Bengkalis Mulai Diselimuti Asap

Abu Kasim • Dipublikasikan Jumat, 3 April 2026 | 12:06 WIB
Petugas gabungan bersama masyarakat memadamkan api yang membakar lahan masyarakat di Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Rabu (1/4/2026). BPBD BENGKALIS UNTUK RIAU POS
Petugas gabungan bersama masyarakat memadamkan api yang membakar lahan masyarakat di Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Rabu (1/4/2026). BPBD BENGKALIS UNTUK RIAU POS

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Cuaca di Pulau Bengkalis cukup ekstrem dan sudah satu bulan lebih tak kunjung turun hujan. Kondisi ini juga memperparah karhutla di lahan kebun milik warga di Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan dan Desa Pelkun Kecamatan Bengkalis, Kamis (2/4). Akibatnya langit di Bengkalis sudah mulai ditutupi kabut asap tipis.

Karhutla Desa Teluk Lancar sudah berlangsung selama sepekan dan saat ini kondisinya makin meluas menghanguskan belasan hektare kebun sawit warga. Tim gabungan terus berjibaku memadamkan api. Namun, sejauh ini belum nampak tanda-tanda api bakal padam secara menyeluruh. 

Kondisi ini diperparah karena lokasi kebakaran merupakan tanah gambut yang sudah kering karena sudah lama tidak turun hujan. Yandi, seorang 

warga Desa Teluk Lancar meminta Pemkab Bengkalis  menurunkan alat berat untuk membuat parit agar kebakaran tidak semakin luas.

Menurutnya,  saat ini api sudah mendekati perkampungan yang membuat warga semakin khawatir atas keselamatan keluarga dan rumah mereka. Jika ini tidak diantisipasi segera maka dapat menyebabkan kebakaran rumah warga setempat.

Baca Juga: Kota Bengkalis Mulai Diselimuti Asap, Karhutla di Teluk Lancar Makin Meluas

Yandi mengatakan, masyarakat Desa Teluk Lancar sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah berjibaku membantu pemadaman. “Ya, sebaiknya Pemkab Bengkalis menurunkan alat berat membuat parit untuk mencegah meluasnya kebakaran,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Bantan Iptu Iskandar ketika dikonfirmasi mengakui pihaknya masih kesulitan memadamkan api. Bahkan petugas secara beramai-ramai memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Iskandar mengaku, korban api sudah mendekati perkampungan masyarakat. Namun, belum ada permintaan alat berat dari warga. “Kita dahulukan pemadaman api yang mengarah ke perkampungan agar tidak menjalar ke rumah warga,” jelasnya.

Iskandar juga mengaku, belum mendapat informasi adanya permintaan alat berat dari warga. Namun demikian, pihaknya sangat mendukung permintaan tersebut. “Jika ada permintaan sampaikan saja, biar kita koordinasikan dengan instansi terkait,” jelasnya.

Menurut Iskandar, sudah sebulan ini tidak turun hujan di kawasan tersebut  dan membuat petugas kesulitan memadamkan api. “Di desa lain turun hujan, di Desa Teluk Lancar tak ada hujan. Jadi areal yang sudah padam, tiba-tiba muncul lagi titik api,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis, Salman melalui Manajer Pusdalps-PB BPBD Bengkalis Erzansyah mengatakan, saat ini di empat kecamatan masih dilakukan pemadaman yakni Kecamatan Rupat, Bengkalis, Rupat Utara, dan Bantan.

“Sampai saat ini api masih melalap lahan gambut dan dari pekan lalu luas lahan yang terbakar hanya 105,3 hektare, sekarang bertambah menjadi 132 hektare lebih di empat kecamatan,” ujar Erzansyah, Kamis (2/4) sore.

“Kami berharap hanya hujan yang bisa memadamkan api. Karena kondisi lahan kering, api dengan mudah membesar. Meski saat ini ada hujan di pulau, tapi tak merata dan intensitasnya sangat rendah,” tambahnya.

Baca Juga: 206 Titik Panas Tersebar di 6 Daerah Riau, Anggota BPBD Serangan Jantung usai Padamkan Karhutla

11 Ton Garam Disemai

Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga saat ini terus menggesa pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau. Kegiatan OMC tahap dua ini sudah dimulai sejak 28 Maret lalu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Jim Gafur mengatakan, OMC dilakukan sebagai upaya untuk menciptakan hujan buatan guna membahasi lahan terutama lahan gambut di Riau. 

“OMC di Riau sudah dilakukan sejak 28 Maret hingga 1 April. Total garam yang sudah disemai sebanyak 11 ton,” katanya, Kamis (2/4).  “OMC di fokuskan di daerah pesisir timur Riau. Yakni di wilayah Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan, dan Dumai,” tambahnya.

Selain adanya pesawat OMC, saat ini di Riau juga sudah terdapat satu unit helikopter untuk kegiatan water bombing. Pihaknya juga sedang mengajukan untuk penambahan helikopter water bombing karena luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus bertambah.

“Kami sudah mengajukan kembali untuk helikopter water bombing, saat ini sedang di proses karena untuk helikopter water bombing itu perizinannya cukup panjang,” paparnya. 

Sementara itu, hingga saat ini pihaknya mendapatkan laporan masih ada tiga lokasi di Riau yang terjadi karhutla. Tiga lokasi tersebut berada di dua kabupaten yakni Bengkalis dan Pelalawan. Di Bengkalis masih terjadi di Pulau Bengkalis, dan Pulau Rupat. Sedangkan di Pelalawan ada di Teluk Meranti, Pelalawan. 

Tim gabungan saat ini masih melakukan upaya pemadaman. “Karhutla dilaporkan masih terjadi di tiga lokasi di Riau, yakni di Bengkalis dua titik dan Pelalawan satu titik. Upaya pemadaman masih terus dilakukan,” katanya.(ksm/sol)

Editor : Bayu Saputra
bengkalis asap karhutla kabut Asap karhutla riau karhutla bengkalis