Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Komisi V Minta Sekda dan Plt Gubri Realisasikan Sisa Bonus Prestasi PON 2024

Denny Andrian • Selasa, 14 April 2026 | 20:00 WIB
Sekretaris Komisi V DPRD Riau Robin Hutagalung berbicara dalam RDP yang dihadiri Dispora, KONI Riau, dan Pengprov Cabang Olahraga di Ruang Rapat Komisi V, Selasa (14/4/2026). HUMAS PABERSI RIAU UNNTUK RIAU POS.CO
Sekretaris Komisi V DPRD Riau Robin Hutagalung berbicara dalam RDP yang dihadiri Dispora, KONI Riau, dan Pengprov Cabang Olahraga di Ruang Rapat Komisi V, Selasa (14/4/2026). HUMAS PABERSI RIAU UNNTUK RIAU POS.CO

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Upaya pelatih dan atlet Riau yang berprestasi di PON Aceh-Sumut 2024 mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk mencairkan sisa bonus yang dijanjikan didengar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau. Selasa (14/4/2026), Komisi V DPRD Riau memanggil Pemprov Riau dalam hal ini diwakili Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Riau untuk menghadiri rapat dengar pendapat (RDP).

Dalam RDP ini, Komisi V meminta penjelasan kepada Dispora Riau terkait belum dicairkannya sisa bonus prestasi PON 2024. Kita bicarakan soal bonus, baik Peparnas (Pekan Paralimpik Nasional) muapun PON. Itu kan dari penjelasan (dari Dispora Riau saat RDP) sudah teranggarkan di APBD murni.  Tapi kan Kadispora (Kepala Dispora Riau Yurnalis Basri, red) belum bisa menjawab kapan direalisasi," ujarnya Sekretaris Komisi V DPRD Riau Robin Hutagalung usai RDP, Selasa (14/4/2026). 

Menanggapi hal ini, Kadispora Riau Yurnalis Basri mengatakan, anggaran bonus atlet dan pelatih PON 2024 sudah masuk dalam anggaran tahun 2026 ini. Saat ini, bonus yang dijanjikan itu hanya tinggal menunggu waktu kapan akan dibayarkan Pemprov Riau. 

Baca Juga: Pelatih dan Atlet Desak Kembali Pemprov Riau Cairkan Sisa Bonus Prestasi PON 2024

Pasalnya, untuk pembayaran bonus tersebut dirinya tidak bisa memutuskan sendiri. "Kita dari sisi pemerintah kan sudah masukkan di APBD murni 2026 itu Rp28,09 miliar. Persoalannya ini kan masalah waktu kapan dibayarkan," ujarnya usai RDP dengan Komisi V DPRD Riau, Selasa (14/4).

Dikatakannya, permasalahan utama saat ini adalah kondisi keuangan Pemprov Riau. Turunnya nilai APBD Riau tahun 2026 sangat berpengaruh pada penggunaan anggaran. "Nah, nanti setelah ini kami dari Dispora tentu akan lapor kepada Pak Sekda. Kira-kira kapan bisa bonus ini diselesaikan," katanya. 

Sebelum RDP ini, beberapa pelatih Riau yang berprestasi di PON lalu menemui pengurus KONI Riau meminta agar memjembatani persoalan ini ke Dispora Riau. Pelatih angkat berat Riau Deriswan mengatakan, dalam pertemuan itu didapatkan informasi sisa bonus PON baru akan dicairkan pada September 2026.

Baca Juga: Atlet Sepatu Roda Rokan Hilir Borong 20 Medali di Ajang Pekopi 2026

"Informasi yang kami dapatkan BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) akan membayarkan bonus PON bulan September. Kami ke KONI Riau ingin mempertanyakan ini (bonus) ke Dispora, tapi kami minta didampingi oleh orang KONI karena waktu audiensi dengan Kadispora yanglama yakni Erisman Yahya, dijanjikan paling lama April dicairkan. Sampai sekarang belum juga cair," jelasnya.

"Malah kami dapat informasi, Dispora sudah menyurati BPKAD supaya pembayaran bonus ini dibayarkan April. Tapi belum ada kejelasan dan jawabannya. Setelah pertemuan, saya juga sempat ketemu Sekretaris KONI Riau (Edi Satria) dan menceritakan maksud kami. Beliau berjanji akan berkoordinasi dengan BPKAD nantinya," tambahnya. 

Desakan akan bonus segera dicairkan juga diutarakan pelatih Ahmad Markos yang sukses membawa senam Riau menjadi juara umum di PON Aceh-Sumut 2024. "Kami minta sisa bonus yang dijanjikan dicairkan tahun ini segera ditepati. Ini sudah masuk April tapi belum juga ada kejelasan," ujarnya. 

Baca Juga: BRI Serahkan Ambulans dan 3.000 Paket Sembako di HUT Ke-80 TNI AU

Dijelaskan Markos, tak hanya dirinya, pelatih lain beserta atlet sangat berharap bonus tahap II ini segera dicairkan. Apalagi kondisi ekonomi yang serba sulit saat ini. "Rata-rata pelatih tak punya penghasilan tetap karena fokus melatih. Jadi, bonus inilah yang menjadi harapan dengan kondisi saat ini," ujarnya.

Ditegaskan Markos, atlet dan pelatih  telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan masa depan demi prestasi daerah. "Ini soal penghargaan. Kami ini berjuang membawa nama Riau, tapi diperlakukan seperti tidak ada," ujarnya.

Markos mengaku mulai kehilangan kepercayaan terhadap komitmen pemerintah. "Kami diminta berprestasi saat akan bertanding. Tapi setelah menang, kami seolah ditinggal. Ini yang membuat banyak atlet berpikir ulang untuk bertahan," ujarnya.

Baca Juga: WFH Pemkab Meranti Mulai Berlaku Jumat Pekan ini, ASN Diatur Maksimal 50 Persen

Ditegaskan Markos, jika dalam waktu dekat tidak ada kejelasan, para pelatih dan atlet siap membawa persoalan ini ke tingkat pusat. "Kalau memang dananya sudah ada tapi tidak dibayarkan, kami akan cari jalan lain. Bisa saja kami sampaikan ke Kementerian Keuangan," katanya.

Desakan juga disampaikan pelatih anggar Riau Zulkifli. "Kami minta sisa bonus PON segera dicairkan. Masak pemerintah tidak prihatin dengan kami yang sudah menunggu begitu lama," ujarnya. 

Senada diungkapkan atlet anggar Riau peraih emas PON 2024 M Fajri. "Kami minta kebijaksanaan pejabat di Riau, perhatikan nasib kamu ini," ujarnya. 

Baca Juga: Satu Bandar Besar Sabu Masuk DPO dan Dua Berhasil Dibekuk Polsek Mandau

Dikerahui, Pemprov Riau sebelumnya telah menyalurkan bonus tahap pertama sebesar Rp10,33 miliar kepada 256 atlet, pelatih, dan ofisial. Rinciannya, 163 penerima melalui Bank Riau Kepri Syariah sebesar Rp8,18 miliar dan 93 lainnya melalui bank berbeda senilai Rp2,15 miliar.

Adapun skema bonus yang dijanjikan mencakup Rp129 juta untuk emas perorangan, Rp64,5 juta untuk perak, dan Rp32,25 juta untuk perunggu. Sementara pelatih memperoleh Rp45 juta untuk emas, Rp36 juta untuk perak, dan Rp31,5 juta untuk perunggu, dengan variasi pada nomor ganda dan beregu.

Editor : Rinaldi
#atlet dan pelatih #pon 2024 #bonus pon