Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Hari Ini, Puncak Arus Balik Gelombang Kedua

Tim Redaksi • Minggu, 29 Maret 2026 | 14:37 WIB

Aktivitas penumpang arus balik yang berangkat ke Kepulauan Riau di Pelabuhan Pelindo Tembilahan, Sabtu (28/3/2026).
Aktivitas penumpang arus balik yang berangkat ke Kepulauan Riau di Pelabuhan Pelindo Tembilahan, Sabtu (28/3/2026).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Arus balik jalur darat Idulfitri 1447 H di Kota Pekanbaru mulai menunjukkan peningkatan signifikan, baik untuk rute menuju Pulau Jawa maupun ke Sumatera Utara. Arus balik lainnya, dari arah Sumatera Barat ke Pekanbaru juga meningkat tajam di akhir pekan ini. Diperkirakan Ahad malam (29/3) akan menjadi arus balik gelombang kedua terpadat karena Senin (30/3), anak sekolah akan masuk. Puncak arus balik gelombang pertama terjadi pada 24 Maret 2026 lalu setelah PNS dan pegawai lainnya masuk kantor.

Pada arus balik gelombang kedua ini, terjadi peningkatan penumpang dari Tembilahan ke Batam, pelabuhan Roro Bengkalis, dan pelabuhan Selatpanjang. Selain arus mudik, tradisi Cengbeng di Meranti juga menyebabkan tambahan arus lalu lalang penumpang. Lonjakan penumpang ini sudah terlihat sejak 24-25 Maret dan diprediksi akan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang kedua pada akhir pekan ini.

Kepala Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru, Bambang Armanto, mengatakan bahwa untuk keberangkatan ke Pulau Jawa, tiket dari sejumlah perusahaan otobus (PO) bahkan telah habis terjual hingga 1 April mendatang.

“Untuk ke Pulau Jawa, tiket sudah habis sampai tanggal 1 April. Sementara untuk rute ke Sumatera Utara juga mulai mengalami peningkatan jumlah penumpang,” ujar Bambang, Sabtu (28/3).

Ia menjelaskan, arus balik tahun ini diperkirakan terbagi dalam dua sesi. Gelombang pertama terjadi saat aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja mulai kembali masuk kerja. Sementara gelombang kedua diprediksi berlangsung menjelang akhir Maret, seiring dimulainya kembali aktivitas sekolah.

“Terlihat sejak tanggal 24-25 Maret kemarin sudah ada peningkatan. Dan untuk tanggal 28 Maret diperkirakan menjadi puncak sesi kedua karena anak-anak sudah mulai masuk sekolah,” jelasnya.

Selain itu, dalam beberapa malam terakhir, peningkatan penumpang juga terjadi pada rute jarak jauh, baik dari Pekanbaru menuju Pulau Jawa maupun ke Sumatera Utara. Menghadapi kondisi tersebut, Bambang mengimbau para pengemudi bus untuk tetap menjaga kondisi fisik selama perjalanan, mengingat tingginya tingkat kepadatan lalu lintas pada masa arus balik.

“Kami mengingatkan kepada para driver agar memastikan kondisi tubuh tetap fit. Istirahat yang cukup sangat penting. Jika merasa mengantuk, jangan dipaksakan. Lebih baik berhenti atau digantikan,” tegasnya.

Tak hanya kepada pengemudi, pihak terminal juga mengingatkan para penumpang agar membeli tiket secara resmi di terminal guna menghindari penipuan. Penumpang juga diimbau untuk naik dan turun di terminal agar lebih terjamin dari sisi keamanan dan pelayanan.

“Kalau ada masalah, kami sebagai pengelola terminal siap memberikan pelayanan. Untuk pembelian tiket online, masyarakat juga harus berhati-hati, pastikan tiket dan PO-nya benar-benar ada,” tutup Bambang.

Dengan meningkatnya arus balik ini, diharapkan seluruh pihak, baik pengemudi maupun penumpang, dapat tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan.

Kepadatan Terpantau hingga Tol Bangkinang

Arus balik kendaraan dari arah Sumatera Barat menuju Provinsi Riau yang melintasi wilayah Kabupaten Kampar terpantau mengalami peningkatan volume kendaraan pada Sabtu (29/3). Meskipun terjadi kepadatan di sejumlah titik, kondisi lalu lintas secara umum masih terpantau padat namun tetap lancar.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kampar Aidil melalui Kepala Bidang Lalu Lintas Edi Yusri menyampaikan bahwa peningkatan arus kendaraan ini merupakan bagian dari arus balik masyarakat setelah masa libur sekolah yang segera berakhir.

