PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Ajang Pesona Batik Nusantara 2026 resmi menggelar audisi di New Hollywood Hotel Pekanbaru, Ahad (26/4/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menegaskan batik sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia yang tetap relevan di era modern.
Sejak pagi, suasana hotel dipadati peserta dan pecinta fesyen. Para talenta muda tampil percaya diri di atas catwalk, memadukan keindahan motif batik dengan sentuhan gaya modern. Setiap penampilan tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga merepresentasikan kebanggaan terhadap warisan budaya Nusantara.
Baca Juga: 4 Manfaat Konsumsi Kentang Rebus Sebagai Pengganti Nasi di Pagi Hari, Pencernaan Lebih Baik
Ajang ini tidak sekadar kompetisi modeling, melainkan ruang eksplorasi kreativitas yang mengangkat nilai-nilai tradisi ke dalam panggung kontemporer. Para peserta dinilai tidak hanya dari teknik berjalan dan penampilan, tetapi juga dari kemampuan membawakan karakter serta makna dari busana batik yang dikenakan.
Dalam kegiatan itu, juga dihadiri Gloria Rahita Nababan, pemenang Pesona Batik Nusantara 2024, yang turut menambah semarak acara. Ia hadir sebagai tamu kehormatan sekaligus menjadi salah satu dewan juri.
Gloria mengapresiasi keberlanjutan penyelenggaraan ajang tersebut yang dinilainya konsisten mendorong pelestarian budaya melalui pendekatan kreatif.
Baca Juga: Siswa SMA Sains Tahfizh Islamic Center Siak Melaju ke Ajang Matematika Internasional di Singapura
Ia berharap, pemenang Pesona Batik Nusantara 2026 nantinya mampu membawa batik Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.
“Ajang ini sangat positif karena memberi ruang bagi generasi muda untuk mencintai dan mempromosikan batik. Saya berharap pemenang berikutnya tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga mampu memperkenalkan batik Indonesia ke kancah internasional,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan batik tidak hanya dipandang sebagai busana tradisional, tetapi juga sebagai simbol jati diri bangsa yang mampu bersaing di tingkat global.
Editor : M. Erizal