Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

RSUD Arifin Achmad Tangani Kasus Langka, Remaja 14 Tahun Miliki Dua Rahim 

Soleh Saputra • Rabu, 15 April 2026 | 10:31 WIB
Tindakan operasi oleh tim dokter RSUD Arifin Achmad kepada pasien remaja yang memiliki dua rahim. (Humas RSUD Arifin Achmad)
Tindakan operasi oleh tim dokter RSUD Arifin Achmad kepada pasien remaja yang memiliki dua rahim. (Humas RSUD Arifin Achmad)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Provinsi Riau menemukan kasus langka yang dikenal dengan sindrom Herlyn Werner Wunderlich (HWW). Yakni seorang pasien remaja berumur 14 tahun memiliki dua rahim, dua servik, satu vagina dan satu ginjal. 

Salah satu rahimnya mengalami sumbatan sehingga darah haid tidak bisa keluar dan menumpuk hingga ke saluran tuba. Hal ini menyebabkan pembesaran dan peregangan organ yang menyebabkan pasien merasakan rasa sakit dan nyeri di perut saat haid.

Kasus ini ditangani oleh dokter spesialis Obgyn Konsultan Fertility, Endokrin dan Reproduksi dr. Imelda E Baktiana, M.Si, Med, Sp.OG(K) FER. Setelah dilakukan pemeriksaan penunjang seperti USG Abdomen, USG Transrektal dan MRI maka diputuskan untuk dilakukan Join Operasi bersama dokter spesialis Obgyn Konsultan Uroginekologi dan Rekonstruksi dr. Dafnil Akhir Putra, Sp.OG, Subsp Urogin Re.

Baca Juga: Kerja Sama RI-AS Diteken, Akses Udara Masih Dibahas, Jajaki Pengembangan Teknologi Pertahanan Bidang Maritim 

dr Dafnil bertugas membuka dinding atau sekat yang menyumbat rahim melalui liang vagina, lalu mengeluarkan darah-darah haid yang menumpuk dan merekonstruksi kembali vaginanya agar kembali seperti semula.

Sedangkan dr Imelda melakukan Histeroskopi (tindakan minimal invasif menggunakan selang tipis berkamera dan lampu). Hal ini untuk melihat kondisi rongga rahim dan melakukan Laparoskopi (prosedur bedah minimal invasif (minim sayatan), menggunakan alat bernama laparoskop berupa tabung tipis berkamera dan berlampu) untuk membersihkan darah – darah haid yang telah menyebar keluar hingga ke rongga perut. 

Pascaoperasi pasien terpantau stabil dan jika tidak ada masalah direncanakan pulang sehari setelahnya untuk menjalani kontrol rutin ke poliklinik.

Baca Juga: Warga Borong Sembako Murah di GPM HUT TNI AU

Terkait adanya dua rahim, dr Imelda menyampaikan hal ini terjadi akibat kelainan atau kegagalan pembentukan organ reproduksi di awal kehamilan. Kasusnya langka karena kemungkinan terjadi di bawah 1 persen atau 1:600  pasien yang mengalami gangguan kegagalan pembentukan organ reproduksi. 

“Meskipun mekanisme kelainan fisiknya diketahui, penyebab pasti mengapa gangguan perkembangan embrio ini terjadi belum sepenuhnya dipahami,” ujarnya.

Kepada para ibu yang ingin hamil atau sedang hamil, dr Imelda berpesan sebisa mungkin makan dengan porsi dan gizi yang cukup agar kandungan tetap sehat serta rutinlah memeriksakan diri kedokter kandungan atau posyandu terdekat. Selain itu apabila memiliki anak perempuan yang beranjak pubertas (10–14 tahun) dan mengalami nyeri haid atau tidak haid sama sekali maka segera periksa di faskes terdekat.

Baca Juga: AMAs 2026: Raih Tiga Nominasi, BTS Masuk Kategori Bergengsi Artist of the Year, Bersaing dengan Musisi Papan Atas Dunia

“Jangan ragu apabila dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau karena kami memiliki tenaga medis dan alat medis yang sangat mumpuni untuk menangani kasus seputar kandungan dan sistem reproduksi pada wanita,” ujarnya.(sol)

 

 

Editor : Edwar Yaman
#sindrom Herlyn Werner Wunderlich #pasien remaja #kasus langka #dua rahim #RSUD Arifin Achmad