (VMS), hingga penyampaian imbauan langsung di tiap gerbang tol juga terus dimaksimalkan guna memantau kondisi secara real-time dan memberikan panduan bagi pengemudi.
Untuk menjamin kenyamanan pengguna jalan selama periode sibuk ini, pihak pengelola juga telah mengoptimalkan layanan rest area di sepanjang ruas jalan tol. Fasilitas ini disiagakan beroperasi penuh untuk melayani kebutuhan para pemudik, mulai dari ketersediaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), musala, toilet bersih, hingga area pujasera. Para pengemudi sangat dianjurkan untuk tidak memaksakan diri dan memanfaatkan fasilitas rest area ini guna memulihkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan panjang.
Lebih lanjut, demi keselamatan bersama, Bromo turut membagikan sejumlah tips aman berkendara yang wajib diperhatikan oleh seluruh pengguna jalan bebas hambatan. Para pengemudi diminta untuk selalu disiplin mematuhi batas kecepatan yang telah ditentukan melalui rambu-rambu lalu lintas dan selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya serta mengigatkan adanya ancaman microsleep atau tertidur sesaat akibat kelelahan yang sering menjadi pemicu kecelakaan.
"Apabila mata sudah terasa berat atau konsentrasi menurun, pengemudi dilarang keras memaksakan diri dan harus segera menepi ke rest area terdekat untuk beristirahat. Pastikan kondisi fisik pengemudi dalam keadaan prima, periksa kelayakan kendaraan seperti tekanan ban dan fungsi rem sebelum berangkat, serta pastikan kecukupan saldo e-Toll agar perjalanan lancar tanpa memicu antrean di gerbang," tutup Bromo.(bay)
Editor : Edwar Yaman