Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Disematkan Pahlawan Lingkungan, Anak Diberi Beasiswa. Muharmizan, Meninggal Dunia usai Padamkan Karhutla di Bengkalis

Monang Lubis • Rabu, 1 April 2026 | 08:00 WIB
Muharmizan (kiri) bersama personel Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak saat memadamkan karhutla semasa hidupnya. Foto inset Muharmizan. Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak UNTUK RIAU POS
Muharmizan (kiri) bersama personel Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak saat memadamkan karhutla semasa hidupnya. Foto inset Muharmizan. Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak UNTUK RIAU POS

 

Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak, Muharmizan, meninggal dunia beberapa jam usai melakukan tugas rutin memadamkan api yang membakar lahan di Desa Palkun, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Senin (31/3).

PADA Ahad (29/3) sekitar pukul 08.30 WIB, Muharmizan bersama tim berangkat menuju Desa Palkun untuk memadamkan api yang membara. Luasnya karhutla membuat proses pemadaman tak selesai satu hari. Pemadaman berlanjut, Senin (30/3) pukul 07.30 WIB hingga pukul 17.30 WIB. 

“Pukul 17.30 WIB, kegiatan pemadaman selesai, dilanjutkan dengan berkemas dan kembali ke aula desa untuk beristirahat,” cerita Kadaops Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak Ihsan Abdilah. 

Baca Juga: Mobil Dinas Wakil Ketua DPRD Bengkalis Alami Kecelakaan

Sekitar pukul 19.30 WIB, Muharmizan makan bersama tim. Sekitar pukul 19.40 WIB, almarhum tiba-tiba terjatuh saat sedang duduk. “Tim berupaya memberikan pertolongan dan berencana membawa ke RSUD, namun petugas puskesmas yang dipanggil menyatakan almarhum telah meninggal dunia,” terang Ihsan.

Selanjutnya, Muharmizan dibawa menggunakan ambulans dari Desa Palkun menuju rumah duka di Sabak Auh, Kabupaten Siak. Ihsan Abdilah mengikuti prosesi pemakaman yang dihadiri Kapolda Riau Irjen Pol Dr Herry Heryawan SIK MH MHum, Selasa (31/3) siang.

Disebutkan Ihsan, Kapolda datang sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada Muharmizan yang menurut Kapolda sebagai pahlawan lingkungan. Muharmizan tinggal di Sabak Auh, Kabupaten Siak. “Sebelumnya, Muharmizan sehat, tidak ada penyakit apa apa,” kata Ihsan. 

Ihsan tidak tahu penyebab meninggalnya Muharmizan, apakah karena jantung atau ada hal lain. Dijelaskan Ihsan, sebagai bentuk penghargaan, anaknya mendapat beasiswa dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) sampai tamat SMA. “Kami juga dari Kemenhut dan UPT Kemenhut memberikan saguhati bagi keluarga yang ditinggalkan,” jelas Ihsan.

Ihsan mengatakan, Menggala Agni berduka, dan kehilangan sosok yang memiliki semangat dalam mengatasi serta mencegah terjadinya karhutla. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto turut menyampaikan duka mendalam. Kepergian almarhum menjadi duka mendalam bagi seluruh satgas yang saat ini sedang bekerja keras menjaga langit Riau dari kepungan asap.

“Innalillahi wa innailaihi raji’un. Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas gugurnya saudara kita, Muharmizan. Beliau adalah pahlawan lingkungan yang gugur dalam tugas mulia demi menjaga daerah kita dari bencana karhutla,” ujarnya.

SF Hariyanto juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi almarhum dan seluruh petugas yang terus berjibaku di lokasi kebakaran meski dalam kondisi cuaca ekstrem. “Pengabdian beliau hingga akhir hayat adalah bukti nyata dedikasi tanpa batas,’’ ujarnya. 

‘’Kami sangat mengapresiasi keberanian seluruh personel di lapangan. Saya menginstruksikan kepada instansi terkait untuk memastikan seluruh hak almarhum terpenuhi dan memberikan dukungan penuh bagi keluarga yang ditinggalkan,” tambahnya.

Baca Juga: 451 JCH Kampar Siap Berangkat Haji 2026, Manasik Kabupaten Digelar 5 April

Dalam kesempatan tersebut, Plt Gubri juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh personel yang tergabung dalam Satgas Karhutla lainnya atas dedikasi luar biasa dalam menjaga ruang udara Riau dari ancaman asap.

SF Hariyanto menegaskan, kerja keras tim di lapangan, bahkan selama masa libur Idulfitri dan cuti bersama Idulfitri 1447 Hijriah, menjadi faktor penentu terkendalinya titik api di beberapa lokasi rawan. Kehadiran fisik petugas di tengah cuaca ekstrem menunjukkan komitmen tinggi dalam menjalankan amanah negara demi keselamatan masyarakat luas.

Apresiasi tersebut ditujukan kepada berbagai elemen yang terlibat aktif, mulai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, serta Kementerian Kehutanan. Tak lupa, ia juga memuji keberanian pasukan Manggala Agni, BPBD provinsi dan kabupaten/kota, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta pemangku kepentingan lainnya yang menjadi garda terdepan di area gambut.

Guna memperkuat kekuatan di lapangan, SF Hariyanto mengungkapkan Pemprov Riau telah bergerak cepat mengajukan bantuan tambahan ke pemerintah pusat. Dukungan ini sangat krusial mengingat keterbatasan armada daerah dalam menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat, terutama di wilayah pesisir.

“Kita sudah berkoordinasi dan meminta bantuan dari pusat, terutama untuk pengadaan armada water bombing dan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Alhamdulillah, dukungan tersebut langsung direspon cepat dan saat ini bantuan sudah mulai bekerja secara maksimal di wilayah Riau,” tambahnya.

Efektivitas penanganan Karhutla kali ini juga didukung oleh keberhasilan operasi hujan buatan. Melalui skema OMC yang dilaksanakan bersama BMKG dan BNPB, curah hujan di beberapa wilayah terdampak mulai meningkat. Hal ini sangat membantu proses pendinginan lahan usai pemadaman darat guna mencegah api kembali muncul dari bawah permukaan gambut.

Plt Gubernur Riau berharap sinergitas lintas instansi ini tetap terjaga hingga status siaga darurat berakhir. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat adalah kunci utama dalam mewujudkan Riau bebas asap tahun 2026.(das)

 

 

Laporan MONANG LUBIS dan SOLEH SAPUTRA, Siak Sriindrapura dan Pekanbaru

Editor : Bayu Saputra
#Muharmizan manggala agni siak #karhutla #kabut Asap #karhutla riau