Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Antisipasi Potensi El Nino Super, Kapolda Riau Tingkatkan Pencegahan hingga Penanganan Karhutla

Afiat Ananda • Sabtu, 4 April 2026 - 06:16 WIB
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan (dua kanan) bersama Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian (kanan) dan Guru Besar IPB bidang perlindungan hutan, Prof Bambang Hero Suharjo, saat berada di lokasi Karhutla di Bengkalis, Jumat (3/4/2026).(Polda Riau)
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan (dua kanan) bersama Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian (kanan) dan Guru Besar IPB bidang perlindungan hutan, Prof Bambang Hero Suharjo, saat berada di lokasi Karhutla di Bengkalis, Jumat (3/4/2026).(Polda Riau)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Irjen Pol Herry Heryawan turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bengkalis, Jumat (3/4/2026). Dalam kesemlatan itu, Irjen Herry turut menggandeng Guru Besar IPB bidang perlindungan hutan, Prof Bambang Hero Suharjo.

Selain meninjau situasi dan memastikan penanganan karhutla maksimal, Irjen Herry juga turut meminta masukan kepada Prof Bambang. Dimana, Prof Bambang mengingatkan bahwa ancaman karhutla ke depan berpotensi semakin serius seiring prediksi fenomena El Nino yang menguat.

Menurut Bambang, apa yang terjadi saat ini merupakan bagian dari prediksi ilmiah yang sudah lama disampaikan para ahli terkait perubahan iklim global.

Baca Juga: Orang Tua Jadi Tersangka, Bayi Telantar di Balam Jaya Diserahkan ke Keluarga

Ia menyebut, peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang diperkirakan mencapai sekitar 2,7 derajat Celsius menjadi indikator kuat munculnya El Nino kategori ekstrem atau yang ia sebut sebagai “El Nino Super”.

“Ini bukan lagi sekadar prediksi, tapi sudah mulai menjadi kenyataan. Kondisinya bahkan bisa menyerupai kejadian tahun 1997–1998, di mana kebakaran meluas hingga jutaan hektare,” kata Prof Bambang.

Ia menjelaskan, dampak El Nino akan menyebabkan kondisi lahan semakin kering dan rentan terbakar. Jika tidak diantisipasi sejak dini, kebakaran bisa meluas dengan cepat dan sulit dikendalikan.

Baca Juga: Anak Empat Tahun Diduga Hanyut di Sungai Kuantan, Bupati Kuansing Instruksikan Pencarian Intensif

Dalam peninjauan tersebut, Bambang juga mengamati kondisi lapangan, termasuk tinggi muka air di kanal dan parit yang mulai menunjukkan penurunan menuju batas kritis. Hal ini menjadi indikator awal meningkatnya risiko karhutla.

Selain ancaman api, ia menyoroti bahaya asap yang ditimbulkan. Menurutnya, asap kebakaran mengandung puluhan jenis gas berbahaya, di antaranya hidrogen sianida yang dapat memicu gangguan kesehatan serius bahkan kematian.

“Jangan hanya melihat asap sebagai gangguan biasa. Di dalamnya ada banyak zat berbahaya yang bisa berdampak jangka panjang bagi kesehatan,” tegasnya.

Bambang menekankan pentingnya langkah cepat dan kolaboratif dalam pencegahan. Ia mengingatkan agar semua pihak tidak menunggu hingga kondisi memburuk.

“Tindakan paling penting adalah deteksi dini dan respon cepat. Begitu ada indikasi kebakaran, segera laporkan. Ini tanggung jawab bersama, karena dampaknya dirasakan semua,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan komitmen jajaran kepolisian dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di wilayah Riau, termasuk melalui patroli intensif dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

Baca Juga: PSPS Pekanbaru Bungkam Sriwijaya 4-0 di Babak Pertama

Kegiatan pengecekan lapangan ini menjadi bagian dari langkah antisipatif menghadapi potensi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.(nda)

 

Editor : Edwar Yaman
#karhutla #kapolda riau #el nino