“Arus balik dari arah Sumbar menuju Riau yang melintasi wilayah Kabupaten Kampar terpantau padat namun tetap lancar. Kepadatan kendaraan didominasi kendaraan pribadi dan angkutan penumpang,” jelas Edi Yusri.

Ia menambahkan, peningkatan volume kendaraan sudah terlihat sejak pagi hari dan diperkirakan terus meningkat hingga malam hari. Berdasarkan pantauan petugas di lapangan, arus kendaraan masih bergerak stabil meskipun terjadi antrean di beberapa titik rawan kepadatan.

Menurutnya, salah satu penyebab meningkatnya arus kendaraan adalah berakhirnya masa libur sekolah pada Ahad (29/3). Masyarakat yang sebelumnya bepergian ke luar daerah mulai kembali ke Riau untuk mempersiapkan aktivitas sekolah dan pekerjaan pada awal pekan.

“Kami memperkirakan puncak arus balik akan terjadi pada Ahad malam. Oleh karena itu, petugas telah disiagakan di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi kemacetan serta memastikan kelancaran arus lalu lintas,” ujarnya.

Selain arus kendaraan dari arah Sumbar menuju Riau, Dishub Kampar juga mencatat peningkatan aktivitas kendaraan dari arah Riau menuju Sumbar. Meski volume kendaraan meningkat, kondisi lalu lintas di jalur tersebut masih terpantau ramai namun tetap terkendali.

Petugas Dinas Perhubungan bersama aparat kepolisian terus melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas guna menjaga kelancaran arus kendaraan serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jalan.

Masyarakat yang melintas di jalur lintas Sumbar–Riau juga diimbau untuk tetap berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan, terutama pada malam hari yang berpotensi terjadi peningkatan volume kendaraan secara signifikan.

Selain itu, kepadatan kendaraan juga terpantau mengarah ke pintu Tol Bangkinang seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dalam rangka perayaan Hari Raya Enam di Kecamatan Bangkinang. Kemacetan dilaporkan terjadi hingga kawasan jembatan penghubung Bangkinang–Petapahan.

Dampak Cengbeng di Meranti Belum Surut

Arus penumpang angkutan laut di Pelabuhan Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, hingga H+7 Idulfitri 1447 H juga masih menunjukkan angka tinggi. Kondisi ini dipicu momentum perayaan Cengbeng atau tradisi ziarah kubur masyarakat Tionghoa yang turut mendongkrak mobilitas penumpang di Pelabuhan Tanjung Harapan.

Berdasarkan rekapitulasi data KSOP Kelas IV Selatpanjang, lonjakan signifikan mulai terlihat sejak H+2. Pada periode tersebut, jumlah penumpang tercatat mencapai 5.799 orang, terdiri dari 2.109 penumpang turun dan 3.003 penumpang berangkat.

Tren peningkatan bahkan berlanjut pada hari-hari berikutnya. Pada H+3 jumlah penumpang mencapai 6.418 orang, disusul H+4 sebanyak 5.770 orang, H+5 sebanyak 6.450 orang, dan puncaknya di H+6 tembus 6.966 penumpang.

Kepala KSOP Kelas IV Selatpanjang, Derita Adi Prasetyo, menjelaskan bahwa tingginya arus penumpang usai Idulfitri 1447 H tahun ini tidak hanya dipengaruhi arus balik, tetapi juga beririsan dengan perayaan Cengbeng.

“Memang biasanya setelah H+2 arus balik mulai landai, namun tahun ini masih tinggi. Salah satu faktor utamanya adalah adanya momentum Cengbeng, sehingga mobilitas masyarakat, khususnya warga Tionghoa, tetap meningkat,” ujarnya, Sabtu (28/3).

Ia menambahkan, Kepulauan Meranti yang memiliki komunitas Tionghoa cukup besar menjadi salah satu tujuan utama perjalanan dalam periode ini. Banyak penumpang datang untuk melakukan ziarah kubur keluarga, sementara sebagian lainnya kembali ke daerah asal setelah merayakan Idulfitri.

Dari hasil pemantauan di Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang, aktivitas penumpang terpantau masih ramai, terutama pada jam keberangkatan pagi hingga siang hari. Antrean calon penumpang terlihat terjadi di ruang tunggu dan area check-in, namun tetap dalam kondisi tertib.

Petugas gabungan dari KSOP bersama instansi terkait juga terlihat aktif melakukan pengawasan, mulai dari pemeriksaan tiket, pengaturan alur naik-turun penumpang, hingga memastikan kapasitas kapal tidak melebihi batas. Selain itu, aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Pemeriksaan kelayakan kapal, alat keselamatan seperti jaket pelampung, serta manifest penumpang dilakukan secara ketat sebelum kapal diberangkatkan.

