BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Cuaca ekstrim dan kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Bengkalis selama satu bulan terakhir membuat kobaran api dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di 5 kecamatan di Kabupaten Bengkalis kembali menyala.
Di mana lima kecamatan merupakan lokasi karhutla sebelumnya yang makin meluas yakni di Kecamatan Rupat di Desa Sukarjo Mesim, Kelurahan Teluk Lecah, Kelurahan Pergam dan Desa Kebumen dengan luas lahan yang terbakar mencapai 50 Hekter.
Di Kecamatan Bengkalis seluas 27, di Desa Pedekik dan Kecamatan Bantan di Desa Teluk Pambang, Muntai dan Teluk Lancar. Kecamatan Rupat Utara seluas 25 Ha yang terjadi di Desa Titi Akar. Kecamatan Bandar Laksamana seluas 0,5 Ha di Desa Sepahat, dengan luas total 108,5 Ha.
"Sampai saat ini petugas masih siaga di lapangan untuk mengawal api agar tidak melebar di lahan lain. Kondisi ini diperparah oleh tiupan angin kencang serta sumber air yang sulit didapat untuk memadamkan api," ujar Manajer Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Bengkalis, Erzansyah, Jumat (27/3) malam.
Ia juga merinci, kebakaran lahan Kecamatan Rupat lanjutan dari kebakaran sebelumnya sejak Senin (9/3) sampai Juma’t (27/3) sore terjadi di Jalan Baru RT11/RW06 Dusun Teluk Kumbang, Desa Sukarjo Mesim.
Status lahan perkebunan milik masyarakat, dengan vegetasi lahan perkebunan sawit dan semak belukar.
"Jenis tanah gambut dengan topografi datar, dengan kondisi kebakaran atas dan bawah. Luas lahan kebakaran mencapai 25 Ha, luas yang dipadamkan 22,5 Ha, luas pendingianan 2,5 Ha. Kondisi terkini titik asap masih ada, saat ini tim satgas masih melakukan pendinginan dilokasi terbakar," jelasnya.
Sedangkan di lokasi 2 yang terjadi sejak Rabu (18/3) dan sampai Jumat (27/3) pukul 16. 45 WIB di Jalan Meranti RT08/RW03, Kelurahan Pergam, Kecamatan Rupat, di lahan masyarakat dengan luas kebakaran lebih kurang 10 Ha, luas dipadamkan 4 Ha, luas pendinginan 6 Ha.
Di lokasi ke 3, yang terjadi sejak Ahad (22/3) sampai Juma’t (27/3) sore, di Jalan Perjuangan RT15/RW06 Dusun Mekar Sari, Kelurahan Teluk Lecah, Terbakarnya perkebunan sawit dan semak belukar luas kebakaran 15 Ha , luas dipadamkan 6 Ha, luas pendingianan 9 Ha.
Sedangkan kebakaran lahan di Kecamatan Bengkalis yang terjadi sejak Senin (23/3) sampai Juma’t (27/3) sore, lokasi 1 di Jalan Geriliya Dusun IV Kelapasari RT 11/RW06, Desa Pedekik.
Lahan yang terbakar semak belukar milik masyarakat dan kondisi tanah gambut, luas kebakaran 27 Ha, luas dipadamkan 16 Ha, luas pendinginan 11 Ha.
"Kondisi terkini titik api dan asap masih ada, saat ini tim satgas masih melakukan pemadaman dan pendinginan dilokasi terbakar sulitnya sumber air dan asap tebal," jelas Erzan.
Ia mengatakan, kondisi kebakaran lahan di saat masyarakat muslim sedang melaksanakan hari raya Idul Fitri, sehingga kondisinya makin parah dan juga membuat masyarakat menjadi resah. Karena api terus membesar, akibat tiupan angin cukup kencang.
"Kami berharap agar dalam waktu dekat ini terjadi hujan, sehingga api dapat segera padam. Jika tidak ada bantuan hujan dari langit, maka api akan terbit berkembang dan sulit dipadamkan," jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Rupat AKP Faisal juga mengatakan, tim pemadam yang melakukan kegiatan pendinginan pada, Jum'at (27/3/2026) sekitar pukul 09:00 WIB telah dilaksanakan pemadaman dan pendinginan lanjutan Karhutla di wilayah Kecamatan Rupat.
Ia menyebutkan, lokasi kebakaran di Jalan Meranti Kelurahan Pergam, Jalan Parit Jawa dusun sungai mesim 2 RT 004 RW 002 dan di Jalan Sukajadi Desa Sukarjo Mesim tembus hingga jalan perjuangan Desa Kebumen Kecamatan Rupat Bengkalis.
"Sampai saat ini terdapat 21 hit spot kuning dan total jumlah Hotspot yang terpantau di aplikasi DLK sebanyak 20 Titik Hotspot. Kondisi terakhir untuk lokasi di kelurajan Pergam titik api sudah padam namun asap masih banyak muncul yang berpotensi akan menghidupkan api kembali dikarenakan cuaca panas terik, angin kencang puting beliung sehingga menyulitkan pemadaman dan dalam 1 bulan tidak ada turun hujan," jelasnya.
Ia menyebutkan, saat ini di beberapa lokasi Desa Kebumen dan lecah titik api sudah padam namun asap masih banyak muncul yang berpotensi akan menghidupkan api kembali dikarenakan cuaca panas terik, angin kencang puting beliung sehingga menyulitkan pemadaman sudah Lebih 1 bulan tidak turun hujan, selain itu cuaca sangat panas terik disertai angin puting beliung yg berhembus kencang.
Sedangkan untuk kondisi air dibeberapa lokasi Karhutla di jalan Meranti kelurahan Pergam sangat minim dan sulit, dikarenakan terbatasnya sumber air yang ada dikanal dan embung, sedangkan untuk di wilayah jalan perjuangan desa kebumen air di dalam kanal ketersedian air mencukupi utk pemadaman.
Kapolsek Rupat menyebutkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dan kerjasama dengan seluruh Stakeholder terkait untik melakukan penambahan personel pemadaman Karhutla antara lain MPA Kecamatan Rupat, dan masyarakat pemilik kebun guna mempercepat pemadaman dan pendinginan Karhutla di Kecamatan Rupat.
"Kami juga telah melakukan pelebaran kanal, pembuatan embung dan penyekatan api dengan menggunakan 1 Unit alat berat milik masyarakat. Upaya pemantauan lokasi akan terus dilakukan guna mencegah terjadinya kebakaran lanjutan dan meluas ke lokasi lain yang berada dalam satu hamparan atau di lokasi lain yg rawan Karhutlah," jelasnya.(ksm)
Editor : Eka G Putra