“Pengawasan di lapangan kami perketat, khususnya di titik-titik padat seperti Pelabuhan Tanjung Harapan. Kami pastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur keselamatan,” tambah Derita.

Meski terjadi lonjakan, pihak KSOP memastikan operasional pelayaran berjalan lancar dan terkendali. Pengawasan terhadap keselamatan pelayaran serta kapasitas kapal terus diperketat untuk mengantisipasi kepadatan penumpang.

“Secara umum kondisi masih aman dan terkendali. Kami tetap mengoptimalkan pengawasan agar pelayanan kepada masyarakat berjalan baik,” tutupnya.

Arus Balik di Bengkalis Masih Padat

Kondisi arus balik pada H+7 hari raya Idul Fitri dm1447 H di pulau Bengkalis masih terpantau ramai. Terutama di dermaga penyeberangan Roro Bengkalis dan pelabuhan Bandar Sri Laksamana Bengkalis, Sabtu (28/3). Aktivitas keberangkatan dan kedatangan penumpang di pelabuhan domestik antar provinsi terus berlangsung dengan intensitas tinggi, menjelang puncak arus balik bersamaan masuk sekolah.

Sedangkan di Dermaga Air Putih Bengkalis, sepeda motor masih mendominasi antrean. Sedangkan kendaraan roda empat terlihat sepi, karena keberangkatan kendaraan sudah menyesuaikan jam keberangkatan. Sehingga antrean tidak terlihat ramai, karena sudah disesuaikan dengan kapasitas muatan kapal roro.

Sementara di Dermaga Roro Sungai Selari-Pakning, malah sepi dari antrean kendaraan. Bahkan tidak ada kendaraan roda empat yang terparkir di jalur antrean, karena begitu kapal bersandar di dermaga langsung memuat kendaraan yang akan berangkat.

Kepala UPT Pelabuhan Bandar Sri Laksamana Bengkalis, Hermansyah, mengatakan kepadatan penumpang masih terjadi dan dilayani sejumlah armada kapal. Rute pelayaran meliputi Dumai, Selatpanjang, Tanjung Balai Karimun, hingga Batam.

“Untuk hari ini (Sabtu) masih dilayani lima kapal dari Dumai menuju Selatpanjang, Tanjung Balai Karimun dan Batam. Kepadatan penumpang masih terjadi seperti beberapa hari sebelumnya,” jelasnya.

Ia menjelaskan, jadwal keberangkatan kapal masih sama seperti saat kapal arus mudik, di mana diberangkatkan lebih awal baik dari Dumai maupun Batam guna mengantisipasi gangguan penumpang.

Sementara itu, data penumpang pada trayek pagi mencatat MV Dumai Line naik 104 orang, MV Dumai Line 11 naik 19 orang dan turun 10 orang, MV Batam Jet 9 naik 153 orang dan turun 13 orang, MV Safir Dumai naik 65 orang dan turun 17 orang, serta Dumai Line 12 naik 44 orang dan turun 23 orang. Untuk trayek siang, Batam Jet 8 tercatat mengangkut 24 penumpang naik dan 68 penumpang turun.

Sedangkan Kepala Dishub Bengkalis, Ardiansyah juga menjelaskan, bahwa penerapan tiket online benar-benar mampu mengurai antrean di dermaga Roro. Ini sebagai bagian dari proses digitalisasi layanan transportasi yang dikelola oleh Dishub Bengkalis.

“Ya, kami masih membuka layanan tiket online ini sampai Senin (1/4). Apabila arus kendaraan sudah normal, maka akan kita akan hentikan sementara,” jelas Ardiansyah.

Ia menambahkan, penerapan sistem ini bertujuan untuk melihat respons masyarakat terhadap perubahan dari sistem manual ke digital. Dari hasil pantauan dan evaluasinya, respons masyarakat cukup positif terhadap aplikasi ini.

Ke depan, kata Ardiansyah, sistem tiket online tetap akan digunakan, meskipun tidak hanya pada momen Lebaran atau Natal dan Tahun Baru. Namun, pihaknya akan melakukan sejumlah penyempurnaan terlebih dahulu.

“Aplikasi ini akan tetap berjalan, tetapi kami akan melakukan perbaikan dari sisi sistem maupun kondisi di lapangan. Penyempurnaan ini berdasarkan hasil evaluasi serta masukan dari pengguna jasa,” jelasnya.

Ia mengatakan, untuk arus balik H+6 masih normal dan tidak ada gejolak peningkatan. Karena suasana akhir pekan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bersilaturahmi Idulfitri ke sanak keluarga mereka, sehingga antrean di dermaga roro sudah makin sepi.(dof/kom/wir/ksm/*2/dac/muh)

Editor : Bayu Saputra
#arus balik #libur idul fitri #macet